Thursday, 31 August 2017

CERPEN “PENGALAMAN MENGIKUTI KEGIATAN MOS DI SMK N 2 KEBUMEN”

  
Pada hari pertama masuk sekolah saya melakukan masa orientasi siswa (MOS) dan dilanjutkan dengan latihan dasar disiplin siswa. Saya berangkat sekolah bersama teman saya yang bernama Budi Prastyo anak kelas TKBB 3. Pada hari pertama masuk sekolah saya dan teman saya berangkat kesiangan dan mengakibatkan saya terlambat sampai sekolah. Sesampainya di sekolah teman-teman saya sudah melakukan apel di lapangan. Saya dan teman saya di hukum mengelilingi lapangan tiga kali dan push up tiga puluh kali. Setelah itu, saya langsung masuk barisan.
 
CERPEN “PENGALAMAN MENGIKUTI KEGIATAN MOS DI SMK N 2 KEBUMEN”
CERPEN “PENGALAMAN MENGIKUTI KEGIATAN MOS DI SMK N 2 KEBUMEN”
Ketika saya sudah melakukan apel, saya langsung menuju Aula Pringgodani dan disana langsung di lakukan pembagian kelas dan akhirnya saya mendapatkan kelas X Mesin 1. Disitu saya mendapatkan pengarahan dari kakak OSIS dan bapak ibu Guru sampai pukul 12.00 WIB. Setelah itu saya langsung makan siang. Saya membawa makanan yang saya bawa dari rumah. Setelah itu saya langsung bergegas menuju musholla dan melakukan sholat dzuhur. Setelah selesai melakukan sholat, saya langsung berganti pakaian olahraga.

Kemudian pada pukul 13.00 WIB seluruh siswa diarahkan menuju lapangan untuk melakukan jadwal berikutnya yaitu latihan dasar disiplin siswa. Latihan dasar disiplin siswa itu di ampu oleh TNI dari KODIM 0709. Latihan dasar disiplin siswa itu bertujuan agar para peserta didik baru memiliki rasa tanggung jawab, memiliki rasa disiplin, dan agar peserta didik baru memiliki badan yang kuat dan sehat. Siswa perlu sehat dan kuat dikarenakan besok di tempat pekerjaan badan yang sehat dan kuat sangat dibutuhkan dalam perusahaan.

Latihan disiplin siswa dimulai dari apel siang pada pukul 13.00 WIB. Sesudah apel siang, para peserta didik di bubarkan dari barisan dan di ambil alih oleh para TNI. Akhirnya, kelas saya diampu oleh TNI yang tidak terlalu galak. Kami di beri tahu cara melakukan hormat yang benar dan istirahat di tempat dengan benar. Kami di beri makanan oleh anggota OSIS pada pukuL 15.00 WIB. Setelah istirahat, kami melakukan tugas yang di berikan oleh para TNI. Tidak lama kemudian bel di bunyikan, akhirnya kami berkumpul membentuk barisan. Pada pukul 16.00 WIB, kami di pulangkan. Saya bergegas mengambil tas dan langsung menuju parkiran untuk mengambil motor lalu pulang.

Tuesday, 29 August 2017

Cerita Pendek “Cerita Hidup Aku”


Apakah kamu tahu arti sebuah persahabatan? Ya benar, orang ketiga dalam kehidupan kita, selain orang tua dan saudara kita. Karena sahabat adalah orang yang sangat dekat dengan kita, layakna saudaran bahkan lebih dari sebuah saudara.
 
Cerita Pendek “Cerita Hidup Aku”
Cerita Pendek “Cerita Hidup Aku”
Iya memang benar, dilihat dari paragraf pertama tema cerita ini sudah terlihat jelas bahwa cerita ini bertemakan persahabatan. Cerita ini berawal dari saat saya naik kelas enam di Madrasah Ibtidaiyah, atau biasa dibilang Sekolah Dasar atau SD. Waktu itu adalah awal saya masuk sekolah setelah liburan kenaikan kelas dan waktu itulah saya pertama kali menyandang gelar kelas enam di Madrasah Ibtidaiyah. Pada saat itu saya masuk sekolahnya telat, hahaha… sungguh sangat memalukan. Mungkin pada hari itu adalah pertama masuk sekolah, bisa dibilang masih malas – malasnya masuk sekolah. Karena saya terlambat masuk spontan saat aku membuka pintu langsung disambut dengan suara ejekan yang keluar dari mulut teman – teman saya. Memang kejadian seperti itu sungguh sangat memalukan sekali, jika mental saya seperti mental kerupuk mungkin juga saya akan pingsan di depan teman – teman saya dan juga guru yang mengajar. Alhamdulillah mental saya seperti mental baja, jadi saya tidak jadi pingsan di depan teman – teman saya.

