Friday, 25 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Surat Izin



Pada suatu hari, aku mempunyai teman yang namanya Nila. Nila orangnya berbeda dengan yang lain. Tingkah Nila ternyata lucu juga. Dia nekat memakai sandal jepit ke sekolah Galang, kakanya. Padahal ibunya sudah menasihatinya, “Nanti perginya pakai sepatu, ya Nil!" Kata ibu. Memang dari rumah dia sudah pakai sepatu, tapi pas sampai di halaman depan, dia langsung mengganti jadi sandal jepit warna biru, sepatunya dilempar ke depan pintu. Setelah itu lari sekencang-kencangnya ke jalan, takut ketahuan ibunya.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Surat Izin
Cerita Pendek (Cerpen) Surat Izin
Nila memang paling hobi pakai sandal jepit kemana-mana. Dalam acara apapun, dia selalu hadir dengan sandal jepit kesayangannya. Tapi kenapa Nila pergi ke sekolah kakaknya? Ternyata Nila dipaksa Galang mengantarkan surat ke wali kelasnya, memberitahu bahwa Galang terpaksa dengan sangat menyesal tidak mengikuti pelajaran hari ini. Awalnya Nila tidak mau, tapi setelah dirayu dengan cokelat kesukaannya akhirnya mau.

Pada saat istirahat, Nila masuk ke SMK Negeri 2 Kebumen, sekolah kakaknya. Dia mulai melangkahkan kakinya dengan sesantai mungkin agar tidak menarik perhatian anak-anak lain. Tapi akhirnya ketahuan juga, itu karena dia memakai kaos warna merah, yang sangat mencolok diantara yang lainnya. Ditambah sandal jepit yang dipakai terseret-seret, menimbulkan suara aneh yang menarik perhatian. Nila berlagak cuek, padahal dia sangat malu dan deg-degan.

Setelah tanya kesana-kesini, sampai juga Nila di kelas Galang. Tidak seperti hari biasanya, anak-anak sedang sibuk belajar fisika. "Halo, permisi, assalamualaikum bisa bertemu dengan wali kelas XI TP?  Tanya Nila pada salah seorang anak. "Hai Nila, apa kabar?" sapa Imron, salah seorang teman dekat Galang. Imron langsung melompat mendekati Nila. Nila pun menjadi pusat perhatian anak-anak lainnya. Karena jarang-jarang ada cewek cantik datang ke kelas mereka. Mereka menatap Nila tanpa berkedip.

Kemudian Nila bertanya, "Siapa diantara kalian yang jadi ketua kelas kelas ini?" Anak-anak saling berebut menjawab, "Saya!"  "jadi kalian semua ketua kelas XI TP?" lanjut Nila. "Ya!" jawab teman-teman Galang serempak. "Begini, kakak saya Galang, tidak bisa masuk sekolah hari ini, karena dia sedang sakit." Anak -anak semua kaget, "Sakit apa?" Tanya salah seorang dari mereka. "Nggak tau sakit apa, pokoknya dia sakit. Dia nggak ngasih tau sakitnya apa. Yang jelas dia sekarang sedang terkapar tak berdaya di tempat tidurnya. Mungkin ini gara-gara dia kemrin manjat pohon mangga tetangga disaat hujan lebat. Tentu saja batang pohonnya jadi licin. Tapi si Galang nekat manjat sampai tinggi banget. Sampai suatu ketika ada petir menggelegar, Galang terkejut dan kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh dengan keras ke tanah. Dia langsung pingsan nggak bisa bangun.” Jelas Nila cerita dengan terperinci kepada anak-anak sekelas. “Dan mungkin tangan dan kakinya patah." Tambah Nila. “Patah, kamu serius Nil?" tegas Imron.

Suasana semakin ramai, dan semakin banyak yang mengerubung. Padahal tadi anak-anak kelas Galang sedang sibuk belajar fisika, karena akan ada ulangan fisika. Tapi mereka lupa, karena tingkah Nila yang lucu.

Tiba-tiba, datang Ica dari arah kantor guru, dan kaget mendengar kabar tentang Galang. Ica adalah salah satu sahabat Galang. "Beneran Nil? Pantes aja dia berani nggak masuk sekolah, padahal sekarang ada ulangan fisika." ujar Ica. “Sebagai teman setia kita harus jenguk Galang, mungkin nanti sepulang sekolah." kata Imron. Anak-anak yang lain langsung setuju. “Nggak nyangka Galang bisa sakit juga.” ujar Ica.

