Friday, 8 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Pengalaman Sekolah Aku yang Mengesankan”



Pernahkah kamu pikirkan betapa indahnya masa-masa sekolah. Pastinya kamu pernah merasakan senang, sedih, kesal, dan marah bersama teman-temanmu. Tahun ini aku sangat bahagia sekali setelah 6 tahun bersekolah di Madrasah ibtidaiyah (MI) yang  ada dikampungku, akhirnya aku dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs). Berkat kerja keras dan selalu berdoa kepada Alloh dan juga ditambah doa dari orang tua serta orang-orang disekelilingku  aku dapat mengerjakan  ujian, dan alhamdulilah mendapatkan nilai ujian dengan hasil yang cukup memuaskan. Aku lulus dan dengan mudah dan dapat melanjutkan ke MTs.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Pengalaman Sekolah Aku yang Mengesankan”
Cerita Pendek (Cerpen) “Pengalaman Sekolah Aku yang Mengesankan”
Tapi sayangnya ada temanku yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ini dan ada juga yang tidak diterima di sekolah baru yang mereka impikan. Aku bersyukur sekali bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dengan sekolah yang aku impikan yaitu Madrasah Tsanawiyah negeri Kebumen 1. Pada saat aku mendaftar aku ditemani ayahku dan pada hari kedua aku bersama ayah juga melihat jurnal untuk memastikan apakah aku diterima disekolah itu.

Berangkat sekolah masih lama habis lebaran, aku memilih untuk dirumah saja agar bisa bantu bantu kedua orang tuaku. Akhirnya hari pertama masuk sekolah pun telah tiba, rasa takut campur senang pun aku rasakan. Pada pertama masuk sekolah aku melaksanakan MOS yang dibina oleh kakak-kakak seniorku yang ada disekolah itu. Rasa takut pun aku hilang setelah melihat teman baru dan berkenalan dengan mereka. Tapi setelah melihat kaka-kaka seniorku rasa takut itu muncul kembali  karena belum kenal  dengan kaka kelas. Saat melakukan MOS kira kira kami melakukannya dalam waktu 3 hari. Pada saat MOS terakhir itulah hari MOS yang paling menyenangkan, pada waktu itu tidak ada bentak-bentak dan juga marah-marah, dihari itu hanya ada lomba-lomba yang dilakukan antar kelas. Rasa senang pun tumbuh ketika hari itu kelas kami mendapatkan salah satu juara dari perlombaan yang dilombakan.

Pada saat masuk tahun ajaran baru, tenyata keadaan di MTs dan MI tidak terlalu berbeda jauh. Kita belajar seperti biasa, kadang dijelaskan guru, kadang disuruh mengerjakan tugas, ditanya oleh guru langsung, pokoknya tidak berbeda jauh lah. Yang berbeda hanya pelajarannya yang lebih banyak dan teman-teman baru, guru-guru baru yang menjadikan kita agar cepat beradaptasi terhadap kondisi dan tempat itu. Pada saat kelas tujuh hanya satu teman MI ku yang satu kelas denganku, temanku itu perempuan namanya nadia. Dikelas 7 itu penuh dengan lika liku, yang ada senang dan ada sedihnya juga. Singkat cerita akhirnya aku naik kelas 8 dan juga kelas 9.


Pada saat memasuki kelas 9, aku menempati kelas 9H. Aku disuruh giat belajar lagi, karena tahun-tahun itu tahun-tahun dimana akan melakukan ujian nasional untuk melanjutkan ke jenjang SMK. Di kelas 9 alhamdulilah satu kelas dengan teman-teman yang hebat-hebat dan rajin. Dan pada saat itu juga kami semua berlomba-lomba untuk mendapatkan peringkat terbaik. Pada saat baru 2 hari sekolah, kami semua kelas 9 langsung melakukan les untuk mata pelajaran ujian yang diujikan dengan harapan agar mendapatkan nilai ujian yang memuaskan. Singkat cerita, pada saat beberapa hari menjelang ujian nasional, kita semua kelas 9 disuruh untuk solat malam dan lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Termasuk aku juga yang dirumah juga disuruh melakukan solat malam yaitu solat tahajud.

Saat detik-detik memasuki ruangan ujian, hati terasa deg-degan dan gelisah, apakah aku bisa mengerjakannya. Tetapi dengan niat dan tekad yang bulat dan juga motivasi ingin membanggakan kedua orang tua, akhirnya aku juga mengerjakan mata pelajaran yang pertama dan malamnya aku belajar mata pelajaran yang kedua dan seterusnya hingga mata pelajaran ujian yang ke-4. Setelah selesai melaksanakan ujian, hati ini gelisah lagi dan bertanya-tanya “apakah soal yang aku kerjakan benar?”.

Dan tibalah waktu yang ku tunggu-tunggu, semua siswa mukanya cemas dan gelisah tapi setelah mereka mendapatkan hasilnya terlihat mukanya berubah menjadi menangis bahagia. Dan yang paling mengejutkan adalah salah satu teman kita mendapatkan peringkat satu nilai ujian nasional se jawa tengah. Setelah itu aku melanjutkan sekolah di SMK N 2 Kebumen. Aku mendaftar dengan diantar oleh sepupuku dan dengan segala tes akhirnya aku dapat menjadi siswa disekolah smk ini. Pada saat MOPD pertama aku tidak bisa masuk karena sakit. Pada hari kedua aku sudah masuk kembali sampai satu minggu. Kegiatan satu minggu itu diisi dengan LDDS yang dipimpin atau dikomandoi langsung oleh para tentara-tentara kodim. Pada LDDS itu kami dianjurkan atau lebih tepatnya di suruh untuk bertindak disiplin dan tegas dan juga memiliki kepercayaan yang tinggi. Di SMK banyak hal yang berbeda yaitu kedisiplinan lebih tinggi, pelajarannya tapi lebih sedikit dibanding saat MTs. Singkat cerita saja sekarang saya  sudah menduduki kelas XI yang sekarang menunggu waktunya untuk PKL.














No comments:

Post a Comment