Monday, 29 May 2017

Aturan Angka Penting



Aturan Angka Penting perlu kita pahami jika kita ingin mempelari ilmu fisika. Kita ambil contoh misalnya kita melakukan pengukuran benda dengan mistar. Misalnya kita telah mengukur dan hasilnya adalah panjangnya dalam tiga angka penting, yaitu4,35 cm.
 
Aturan Angka Penting
Aturan Angka Penting
Dua angka pertama yaitu empat dan tiga ialah angka eksak. Kenapa angka empat dan tiga disebut angka eksak? Jawabanya karena bisa dibaca dalam skala. Sedangkan satu angka terakhir yaitu angka lima ialah angka taksiran. Kenapa angka lima tersebut disebut angka taksiran? Jawabannya adalah karena angka lima itu tidak bisa kita baca pada skala, akan tetapi hanya bisa kita taksirkan. Dari contoh tersebut maka dapat kita tuliskan bahwa angka penting ialah semua bentuk angka yang didapat dari hasil pengukuran, yang terdiri atas angka eksak dan satu angka terakhir yang diragukan atau ditaksir.

Kita akan ambil contoh lagi misalnya ujung benda dekat pada tanda 4,3 cm, maka kita harus melaporkan hasil dari pengukuran menjadi 4,30 cm. Angka nol tersebut adalah termasuk angka peting sebab angka nol itu menyampaikan suatu informasi. Berikutnya, semua angka yang bukan nol yang didapat dari hasil pengukuran adalah termasuk angka penting.



Kita sekarang misalnya akan menuliskan dengan tiga angka penting. Maka kita bisa menuliskan panjang suatu benda ialah 4,35 cm, bisa juga kita menuliskan 43,5 mm, bisa juga kita menuliskan 0,0435 m, atau bisa juga kita menuliskan 0,0000435 km. Pada setiap bilang-bilangan itu ialah ekivalen, dan masing-masing angka tersebut adalah memiliki tiga angka penting. Memindahkan suatu titik desimal dan merubah awalan satuan tidak mempunyai pengaruh dalam ketelitian bilangan.

No comments:

Post a Comment