Sunday, 3 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “PENGALAMAN DALAM HIDUP AKU”



Ini adalah kisahku dengan 2 sahabatku. Namaku Hendro, dan dua sahabatku yang bernama Faozi dan Martyansah. Waktu itu adalah liburan sekolah, yah… liburan sekolah yang sangat membosankan bagiku, karena tidak ada kegiatan yang dapat aku lakukan selama liburan itu. Selain itu selama liburan aku hanya menghabiskan waktu liburan hanya untuk nonton film di tv dan tidur. Waktu itu adalah hari sabtu siang, sedang bosan dengan film yang ada di tv. Tiba-tiba ponselku berbunyi, tapi nomornya tidak di ketahui.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “PENGALAMAN DALAM HIDUP AKU”
CERITA PENDEK (CERPEN) “PENGALAMAN DALAM HIDUP AKU”
            Aku                 : “ Hallo.. Assalamualaikum… siapa yah? ’’
            Martyansah     : “ Waalaikum salam, iki aku Martyansah Ndro
            Aku                 : “ Ooo kamu Sa… ada apa? ’’
                          Martyansah     : “ Ini Aku tadi di telfon dimas, katanya dia ngajak kita untuk ngisi liburan di
Yogyakarta, yahh bantu-bantu di restoran Bibinya.. bagaimana kamu mau atau tidak? Katanya kan kamu bosan di rumah
            Aku                 : “ Hmmm ya ayooo saja, kapan berangkatnya?
            Martyansah     : “ Hari Ini kalau bisa sekarang jangan sore-sore. Ooo iya Dimas tadi bilang
katanya kita di suruh kesananya cari satu teman lagi. Kamu ajak lah Faozi!
            Aku                 : “ Hah.. Mendadak banget.. Ya Ntar aku ijin dulu sama orang tuaku dulu!
Hmm ya nanti aku ke rumahnya Faozi!
            Martyansah     : “ Iya… Aku Tunggu kamu di terminal Petanahan jam 12 siang, karena
busnya berangkat jam setengah satu .
            Aku                 : Iya Sa, ya udah aku siap-siap dulu..  Assalamualaikum
            Martyansah     : “ Iya Ndro, wangalaikum salam

Setelah telfon di tutup aku lalu meminta izin pada orang tua untuk pergi ke Yogyakarta. Aku lalu menemui bapak dan mamaku yang lagi di dapur..

            Aku                 : “ Ma Aku di ajak Martyansah ke Yogyakarta, katanya tadi di kasih tau
Dimas di restoran Bibinya butuh tambahan bantu-bantu karena liburan lagi banyak pengunjungnya. Itung-itung cari pengalaman ma..
            Mama              : “ Hmmm sama siapa kamu ke Yogyakartanya dan kapan kamu kesana?
            Aku                 : “ Sama Martyansah dan Faozi ma
            Mama              : “ Kalau mama ya ngijinin tapi kamu pamit dulu sama bapak!
            Aku                 : “ Boleh Ya pak?
            Bapak              : “ Ya Boleh, tapi kamu di sana jangan macam - macam, niati untuk cari
penglaman di sana!
            Aku                 : “ Siap pak!

Setelah minta izin pada orang tua, aku lalu pergi ke rumahnya Faozi untuk mengajak dia. Di rumahnya aku menemui dia lalu mengajaknya dan diapun mau.Tapi aku di suruh nunngu karena dia mau jemput ibunya yang sedang bekerja di Kebumen.

Setelah dari rumahnya Faozi aku pulang untuk siap-siap. Setelah itu aku di antar ibu ke terminal. Sesampainya di sana aku bertemu dengan Martyansah sesuai jajian kami di telefon tadi.

            Aku                 : “ Sa! Faozi dah kesini belum?
            Martyansah     : “ Belum Ndro, kita tunggu saja paling bentar lagi dia kesini

Akhirnya kami menunngu Faozi. Sampai jam menunjukan pukul 12.25 siang dan bus sudah mau berangkat tapi Faozi masih belum datang juga. Lama kami menunngu Faozi sampai busnya berangkat. Tidak berselang lama busnya berangkat Faozi datang.

