Friday, 27 October 2017

Cerpen “Siapa Yang Menanam Dialah Yang Memanen”


Jangan takut berbuat baik kepada sesama, karena perbuatan baik yang kita lakukan suatu saat akan bermanfaat pada kita sendiri. Itulah pelajaran yang aku dapatkan dari kisah seorang nenek penjual gorengan.
 
Cerpen “Siapa Yang Menanam Dialah Yang Memanen”
Cerpen “Siapa Yang Menanam Dialah Yang Memanen”
Wajahku berubah cemberut saat nenek penjual gorengan itu datang ke warung ibuku. Dapat aku tebak ibuku pasti akan memborong habis gorengannya, tanpa satu patah kata pun keluar dari bibirnya. “ibu harus bisa membedakan dong, antara berbisnis dan beramal!” ujarku saat itu juga.” Coba ibu lihat, tidak semua gorengan nenek itu akan habis, dan kalau sudah tidak laku ujung – ujungny kita pasti akan membuangnya, “protesku lagi. “apa tidak sebaiknya nenek itu menitipkan barang dagangannya pada kita, kemudian kalau ada sisa yang tidak laku dia bisa membawanya pulang?” aku masih berusaha keras menggurui ibuku yang hanya melihatku bicara  sambil tersenyum.

Setelah mendapatkan uang dari ibu, si nenek langsung masuk warung ibuku yang  berada tepat di sebelah rumahku. “Cu, tolong ambilkan gula setengah kilo, beras 2 liter, teh dua dan permen coklat satu untuk cucuku.” Aku mengambilkannya, namun sikapku sama sekali tidak merasa senang. Mungkin karena aku masih kesal pada nenek itu. Setelah membayar si nenek pun pergi dari warung ibuku. Tak aku duga ibu sudah duduk di belakangku. Beliau tersenyum dan mengajakku untuk duduk di kursi yang terletak  di teras warung.

“Kamu tahu kenapa selama ini ibu berbuat baik kepada nenek penjual gorengan itu?’’ aku bingung sambil menggelengkan kepala dan menjawab tidak.” Dua tahun yang lalu ketika si nenek masih kaya, dia suka memborong makanan di warung ibu. “ibu bercerita dengan membayangkan masa lalu itu.” nenek itu setiap hari pasti mengantarkan cucunya pergi ke sekolah di depan warung kita dia memarkirkan mobilnya, dan sesudah cucunya masuk kelas dia akan datang ke warung ibu lalu membeli makanan dalam jumlah yang sangat banyak untuk dibagi – bagikan kepada ibu – ibu yang sedang menunggui anak–anaknya bersekolah.

Menurut  cerita, si nenek ia juga akan menengok siapa saja yang sakit baik tetangganya yang dekat rumahnya ataupun tetangga yang jauh dari rumahnya. Saking baiknya si nenek, kalau memborong makanan ia tidak pernah mau mengambil uang kembaliannya. Terkadang ibu sampai merasa malu dengan si nenek.  Dari situ ibu dapat menilai bahwa nenek itu nenek yang sungguh dermawan.”

Tetapi suatu hari si nenek yang dermawan itu tiba- tiba menghilang. Entah kemana nenek itu pergi. Selama beberapa bulan  ibu tidak melihat nenek itu lagi. Ibu mengira kalau nenek itu sakit atau pindah rumah. Karena itu ibu mencari tahu dengan bertanya-tanya pada ibu – ibu yang sedang menunggui anak – anak mereka di sekolah. Dan memang benar ada masalah dengan kehidupan si nenek itu. Ibu – ibu bercerita kalau perusahaan putra nenek itu sedang terjadi masalah, tetapi masalah apa mereka tidak tahu.”

Hingga suatu hari ada seorang nenek yang sudah tua renta, bungkuk, kurus, dan kumuh datang kewarung ibu dengan membawa gorengan dipunggungnya. Sekilas ibu tidak mengenalinya. Tetapi setelah ia mendekati dan menawarkan dagangannya kepada ibu, ibu baru sadar kalau dia adalah si nenek yang dermawan. Nenek yang tadinya naik mobil, saat itu hanya mengendarai sepeda tua. Ibu pun bertanya kepada nenek itu “nenek darimana saja, ko tidak pernah kelihatan kemarin – kemarin? lalu nenek itu bercerita kalau perusahaan putranya terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan dan telah tertipu oleh perusahaan asing yang pernah bekerja sama dengan perusahaannya. Sekarang nenek itu berjualan gorengan  membantu putranya mencari uang untuk kehidupan sehari – hari. Sedangkan putranya mencari uang menjadi tukang sol sepatu berkeliling.