Karena keterlambatan ini saya kebagian tempat duduk disebelah belakang sendiri,  lagi – lagi di sebelah pojok. Nah… di sinilah cerita persahabatan ini dimulai. Pada saat itu saya duduk bersama seorang anak laki – laki dan di situlah kami saling berbincang – bincang tentang masalah persekolahan.

Kamipun sering berangkat sekolah bersama, pulang sekolah bersama, duduk pun satu meja, mengerjakan tugas di sekolah pun selalu diskusi. Walau tugas itu adalah tugas ulangan harian yang harus dikerjakan sendiri – sendiri bukan malah diskusi atau juga bisa disebut tugas perorangan. Kamipun sering mengerjakan tugas rumah bersama, les di rumah guru pun bersama.

Teringat waktu kita berangkat les bersama – sama menaiki sepeda satu. Waktu itu adalah waktu malam hari, kami di sini sama – sama suka keluyuran di malam hari. Entah kenapa kalau keluyuran di malam hari rasanya bebas atau free. Karena les di waktu itu dilakukan di malam hari. Kami pun tidak hanya punya niat hanya untuk berangkat les atau belajar saja. Tetapi kami punya niat ganda yaitu, mau berangkat les atau belajar dan mau pergi bermain juga.

Karena itulah kami sering berangkat les lebih awal. Karena kami sering menghampiri teman – teman yang lainnya. Kalau kami berangkat les sambil bersepeda. Disitulah kesenangan kami berdua, bisa belajar dan juga bisa bermain atau sekaligus bersenang – senang sekalipun. Walau merasa pusing dan merasa ngantuk sekalipun akan jadi hilang kebawa kegembiraan, keasyikan, dan kesenangan kami berdua saat bermain.

Di saat les itulah kami sering bercanda. Entah kenapa kami selalu bercanda selagi kami bersama, walau sudah ditegur berkali – kali sama guru les kami, bahkan sampai dimarahi habis – habisan sama guru les kami. Tetapi kami malah tidak kapok, bahkan sampai bisa – bisa kami tambah serius bercandanya sampai – sampai guru kami marah dan les pun dibubarkan. Dan tidak hanya guru les yang marah, tetapi teman – teman seperguruan kami juga ikut marah dan kesal kepada tingkah laku kami yang tidak sopan dan juga membuat gaduh atau rusuh orang lain. Dan teman – teman seperguruan kami kecewa malam itu tidak lagi les atau les tidak jadi diteruskan gara – gara guru lesnya marah, karena ulah kita berdua.

Monday, 28 August 2017

CERPEN “BERLIBUR KE BUKIT DAN KE PANTAI BOCOR”


Pada hari selasa setelah idul fitri tepatnya pukul 08.30 pagi, aku dan teman-teman berlibur ke bukit BRUJUL ADVENTURE PARK (BAP). Aku mempersiapkan makanan dan minuman untuk kami nikmati di sana. Sedangkan teman-teman ku mempersiapkan kendaran yang akan kami pakai. Pada saat itu aku tidak mempersiapkan kendaraan atau mengeceknya. Kami pun langsung berangkat.
 
CERPEN “BERLIBUR KE BUKIT DAN KE PANTAI BOCOR”
CERPEN “BERLIBUR KE BUKIT DAN KE PANTAI BOCOR”
Selama di perjalanan aku sangat kagum dengan keindahan alamnya. Jalannya yang berkelok-kelok dan naik turun seperti gelombang, sawahnya yang berjejer dengan rapi, dan suasana pegunungan yang sangat indah. Ternyata begitu besar keaggungan yang telah Alloh SWT berikan untuk kita semua.

