Saturday, 9 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Nasib Kota Yang Hancur”


Langit semakin mendung, awan meneteskan airnya, dan angin semakin kencang. Itu tanda bahwa badai akan datang. Semua orang di kota itupun kebingungan. Orang orang pada saat itu menuju ke Besmentnya masing masing, keluarga Salim salah satunya. Salim mempunyai adik bernama Pride. Mereka pun ketakutan dan menangis.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Nasib Kota Yang Hancur”
Cerita Pendek (Cerpen) “Nasib Kota Yang Hancur”
Salim dan Pride adalah anak dari seseorang pemimpin kota yang dermawan, dan suka menolong orang lain. Setelagh beberapa jam, ayah mereka yang bernama Bradley membuka pintu keluar sambil berkata kepada anak dan isterinya “Badai sudah reda.” Anak dan isterinya langsung segera keluar dari tempat itu. Mereka melihat bahwa gedung-gedung dan rumah-rumah termasuk rumahnnya hancur, hanya tersisa batang-batang kayu, dan atap rumah yang hanya pecahan-pecahanya. Banyak orang yang terluka dan juga tewas. Orang-orang merasa sedih, pada saat itu pula tim medis datang untuk mencari korban yang terluka dan hilang, dan juga memberi makan orang-orang yang kelaparan.

Pada saat itu Bapak Bradley sedang mengurusi kota dan isterinya karena terluka parah yang disebabkan karena ranting pohon yang jatuh dan menimpanya. Sebelum badai yang sangat besar datang, dan pada saat itu pula mereka menjadi miskin karena harta mereka yang hilang tersapu badai. Salim dan adiknya pun disuruh untuk mencari pamannya dan meneruskan sekolahnya bersama paman mereka yang disuruh oleh ayah mereka. Dan mereka pun bertemu dengan paman mereka yang bernama Paman Karim. Ia adalah adik dari Bapak Bradley. Saat bertemu dengan pamannya Salim berkata “Paman tolonglah aku, aku disuruh ayah untuk tinggal dan bersekolah bersama paman, Ayo kalian kerumahku, rumahku berada diseberang hutan sana.” Kata Paman Karim. Merekapun diajak menggunakan motor melalui hutan yang lebat tersebut.

Pada saat itu. Ada seorang penjahat yang mengikuti mereka dan menghadang mereka dijalan. Saat itulah mereka tidak tanggung-tanggung untuk mengeluarkan ilmu beladirinya untuk menjaga pamannya. Setelah beberapa lama mereka dapat menaklukan penjahat tersebut. Sang penjahat meminta ampunan dan makanan untuk  keluarganya yang kelaparan, karena pada saat itu paman membawa banyak makanan. Paman Karim pun mengampuninya dan memberi ia makanan, sambil berkata “Hai penjahat ambil makanan ini untuk keluargamu.” “Sunggu sangat mulia engkau tuan.” Kata penjahat tersebut dengan wajah yang muram.

Sesampainya dirumah Paman Karim. Disana mereka dibesarkan dan dirawat sampai lulus SMP. Setelah lulus SMP mereka didaftarkan di SMK terdekat, pada saat itu paman berkata. “Jadilah seperti buku pelajaran, jarang berbicara ataupun tidak pernah, tetapi menyimpan ilmu dan pengetahuan yang besar dan berguna untuk pembacanya. Kalian juga harus mempunyai teman yang hatinya lembut bukan penampilannya. Mereka pun langsung termotifasi setelah mendengar kan ucapan paman.

Pada hari pertama sekolah, salim dan adiknya bertemu dengan Alice. Ia adalah anak yang cantik nan pintar kata teman-temannya. Kata teman-temannya ia murid terpintar di Sekolah ini. Salim tidak tahu bahwa Alice itu anak yang pintar karena mereka berdua pada awal sekolah sampai minggu selanjutnya sakit demam yang cukup parah.


Tepat pukul 07.00 bel berbunyi. Itu tandanya masuk Sekolah. Murid-murid disekolah itu pun langsung masuk kedalam kelas mereka masing-masing. Karena Salim dan adiknya termasuk murid yang baru. Mereka disuruh guru mereka untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing kepada teman kelas. Mereka berdua sangat beruntung karena sekelas dengan Alice.

Dua tahun kemudian, di SMK, Alice, Pride, dan Salim menjadi teman yang akrab. Mereka selalu belajar bersama, dan selalu mendapat peringkat 1,2, dan 3. Pada hari selasa tepatnya, Salim dan Pride mengunjungi rumah Alice untuk belajar bersama. Disana mereka dikenalkan kepada kedua orangtuanya. Sesaat belajar Salim dan adiknya yang bernama pride mendengar pembicaraan orang tua Alice. Kemudian Salim bertanya kepada Alice. “Apa yang dibicarakan orangtaumu Alice?. Oh ayah dan ibuku ingin mengubah sebuah kota uang hancur karena tersapu oleh badai yang sangat besar itu diubah menjadi lahan pertanian. Setelah mendengar perkataan Alice, Salim dan Pride menjadi sangat sedih. Lalu Alice merasa sangat kasihan terhadap mereka berdua.

Setelah beberapa hari Alice mengatakan kepada kedua orangtuanya agar mengubah kota tersebut menjadi lahan pertanian karena banyak orang-orang disana termasuk orangtua Pride dan Salim. Tetapi jika ingin kota itu kembali harus ada syaratnya. Kota itu diubah menjadi kota yang indah dan bersih kembali.

Pada suatu hari  pamanya Salim dan Pride mengumpulkan dana untuk kota yang hancur tersebut. Salim, Pride, dan Alice mengikuti perlombaan perlombaan untuk tambahan dana kota yang hancur.

Setelah beberapa bulan, atas kerjasama mereka berempat, dana dapat terkumpul untuk membangun kota kembali. Dan pada saat itu waktunya untuk pergi membangun kota yang hancur tersebut dan bertemu dengan kedua orangtua Salim dan adiknya. Setelah sampai disana Pride dan Salim sangat bahagia karena dapat melepas rindu dan juga bertemu dengan kedua orangtua mereka kembali. Karena ayah mereka seorang pemimpin.

Akhirnya Alice menyerahkan sebuah dana yang cukup besar kepada ayah mereka. Orang tua Aklice juga meminta maaf kepada ayah dan ibu Pride atas kesalahan yang mereka yang ingin mengubah kota itu menjadi sebuah lahan pertanian. Akhirnya setelah beberapa tahun kota itu menjadi kota yang sangat bersih dan indah.


No comments:

Post a Comment