Sunday, 10 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-Cita dengan Kerja Keras”


Namaku Rama putra biasa dipanggil Rama. Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan berasal dari keluarga sederhana. Pada saat aku berumur 7 tahun, aku selalu diajarkan oleh orang tuaku tentang arti kehidupan. Di dalam hatiku aku sering berkata “Betapa enaknya menjadi orang kaya, pasti aku akan senang sekali”, tapi orang tua selalu berkata “Bahwa dengan menuntut ilmu dan berusaha dengan sungguh-sungguh pasti apa yang kita inginkan tercapai”.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-Cita dengan Kerja Keras”
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-Cita dengan Kerja Keras”
Sewaktu ketika pada malam harinya aku diajak pamanku kerumahnya
Paman : “Rama besok minggu kamu ada kerjaan gak?”
Aku     :”tidak memang kenapa?”
Paman :”besok kamu kerumah paman ya?”
Aku     : “oke deh”

Keesokan harinya aku langsung pergi kerumah paman yang ada di jonggol. Tanpa pamit kepada orang tuaku pamanku langsung memintaku duduk di kursi, tanpa basa-basi paman langsung memberikan sebuah buku yang berjudul “Kisah Abu zar Al ghifari”. Didalam hatiku aku selalu bertanya untuk apa aku diberi buku ini? Setelah itu pamanku langsung menjelaskan bahwa Abu zar Al ghifari merupakan sahabat nabi Muhammad SAW yang memiliki ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki orang lain. Selain itu dia juga rajin dan soleh dan termasuk orang kaya dari para sahabat nabi Muhammad SAW. Dia dulunya orang yang sangat miskin tapi dia berusaha dengan sungguh untuk menjadi orang kaya dan sukses. Hartanya banyak sekali. Setelah pamanku cerita panjang lebar, bibiku datang.

“Rama! ibumu mencarimu kemana mana, dia naik pitam dan takut kalau kamu diculik orang” akupun langsung pamit pulang. Sebelum aku pulang, paman menyuruhku datang lagi besok setelah pulang sekolah.

Keesokan harinya setelah aku pulang aku langsung pamit kepada orang tuaku dan langsung ke rumah paman. Setelah sampai dirumah paman, aku langsung duduk disamping paman,

Paman : “kamu lulus smp kamu ingin melanjutkan dimana?”
Aku     : “aku ingin melanjutkan di SMA negeri 90 yang lebih dekat dengan rumah dan bisa menghemat biaya transportasi.”
Paman : “kau mau gak ngembala kambing?”
Aku     : “aku gak bias nggembala kambing, tapi aku akan berusaha”

Pada malam harinya setelah sholat magrib aku membaca buku Abu zar Al ghifari yang diberikan pamanku tempo hari. Setelah membaca buku itu aku merasa termotivasi, dalam hatiku aku berkata “memang betul pilihanku nggembala kambing pamanku kan nanti dikasih uang aku bisa nabung untuk keperluan sekolah”. Setelah seminggu atau sebulan bekerja aku diberi uang oleh pamanku dan uang itu aku langsung tabung untuk keperluan sekolah.


Di sekolah aku mempunyai dua sahabat yang sangat dekat denganku yang selalu memotivasiku dan menemani di saat senang dan duka, namanya Rio dan Zihnul. Suatu hari aku diajak kepantai oleh mereka. Aku terdiam sejenak lalu aku mensetujuimya dan keesokan harinya aku minta ijin kepamanku untuk berlibur kepantai dan tidak mengembala kambing. Paman mengijjinkan aku. Tepat jam 8 kami berangkat menggunakan sepeda montor. Didalam perjalananku aku merasa senang sekali karena telah sekian lama aku tidak pergi kepantai yaitu saat aku kelas 1 smp. Setelah sampai di pantai aku bermain pasir dengan temanku dan bersenang senang.

Setelah kurang lebih 1 tahun lamanya aku mengembala kambing, aku memutuskan untuk berhenti mengembala kambing karena aku fokus untuk sekolah dan melanjutkan sekolahku di SMA Negeri 11 Surabaya. Aku mengutarakan keinginanku akhirnya pamanku mengijinkanku untuk berhenti mengembala kambingnya, karena dia tahu bahwa tidak selamanya aku bekerja ngembala kambing. Aku harus meneruskan sekolahku untuk menggapai cita-citaku.

Setelah aku lulus dari SMP Negeri 25 Surabaya dan Alhamdulillah juga aku sangat bersyukur karena bisa di terima di SMA Negeri 11 Surabaya. SMA Negeri 11 Surabaya adalah sekolah yang terkenal di kawasan Surabaya Barat.

Masalah yang selalu hinggap dalam benak pikiranku yaitu tentang masalah biaya. Alhamdulillah dengan kerja kerasku selama ini aku bisa membayarnya dan juga dapat membeli seragam sekolah dan kelengkapan lainnya dengan di bantu juga oleh orang tuaku. Aku juga selalu ingat kisah sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Abu zar al ghifari yang kerja dengan sungguh-sungguh hingga dia menjadi orang kaya yang harta dan kekayaannya ada di mana-mana, itu membuatku semangat lagi dalam menggapai cita citaku yaitu ingin menjadi guru dan juga ingin menjadi orang yang sukses seperti kisah Abu zar Al ghifari.


Selain itu juga kisah Abu zar Al ghifari sebagai inspirasi hidupku dan kata “Man JaddaWajada” akan selalu ku ingat dan melaksanakannya dalam menggapai cita-citaku. Aku selalu berdoa kepada Allah SWT agar cita-citaku bisa terwujud dan menjadi orang yang sukses di kemudian hari. Aku juga ingin membahagiakan kedua orang tua ku yang selalu mendukung aku dengan cara memberangkatkan mereka berhaji.

No comments:

Post a Comment