Sampainya di bukit BAP kami mencari tempat untuk berteduh. Kebetulan hari itu cukup panas jadi kami harus mencari tempat yang nyaman untuk istirahat. Setelah menemukan tempat yang cocok, aku dan teman-teman langsung bergegas menuju sepeda gantung. Kami ingin menaiki tetapi terlalu banyak orang yang mengantri di wahana sepeda gantung. Kami pun tidak jadi naik, kami hanya berfoto-foto di dekat wahana sepada gantung. Kami pun berhenti berfoto-foto, selanjutnya kami semua makan dan menjalankan sholat dhuhur berhubung sudah masuk waktu sholat dhuhur. Setelah sholat kami pun melanjutkan perjalanan menuju PANTAI BOCOR. Tentu saja aku ikut permintaan mereka. Selama di perjalanan jalan terasa jauh dan ramai. Tak terasa kamipun sampai dan beristirahat di salah satu warung yang ada di sana.

Kami pun memesan makanan yaitu pecel dan es the. Kamipun makan-makanan itu bersama-sama. Setelah makan kami semua pergi ke tepi pantai untuk berfoto-foto. Kemudian melepaskan baju untuk bermain air dan bermain sepak bola bersama-sama. Tak rasa sudah masuk waktu sholat ashar, kamipun menjalankan sholat ashar secara bersama-sama di mushola yang ada disana. Kamipun ingin pulang karena waktu semakin sore. Di perjalanan aku sambil melihat ke kiri dan ke kanan setelah menempuh setengah perjalanan aku merasa ban belakang motorku seperti bocor. Aku dan teman yang berboncengan pun menepi untuk melihat teryata benar memang ban motorku memang bocor.

Aku dan temanku mendorong motor mencari bengkel tambal ban. Setelah cukup lama aku dan temanku mendorong motor, akhirnya aku menemukan bengkel tambal ban. Lalu aku menembelkan ban motor yang bocor itu ke bengkel itu. Aku dan temanku pun duduk menunggu beberapa saat. Kemudian tukang tambal ban berkata “ban dalamnya harus di ganti” aku pun menjawab “iya mas”. Setelah diganti ban dalam akupun membayar kepada mas tukang tambal ban. Lalu akupun melanjutkan perjalanan menuju rumah. Sebelum ke rumah aku menggantarkan temanku ke rumahnya. Sesampainya di rumah temanku aku di ajak untuk bertamu, tetapi aku tidak mau karena waktu menjelang magrib.

Friday, 25 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Surat Izin



Pada suatu hari, aku mempunyai teman yang namanya Nila. Nila orangnya berbeda dengan yang lain. Tingkah Nila ternyata lucu juga. Dia nekat memakai sandal jepit ke sekolah Galang, kakanya. Padahal ibunya sudah menasihatinya, “Nanti perginya pakai sepatu, ya Nil!" Kata ibu. Memang dari rumah dia sudah pakai sepatu, tapi pas sampai di halaman depan, dia langsung mengganti jadi sandal jepit warna biru, sepatunya dilempar ke depan pintu. Setelah itu lari sekencang-kencangnya ke jalan, takut ketahuan ibunya.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Surat Izin
Cerita Pendek (Cerpen) Surat Izin
Nila memang paling hobi pakai sandal jepit kemana-mana. Dalam acara apapun, dia selalu hadir dengan sandal jepit kesayangannya. Tapi kenapa Nila pergi ke sekolah kakaknya? Ternyata Nila dipaksa Galang mengantarkan surat ke wali kelasnya, memberitahu bahwa Galang terpaksa dengan sangat menyesal tidak mengikuti pelajaran hari ini. Awalnya Nila tidak mau, tapi setelah dirayu dengan cokelat kesukaannya akhirnya mau.