"Iya jenguk aja, kasihan lho Galang. Hiburlah sedikit, mungkin penyakitnya akan cepat sembuh oleh kedatangan kalian. Apalagi kalau lalian bawa makanan yang enak, pastu Galang suka." ujar Nila dengan penuh semangat.

“Iyalah pasti kita kesana, tapi kamu bawa surat buat wali kelas kan? Soalnya nanti pasti ditanya sama Mr. Hulk.” sebutan anak-anak untuk pak Simanjuntak, guru fisika yang berbadan gemuk, berkulit hitam, dan kepalanya botak tengah yang sangat suka marah-marah. Nila segera menyerahkan surat yang dibawa sejak tadi. Setelah itu, ia permisi dan pulang.


“Bagaimana, sukses Nil?" kata Galang. "Sukses besar, bayangkan, anak-anak sekelas kamu kaget mendengar kamu sakit. Hebat kan akting saya, saking terpengaruhnya nanti siang mereka akan datang menjenguk." kata Nila dengan penuh semangat. "Apa? Mereka mau kesini?" Galang mendengar hal itu. "Aduh kamu gimana sih, kenapa kamu biarin mereka mau kesini?" tanya Galang. “Wah macam-macam.” sahut Nila. Sambil dudukdi depan Galang. "Pokoknya, untuk meyakinkan mereka bahwa kamu benar-benar sakit dan terkapar tak berdaya di tempat tidur, nggak bisa ikut ulangan fisika gara-gara kaki dan tangan kamu patah.” “Tanganku patah?” tanya Galang. "Kamu nggak usah ngarang cerita segila itu untuk meyakinkan mereka kalau saya benar-benar sakit." tambah Galang. "Ya sudah terlanjur." jawab Nila. "Kamu juga sih, kamu cuma nyuruh nganterin surat dan meyakinkan teman-temanmu bahwa kamu benar-benar sakit, sudah saya kerjakan, apalagi?"

Galang benar-benar bingung, karena dia sebenarnya tidak sakit, dia cuma pura-pura. Sebenarnya kemarin itu, Galang sehari semalam membantu ibunya membuat kue, untuk pesanan pesta, jadi dia benar-benar tidak siap ulangan fisika. Jadi dia nekat nggak masuk sekolah hari ini.

“Galang... teman-teman kamu sudah dating” jerit Nila sambil memandang Galang yang sedang membalut luka palsunya. "Kamu harus pura-pura sakit, tunjukan wajah kasihanmu." ujar Nila kepada Galang. Nila pun berjalan menuju pintu depan untuk menyambut teman-teman Galang yang membawa makanan banyak. Tapi ternyata cobaan bagi Galang tidak hanya itu, karena beberapa menit kemudian Nila kembali dan mengatakan, “Galang gawat, gawat, Mr. Hulk ternyata ikut datang menjenguk” sahut Nila. Galang pun langsung pingsan seketika.

Ketik Galang sadar, wajah Mr. Hulk nampak sangat dekat dengannya. Sementara teman-teman yang lain mengerubung. Siang itu ibunya sedang pergi, hanya ada Nila dirumah. “Tenanglah Galang, istirahatlah yang baik, bapak doakan semoga kamu cepat sembuh.” ujar Mr. Hulk. Setelah itu pun Mr. Hulk pamit pulang karena ada urusan lainya. Galang pun mengucapkan banyak terima kasih, setelah itu satu persatu teman-temannya menyalaminya.

“Ah… sayang kamu sakit, padahal kita ada rencana ke pantai, buat ngerayain ulang tahun Ica, memang rencana ini dadakan." ujar Imron. "Ica ulang tahun sekarang? Selamat ya Ca, maaf ya saya lupa." jawab Galang. "Terima kasih Lang, tapi sayang ya kamu nggak bisa ikut, karena kamu sakit, oya,,, kata anak-anak ini juga sebagai syukuran atas dibatalkannya ulangan fisika pagi tadi." jelas Ica.

Galang pun sangat terkejut mendengar hal itu. Tapi mau bagaimana lagi sudah terlanjur dan Galang pun tidak bisa ikut pergi ke pantai karena statusnya masih sakit. Di dalam hatinya Galang sangatlah menyesal dengan apa yang telah ia perbuat. 

No comments:

Post a Comment