Wednesday, 13 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Hari Pertama Sekolah”


Hari itu ialah hari dimana saya masuk sekolah. Saya merasa bingung karena teman dari SMP saya tidak sekelas dengan saya, mereka TP 2 dan lainnya. Sedangkan aku ada di TP 1 sendirian. Otomatis saya tidak ada lawan bicara. Jadi saya terasa planga-plongo. Hari pertama sekolah seperti biasa pasti ada MOS. Tapi di SMK N 2 Kebumen ditambah LDDS. Waktu itu saya hanya tau kepanjangannya, belum tahu apa yg dilakukan ketika LDDS. Dan ternyata LDDS itu hanya baris berbaris dari habis duhur hingga jam 4 lebih sore. Dan waktu pagi dilakukan MOS antara jam 7 sampai duhur. MOS di SMK N 2 Kebumen itu sangat membosankan. Selama 5 hari dari jam 8 pagi sampai duhur hanya duduk di aula mendengarkan orang berbicara. Sehingga banyak siswa yg ngantuk termasuk saya juga.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Hari Pertama Sekolah”
Cerita Pendek (Cerpen) “Hari Pertama Sekolah”
Pada waktu siangnya LDDS pun segera dimulai. Saya segera pergi ke WC untuk ganti pakaian olah raga dengan salah seorang teman saya. Akan tetapi di WC banyak sekali yg ngantri, sambil berfikir jika saya menunggu pasti saya akan terlambat mengikuti LDDS. Sehingga waktu itu saya dan teman saya mencari WC yg lain, akan tetapi kami hanya menemukan WC guru. Saya terus berfikir lagi “ganti di WC guru tidak ya?”. jika saya berganti di sini otomatis jika ketahuan akan dimarahi. Dengan sangat terpaksa kami pun masuk ke WC guru tersebut walaupun resikonya sudah saya fikirkan akan dimarahi jika ketahuan. Eh setelah beberapa saat, akhirnya benar-benar ketahuan oleh seorang pak guru entah itu guru apa saya belum tahu. Dia pun menasehati kami agar tidak melakukannya lagi.

Ketika kami sudah berganti, kami terus bergegas menuju ke aula untuk meletakan tas. Kemudian kami menuju lapangan. Sesampai dilapangan kami pun dibariskan oleh osis sesuai kelas masing masing. Waktu itu saya memang lagi tidak enak badan, badan saya merasa panas akan tetapi yang dirasakan saya bukan panas tetapi dingin. Kami dipanaskan terlebih dahulu beberapa menit. Setelah lama kemudian saya merasa tidak kuat, saya merasa dingin sekali padahal waktu itu cuaca sedang panas sekali. Pandangan saya lama kelamaan mulai memudar. Saya tidak dapat melihat dengan jelas. Yang ada hanya seperti sorotan cahaya semuannya putih dan ditambah kepala serasa bergoyang-goyang. Saya masih menahannya akan tetapi lama kelamaan saya tidak kuat. Saya masih dalam keadaan sedikit sadar. Dan saya meminta tolong kepada teman didekat saya, namanya Dakir untuk menuntun saya ke belakang. Akan tetapi saat menuju ke belakang saya pingsan. Tapi saya masih bisa merasakannya, saya dibawa pakai tandu ke bawah pohon. Setelah saya sadar saya diberi minyak kayu putih untuk dioleskan bagian badan tertentu. Dan saya duduk sambil menunggu tenagaku pulih. Sambil berfikir jadi seperti ini rasanya pingsan. 


Setelah itu saya pergi mencari barisan kelas  TP. Saya berkeliling dan akhirnya ketemu juga. Saya meminta izin masuk barisan kepada pak tentara. Setelah itu pun baris-berbaris dimulai. Setelah beberapa menit kemudian badan saya merasa lemas lagi sehingga saya duduk menepi. Terus ketika saya sudah mendingan saya pun mengikuti baris berbaris lagi. Dan lagi-lagi selang beberapa menit badan saya merasa lemas lagi sehinnga saya dibawa ke UKS. Saya tiduran di UKS  sampai pulang., dan setelah semua pulang saya pun ikut pulang.

Ketika saya sudah sampai di rumah, saya pun mandi dan menceritakan semua ke ibu saya. Saya ternyata masuk angin dan saya pun di keroki. Setelah selesai saya dianter pergi ke tukang cukur, karena rambut saya gondrong. Keesokan harinya tepatnya waktu LDDS, saya memang tidak pingsan akan tetapi badan saya masih belum kuat masih saja terasa lemes, saya pun mundur ke belakang untuk berteduh. Saya diberi paracetamol dari dewan PMR  untuk menurunkan demam saya. Setelah saya merasa mendingan saya pun kembali ke barisan. Saya merasa baikan sehingga saya sudah kuat dan tidak mundur lagi.

Hari pun berlalu sampai tiba saatnya hari sabtu dimana PBB kami dari berbagai kelas dilombakan. Sambil menunggu antrian tampil, kami pun latihan dengan sungguh-sungguh tanpa kenal lelah ditambah lagi semangat yg menggelora yg tiada habis. Tiba saatnya kami tampil. Kami menunjukan semua kemampuan kami. Yang dilombakan itu ada dua yaitu PBB dan yel yel. Setelah selesai tampil kami menunggu pengumuman pemenangnya. Dan tidak disangka dan tidak diduga ternyata eh ternyata kelas kami mendapat juara satu. Kami bersorak-sorak kesenangan, karena tidak menyangka kami akan menjadi juara satu. Dan kami sekelas disuruh berjalan jongkok sampai ke tempat pemberian hadiah. Walaupun tidak seberapa hadiahnya akan tetapi pengalamannya yang tak ternilai dan akan teringat selalu. Kami pun membagi  hadiahnya sama rata. Karena hadiahnya berupa makanan ringan. Setelah itu pun upacara penutupan dan setelah selesai kami dipulangkan.


No comments:

Post a Comment