Pada saat istirahat, Nila masuk ke SMK Negeri 2 Kebumen, sekolah kakaknya. Dia mulai melangkahkan kakinya dengan sesantai mungkin agar tidak menarik perhatian anak-anak lain. Tapi akhirnya ketahuan juga, itu karena dia memakai kaos warna merah, yang sangat mencolok diantara yang lainnya. Ditambah sandal jepit yang dipakai terseret-seret, menimbulkan suara aneh yang menarik perhatian. Nila berlagak cuek, padahal dia sangat malu dan deg-degan.

Setelah tanya kesana-kesini, sampai juga Nila di kelas Galang. Tidak seperti hari biasanya, anak-anak sedang sibuk belajar fisika. "Halo, permisi, assalamualaikum bisa bertemu dengan wali kelas XI TP?  Tanya Nila pada salah seorang anak. "Hai Nila, apa kabar?" sapa Imron, salah seorang teman dekat Galang. Imron langsung melompat mendekati Nila. Nila pun menjadi pusat perhatian anak-anak lainnya. Karena jarang-jarang ada cewek cantik datang ke kelas mereka. Mereka menatap Nila tanpa berkedip.

Kemudian Nila bertanya, "Siapa diantara kalian yang jadi ketua kelas kelas ini?" Anak-anak saling berebut menjawab, "Saya!"  "jadi kalian semua ketua kelas XI TP?" lanjut Nila. "Ya!" jawab teman-teman Galang serempak. "Begini, kakak saya Galang, tidak bisa masuk sekolah hari ini, karena dia sedang sakit." Anak -anak semua kaget, "Sakit apa?" Tanya salah seorang dari mereka. "Nggak tau sakit apa, pokoknya dia sakit. Dia nggak ngasih tau sakitnya apa. Yang jelas dia sekarang sedang terkapar tak berdaya di tempat tidurnya. Mungkin ini gara-gara dia kemrin manjat pohon mangga tetangga disaat hujan lebat. Tentu saja batang pohonnya jadi licin. Tapi si Galang nekat manjat sampai tinggi banget. Sampai suatu ketika ada petir menggelegar, Galang terkejut dan kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh dengan keras ke tanah. Dia langsung pingsan nggak bisa bangun.” Jelas Nila cerita dengan terperinci kepada anak-anak sekelas. “Dan mungkin tangan dan kakinya patah." Tambah Nila. “Patah, kamu serius Nil?" tegas Imron.

Suasana semakin ramai, dan semakin banyak yang mengerubung. Padahal tadi anak-anak kelas Galang sedang sibuk belajar fisika, karena akan ada ulangan fisika. Tapi mereka lupa, karena tingkah Nila yang lucu.

Tiba-tiba, datang Ica dari arah kantor guru, dan kaget mendengar kabar tentang Galang. Ica adalah salah satu sahabat Galang. "Beneran Nil? Pantes aja dia berani nggak masuk sekolah, padahal sekarang ada ulangan fisika." ujar Ica. “Sebagai teman setia kita harus jenguk Galang, mungkin nanti sepulang sekolah." kata Imron. Anak-anak yang lain langsung setuju. “Nggak nyangka Galang bisa sakit juga.” ujar Ica.

"Iya jenguk aja, kasihan lho Galang. Hiburlah sedikit, mungkin penyakitnya akan cepat sembuh oleh kedatangan kalian. Apalagi kalau lalian bawa makanan yang enak, pastu Galang suka." ujar Nila dengan penuh semangat.

“Iyalah pasti kita kesana, tapi kamu bawa surat buat wali kelas kan? Soalnya nanti pasti ditanya sama Mr. Hulk.” sebutan anak-anak untuk pak Simanjuntak, guru fisika yang berbadan gemuk, berkulit hitam, dan kepalanya botak tengah yang sangat suka marah-marah. Nila segera menyerahkan surat yang dibawa sejak tadi. Setelah itu, ia permisi dan pulang.

