Sunday, 6 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Sepeda Roda Cinta


Bel tanda pelajaran usai telah berbunyi, semua siswa berhamburan berlari meninggalkan ruang kelasnya. Di sudut kelas XI A nampak berjalan bergantian dengan tertibnya. Begitupun dengan Andi dan Luna, yang semasa kelas VII hingga sekarang selalu bersama. Raut wajah Luna pun menandakan bahagianya, dia bisa berbincang dengan Andi sahabat karibnya. Senyum kebahagiaan terlihat di wajah Andi yang tak hentinya memandang mata Luna yang tengah berkaca-kaca, seakan-akan ingin mengucapkan sesuatu kepadanya. Dengan terlihat sedikit menghentikan langkah, Luna pun berkata, “Eh, Andi gimana tugas yang tadi? Andi pun terbingung-bingung karena bapak dan ibu guru tidak memberi mereka tugas hari ini. Dengan tersipu malu Luna pun  tersenyum karena rasa geroginya saat berada di dekat Andi.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Sepeda Roda Cinta
Cerita Pendek (Cerpen) Sepeda Roda Cinta
“Kamu ada-ada saja Lun, tadi kan tidak ada tugas” Andi pun terheran-heran. Luna tersenyum sembari memalingkan wajahnya pada Andi. Setibanya di tempat parkir mereka berhenti sejenak untuk mencari sepeda yang mereka taruh di tempat itu. Waktu menunjukkan pukul 15:00 sore, Andi dan Luna belum juga meninggalkan sekolah. “Lho, kok kalian belum pulang?” Tanya Bu Indah dari depan pintu ruang guru yang tidak jauh dari tempat parkir. “Ini Bu, sepeda Andi entah dimana, kita udah cari tapi belum juga ketemu, apa ibu melihatnya bu?” Tanya Luna kepada Bu Indah guru matematikanya. “Sepertinya tadi dibawa Pak Rahmat, pak bon sekolah kita “ Sahut Bu Indah.
           
Sambil menunggu sepedanya kembali, Andi dan Luna berbincang tentang keseharian mereka, dengan penuh canda tawa mereka terlihat saling melengkapi satu sama lain. Terdengar dari kejauhan suara sayup-sayup dari Pak Rahmat, “Hei Andi ini sepeda kamu, tadi bapak pinjam tapi tidak bilang kamu dulu, maaf ya Andi” Pinta Pak Rahmat. “Oh iya Pak, gak papa, gak masalah.” Kemudian Andi dan Luna pulang bersama meninggalkan sekolah. Saat di perjalanan mereka mengobrol berdua tanpa menghiraukan padatnya arus lalu lintas di sepanjang perjalanan. Nampak raut wajah suka cita terlukis di wajah Andi, Luna pun bertanya pada Andi, “Andi, kok senyum-senyum sendiri? Kenapa?” Andi pun agak terkejut seakan-akan terlihat sedang memikirkan sesuatu. “Eh, gak papa kok Lun, aku seneng aja bisa kenal kamu, baik, perhatian, humoris, cantik pula,heehehe,,,,” Ledek Andi pada Luna. “Hmmm.. ada-ada saja kamu” Jawab Luna.
           
Tak terasa hampir tiga puluh menit bersepeda, mereka menuju jalur ke rumah mereka masing-masing untuk kembali pulang, karena jalan untuk ke rumah mereka berbeda arah. Sesampainya di rumah, mereka mengerjakan tugas masing-masing, dan juga mengobrol lewat sosial media, Whatsapp maupun BBM. Selayaknya remaja yang sedang jatuh cinta merekapun tersenyum dan tertawa saat membalas chat satu sama lain.
           