            Faozi               :Ehh Maaf broo tadi aku jemput ibuku terlebih dahulu di Kebumen, eh
mana busnya?


Martyansah yang kesal karena sudah menunngu lama dan tertinggal bus, menjawab dengan ketus

            Martyansyah   : “ Sudah berangkat, kamu lama banget!
            Faozi               : Ya Maaf namanya juga dadakan

Akhirnya kamipun menunggu bus yang kedua yang berangkatnya pukul 3 sore. Selama perjalanan kami tertidur di bus, kami tiba di Yogyakarta pukul 9 malam. Kami turun di terminal, kami yang baru pertama kali ke Yogykarta tidak tau harus naik apa untuk ke tempat Bibinya Dimas, kami lalu menghubungi Dimas.

Dimas menyuruh kita untuk naik bus Trans Yogyakarta dan turun di Terminal Jombon. Di sana kami akan di jemput oleh Dimas. Sesampainya di terminal kami sudah di tunggu oleh Dimas dan Bibinya,  kamipun langsung berangkat ke rumahnya Bibinya. Sebelum kami  sampai di rumah Bibinya Dimas kami di ampirkan dulu ke warung padang untuk makan malam. Setelah selesai makan kami lalu ke rumah Bibinya Dimas. Karena kami belum sholat, kami sholat Isya dahulu, dan kami juga bingung arah kiblatnya mana, aku lalu bertanya pada Bibinya Dimas

Aku                 : Bu Arah Kiblat Mana yah?, kami mau sholat Isya dahulu ’’
Bibi                 : Ke Arah sana (kiblat) le... ’’
Aku                 : Ooo Iya makasih bu ’’

Setelah tau arah kiblatnya kami lalu sholat Isya berjamaah, setelah sholat kami langsung bergegas untuk tidur. Paginya kami jalan -  jalan dahulu di sekitar komplek. Kami sontak kaget saat melihat matahari berada di sebelah kiri arah kiblat yang tadi malam buat sholat Isya. Berarti tadi malam kita sholat Isya menghadap ke selatan.. yahh... Setelah tau itu kami hanya tertawa bersama dan kami juga tidak menegur Bibinya Dimas takut dia kecil hati. Setelah jalan -  jalan kami lalu bersiap-siap. Setelah itu kami di antar ke restoran utamanya yang dekat dengan rumah. Sesampainya di sana teryata kami di tempatkan di daerah Gunung Kidul karena baru saja Bibinya Dimas buka cabang di sana dan hari ini adalah pembukaanya.

Hari pertama di Gunung Kidul kita merapikan tempat dan menyiapkan keperluan lainya. Kami juga berkenalan dengan karyawan yang ada di sana seperti Estu, Ifan dan banyak lagi. Kami cepat akrab dengan mereka. Kami lewati hari pertama dengan candaan dan tawa. Restoran tutup pada jam 9 malam, setelah tutup, malamnya kami main poker sampai jam 12 malam. Karena restoran baru saja buka jadi tempat tidur untuk karyawan belum jadi. Kami tidur di lesehan restoran itu,  kebetulan restoran itu berbentuk pendopo..  Kami tidur dalam dinginnya malam dan hanya di temani oleh sebuah sarung untuk menghangatkan tubuh...


Hari kedua dan seterusnya kami lewati dengan canda dan tawa, aku yang paling dekat dengan orang dapur aku selalu mendapat makan lebih hahaha...  Satu minggupun terlewati tanpa terarsa. Berat rasanya untuk berpisah dengan mereka. Kami berpamitan, tidak lupa kami saling tukar nomor hp untuk saling menghubungi lagi. Setelah berpamitan kami langsung bergegas ke terminal. Tidak lupa kami membeli oleh-oleh untuk orang rumah. Kami berangkat pulang dari terminal jogja pukul 12 siang dan sampai di rumah pukul 3 sore. Selama seminngu itu adalah pengalaman dan pembelajaran yang paling berharga bagiku..

No comments:

Post a Comment