Sunday, 6 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Sepeda Roda Cinta


Bel tanda pelajaran usai telah berbunyi, semua siswa berhamburan berlari meninggalkan ruang kelasnya. Di sudut kelas XI A nampak berjalan bergantian dengan tertibnya. Begitupun dengan Andi dan Luna, yang semasa kelas VII hingga sekarang selalu bersama. Raut wajah Luna pun menandakan bahagianya, dia bisa berbincang dengan Andi sahabat karibnya. Senyum kebahagiaan terlihat di wajah Andi yang tak hentinya memandang mata Luna yang tengah berkaca-kaca, seakan-akan ingin mengucapkan sesuatu kepadanya. Dengan terlihat sedikit menghentikan langkah, Luna pun berkata, “Eh, Andi gimana tugas yang tadi? Andi pun terbingung-bingung karena bapak dan ibu guru tidak memberi mereka tugas hari ini. Dengan tersipu malu Luna pun  tersenyum karena rasa geroginya saat berada di dekat Andi.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Sepeda Roda Cinta
Cerita Pendek (Cerpen) Sepeda Roda Cinta
“Kamu ada-ada saja Lun, tadi kan tidak ada tugas” Andi pun terheran-heran. Luna tersenyum sembari memalingkan wajahnya pada Andi. Setibanya di tempat parkir mereka berhenti sejenak untuk mencari sepeda yang mereka taruh di tempat itu. Waktu menunjukkan pukul 15:00 sore, Andi dan Luna belum juga meninggalkan sekolah. “Lho, kok kalian belum pulang?” Tanya Bu Indah dari depan pintu ruang guru yang tidak jauh dari tempat parkir. “Ini Bu, sepeda Andi entah dimana, kita udah cari tapi belum juga ketemu, apa ibu melihatnya bu?” Tanya Luna kepada Bu Indah guru matematikanya. “Sepertinya tadi dibawa Pak Rahmat, pak bon sekolah kita “ Sahut Bu Indah.
           
Sambil menunggu sepedanya kembali, Andi dan Luna berbincang tentang keseharian mereka, dengan penuh canda tawa mereka terlihat saling melengkapi satu sama lain. Terdengar dari kejauhan suara sayup-sayup dari Pak Rahmat, “Hei Andi ini sepeda kamu, tadi bapak pinjam tapi tidak bilang kamu dulu, maaf ya Andi” Pinta Pak Rahmat. “Oh iya Pak, gak papa, gak masalah.” Kemudian Andi dan Luna pulang bersama meninggalkan sekolah. Saat di perjalanan mereka mengobrol berdua tanpa menghiraukan padatnya arus lalu lintas di sepanjang perjalanan. Nampak raut wajah suka cita terlukis di wajah Andi, Luna pun bertanya pada Andi, “Andi, kok senyum-senyum sendiri? Kenapa?” Andi pun agak terkejut seakan-akan terlihat sedang memikirkan sesuatu. “Eh, gak papa kok Lun, aku seneng aja bisa kenal kamu, baik, perhatian, humoris, cantik pula,heehehe,,,,” Ledek Andi pada Luna. “Hmmm.. ada-ada saja kamu” Jawab Luna.
           
Tak terasa hampir tiga puluh menit bersepeda, mereka menuju jalur ke rumah mereka masing-masing untuk kembali pulang, karena jalan untuk ke rumah mereka berbeda arah. Sesampainya di rumah, mereka mengerjakan tugas masing-masing, dan juga mengobrol lewat sosial media, Whatsapp maupun BBM. Selayaknya remaja yang sedang jatuh cinta merekapun tersenyum dan tertawa saat membalas chat satu sama lain.
           
Keesokan harinya, merekapun berangkat sekolah. Saat di kelas Andi dan Luna mengobrol dan mengikuti jam pembelajaran dengan aktif dan suka hati. Mereka belajar bersama, berdiskusi bersama dan mengerjakan tugas bersama-sama. Teman-temannya pun senang melihat kekompakkan mereka. Berkat kerja keras, kelompok mereka bisa mendapatkan nilai yang bagus. Kini Andi dan Luna serta teman sekelasnya berganti pakaian olahraga untuk mengikuti jam pelajaran Penjaskes. Pak Nono, itulah sapaan akrab dari para siswa untuk guru olahraga yang humoris dan lucu ini. Beliau menjadi guru favorit para murid, sebab karena sifatnya yang ceria, menghibur dan seperti tidak pernah marah pada siapapun. Olahraga merupakan pelajarn favorit para siswa, terlebih anak laki-laki yang terus ngotot untuk bermain sepak bola pada waktu jam pelajaran ini.