Keesokan harinya, merekapun berangkat sekolah. Saat di kelas Andi dan Luna mengobrol dan mengikuti jam pembelajaran dengan aktif dan suka hati. Mereka belajar bersama, berdiskusi bersama dan mengerjakan tugas bersama-sama. Teman-temannya pun senang melihat kekompakkan mereka. Berkat kerja keras, kelompok mereka bisa mendapatkan nilai yang bagus. Kini Andi dan Luna serta teman sekelasnya berganti pakaian olahraga untuk mengikuti jam pelajaran Penjaskes. Pak Nono, itulah sapaan akrab dari para siswa untuk guru olahraga yang humoris dan lucu ini. Beliau menjadi guru favorit para murid, sebab karena sifatnya yang ceria, menghibur dan seperti tidak pernah marah pada siapapun. Olahraga merupakan pelajarn favorit para siswa, terlebih anak laki-laki yang terus ngotot untuk bermain sepak bola pada waktu jam pelajaran ini.


Kebetulan Pak Nono ini juga mengajar seni di sekolah lain, jadi setiap jam pelajaran olahraga beliau juga membagi ceritanya tentang seni kepada kami. Menyanyi, berpantun, bahkan berpantun merupakan kegemarannya. Karakternya yang seakan-akan lugu membuat muridnya mudah berinteraksi dengan beliau. Kini pelajaran yang akan diajarkan oleh Pak Nono adalah Bola Volly. Beliau menilai satu persatu gaya bermain dari masing-masing siswanya, dan sekarang saatnya Luna dan Andi bermain berpasangan. Mula-mula Andi melakukan servis dan kemudian  Luna menerimanya, begitupun seterusnya. Dan tiba-tiba tanpa disengaja Luna terpeleset dan jatuh membentur tanah. Luna pun berteriak kesakitan, lalu Andi menghampirinya “Kamu gak papa Lun?” Tanya dia pada Luna, “Kamu gimana sih, ya jelas aku sakit lah, kan kamu udah tahu aku kesakitan, huffffttt...” Jawab Luna sedikit kesal. Tanpa bertanya-tanya lagi Andi pun membawa Luna menuju Ruang UKS, kebetulan obat-obatan disitu cukup lengkap. “Lho, Luna kenapa Ndi?” Tanya pengurus UKS. “Ini tadi jatuh, tolong diobatin dulu yah.” Andi pun bilang pada Luna bahwa dia mau ke kantin dulu.
           
Selang beberapa menit Andi kembali dari kantin dengan membawa roti coklat dan jus alpukat favorit Luna. “Ini Lun buat kamu, dimakan dulu, soal yang tadi aku minta maaf ya, aku gak sengaja soalnya” Pinta Andi pada Si Luna. “Iya deh aku maafin udah” Jawab Luna.
“Makasih ya Lun” Luna pun tersenyum senang. Setelah itu merekapun kembali ke kelas dan mengenakan baju seragam mereka masing-masing.
           
Waktu istirahat telah tiba, mereka bersegera menuju kantin, begitu juga Andi dan Luna, mereka memesan dua mangkuk bakso untuk di nikmati di sela-sela waktu istirahat mereka. “Lun, kayaknya kalo kita jadi temen deket cocok deh” Lunapun terkejut “Lho, kok ngomong gitu” Jawab Luna, “Gak papa sih Lun, nanya aja”.
           
Sambil menikmati bakso panas hangat, Andi kembali bertanya “Mau kan Lun, kalo kamu jadi temen deket aku?” Tanya Andi lagi. “Lah gimana ya, aku malu jawabnya” Sahut Luna dengan pipi merahnya. “Giman Lun?” Tanya Andi. “ Emmm... boleh deh asalkan kita bisa semangat belajarnya, juga kamu harus bisa jagain aku, jangan di sakitin juga” Ledek Si Luna.
“Bener Lun?” Yess..makasih Lunaku yang bawel..” Kemudian merekapun menjadi akrab juga tambah dekat, sampai mereka lulus dan mempunyai usaha masing-masing. Pada akhirnya sembilan tahun kemudian mereka menjalin hubungan yang serius dan menjadi berjodoh satu sama lain. Mereka juga memiliki rumah yang mewah serta lahan persawahan yang begitu luas.


No comments:

Post a Comment