Wednesday, 2 August 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) RIDHO KYAI


Penjara suci, tempat dimana sekarang aku tinggal, tempatku belajar dengan dengan segala aturan yang ada, orang lain sering menyebut dengan nama pondok pesantren. Namaku Tofiq, sudah lebih dari 4 tahun aku di penjara ini, selama itu pula aku belajar memahami apa yang diajarkan disini, berusaha ta’dim pada romo kyai.
CERITA PENDEK (CERPEN) RIDHO KYAI
CERITA PENDEK (CERPEN) RIDHO KYAI

Berkat itu pula aku bisa dekat dengan romo kyai walaupun dekat dengan romo kyai  aku tidak terlalu pintar tentang agama untuk ukuran santri-santri yang sudah lama mondok, maklum saja aku tidak terlalu paham dengan apa yang diajarkan disini. Hal ini berbeda dengan temanku yang sama–sama dekat dengan romo kyai, walaupun dia baru mondok sekitar dua tahun dia dengan cepat memahami apa yang diajarkan di pondok ini. Namanya Fiky dia termasuk teman dekatku, namun dia berbeda denganku atau santri yang lain. Dia sering ikut perlombaan debat pembahasan kitab, sebagai perwakilan pondok pesantren kami.

 Banyak santri lain yang iri padanya, karena dia santri baru yang bisa langsung dekat dengan romo kyai dan juga bisa langsung memahami apa yang diajarkan. Romo kyai juga terlihat simpati padanya, ia sering dipanggil ke rumah pak kyai atau kami biasa menyebut ndalem, dia sering membaca kitab-kitab milik romo kyai ataupun sekedar berbincang santai. Padahal hal semacam  itu adalah kesempatan yang tidak semua santri bisa dapatkan. Aku juga sering berbincang dengan romo kyai tetapi tidak sampai bisa membaca kitab-kitabnya, aku lebih suka mengobrol dengan putrinya yang bernama Ainul. Ainul termasuk idola di pondok ini selain dia adalah putri dari romo kyai dia juga berwajah cantik dan sholehah.

 Banyak santri yang mengidamkan bisa melamarnya tetapi dia sangat tertutup dan hanya mau mengobrol dengan yang sudah akrab saja. Berbeda dengan Fiky karena dia sering berada di rumah romo kyai dia bisa langsung akrab dengan Ainul, walaupun Fiky terlihat acuh pada Ainul tetap saja itu menyebabkan kecemburuan santri lain, tetapi sepetinya Ainul menyimpan rasa pada Fiky. Pernah aku tanyakan hal ini, “ Apakah kamu menyukai Fiky ?” dia hanya tertunduk diam dan tidak mengatakan apapun, tapi saya tau jawabanya pasti iya karena pipinya berubah merah dan raut mukanya terlihat malu. Fiky sering berada dirumah romo kyai bersamaku sebagai abdi ndalem yang melayani apapun kebutuhan dan perintah romo kyai.

Akhir-akhir ini Fiky terlihat jarang berada di area pondok padahal biasanya dia selalu berada di pondok dan keluar hanya untuk membeli kebutuhannya. Sekarang Fiky juga jarang membaca kitab-kitab milik romo kyai, dia juga lebih sering keluar entah kemana sampai-sampai romo kyai pernah bertanya padaku, “ Tofiq, dimana Fiky kok sekarang jarang terlihat, apa kamu tau dimana dia?” walaupun hanya pertanyaan seperti itu saya sudah paham apa maksudnya, saya bergegas pergi ke asrama putra dan meminta salah satu santri untuk memata matai Fiky, kemana dia sering pergi akhir-akhir ini. Setelah beberapa hari aku mendapat laporan bahwa Fiky sering pergi ke danau bersama seorang wanita. Aku tentu saja tidak percaya, mana mungkin Fiky berduaan dengan wanita yang bukan muhrimnya. Sesegera mungkin aku menyelidiki hal ini, kebetulan sore itu fiky sedang berjalan keluar, langsung saja aku ikuti, ternyata benar dia peergi ke danau untuk menemui seorang wanita yang menurutku asing wajahnya.