Saturday, 16 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Cinta dari Lubuk Hati”


Pada suatu hari aku sedang tidur dengan enaknya. Tiba-tiba ada jam beker berbunyi. “Kring kring kring”, jam bekerku berbunyi. Aku bergegas bangun untuk segera mandi. Hari ini memang hari yang berbeda. Ya… tentu saja, hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah setelah libur semester I ke sekolah baru aku. Aku berpindah sekolah karena pekerjaan ayah ku yang menuntut untuk kita sekeluarga berpindah tempat tinggal. Ayahku di tugaskan bekerja di luar kota.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Cinta dari Lubuk Hati”
Cerita Pendek (Cerpen) “Cinta dari Lubuk Hati”
Tepat pukul 06.30 aku segera berangkat sekolah ke sekolah baru aku. Aku berangkat dengan di antar oleh ayahku. “Ozza.. kamu sudah siap ke sekolah barumu nanti kan?” Tanya ayah kepadaku. Ozza adalah nama panggilan ku sejak kecil. “iya yah, pasti yah!” jawabku penuh semangat.

Sesampainya di sekolah, ayahku menemui kepala sekolah di ruang kepsek. Aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Tidak lama kemudian ayahku keluar dan berpamitan pulang kepadaku. Upacara bendera sudah di mulai. Tapi aku tidak berdiri di barisan teman-teman ku. Aku menunggu di lobi sekolah. Tak lama kemudia upacara telah usai. Aku diantarkan oleh kepala sekolah ke kelas baruku, hatiku berdebar rasanya ketika akan masuk kelas baruku. “Selamat pagi anak-anak... hari ini kalian akan mendapat teman baru, dia pindahan dari SMK N 2 MERAH PUTIH, sIlahkan Ozza” sapa pak kepsek padaku, sinambi menyuruhku memperkenalkan diri. Aku menarik nafas panjang untuk membuat rileks suasana hatiku. “Pagi teman-teman, perkenalkan namaku Wirawan Putra Oriza. Aku biasa di panggil Ozza, aku lahir di Kebumen 27 februari 1998. Aku tinggal di jalan anggrek no.5. Aku harap kita bisa menjadi teman akrab untuk kedepannya. Demikian perkenalan dari ku, kurang lebihnya mohon maaf.” Hati aku masih berdebar, aku takut apabila teman baruku tidak menyukaiku. “Nah nak Ozza, Silahkan duduk di kursi itu,” kata pak kepsek padaku. “Terima kasih pak” jawabku halus.

“Hai ozza, selamat datang yah, kenalin nama aku Leonanda, kamu bisa panggil aku Leo”, Sapa lelaki tinggi, berkulit sawo matang, dengan rambut yang lurus potongan mohak itu, dia sangat gagah dan keren. “Terima kasih Leo, senang bisa berkenalan denganmu, kamu teman pertama yang aku kenal di kelas ini”  jawab ku dengan senyum riang gembira.

Akhirnya bel istirahat berbunyi, aku dan Leo pergi ke kantin bersama. Pertemananku dengan Leo semakin erat, hari-hariku disekolah sangat menyanangkan. Teman-temanku sangat baik padaku. Kelas kami sangat kompak. Aku sangat bahagia dan merasa beruntung berada diantara mereka.

Hari ini terasa sangat panas, terik matahari serasa membakar dan mendidihkan isi kepalaku yang penuh dengan angka-angka setelah ulangan matematika. Apalagi suasana kantin yang penuh sesak ketika jam istirahat seperti ini, membuat kepalaku yang sudah mendidih serasa hampir meledak. Aku memilih untuk pergi ke perpusatakaan, kuharap suasana perpustakaan yang sejuk dan tenang akan membuat aku merasa nyaman. Kutelurusi deretan rak buku sains untuk mencari buku biologi, “ah... akhirnya ketemu juga..” gumamku. Kubawa dua bendel buku biologi tebal ditangan kiriku dan satu jurnal biologi yang sedang kubaca ditangan kananku. Brukkk... tiba-tiba tubuhku jatuh terlempak ke lantai keramik putih yang sudah mulai usang. “apa-apaan ini!” teriakku spontan. Tanpa kusadari aku sudah menjadi pusat perhatian seluruh pasang mata pengunjung perpustakaan siang itu, spontan saja aku langsung mencaci orang yang menabrakku tanpa melihat orangnya ternyata.. Wow... sontak hatiku terkejut. Dia adalah Farah cewek tercantik dan anggun di sekolahku, dan aku pun sudah mengagumi nya sejak lama. Farah membantuku membawakan buku ke kelas. Kami pun sempat ngobrol-ngobrol sedikit. Farah tidak hanya cantik tetapi juga sopan dan baik. Hatiku berdebar tak tentu, apakah mungkin aku menyukainya?? Oh aku bingung.

Setelah kejadian itu tentu saja aku langsung menceritakan pada sahabatku, Leonanda dan Leo pun tersenyum mendengar ceritaku. Tapi saat aku mengatakan pada Leo bahwa aku menyukai Farah, Leo terlihat sangat terkejut. Mungkin saja dia tidak percaya bahwa cowo yang terlihat masih ke kanak kanakan sepertiku bisa jatuh cinta.

Beberapa hari aku merasa ada yang berbeda dengan Leo. Leo selalu menghindar dan berusaha mengalihkan pembicaraan saat aku sedang membahas Farah. Sungguh aku tak tau, mungkin saja Leo memang tidak suka membahas tentang cewek. Dia memang di segani di kelas selain Leo ketua kelas, Leo juga orang yang tegas dan bijaksana. Maka dari itu teman-temannya begitu segan padanya.

Di suatu hari sepulang sekolah tiba-tiba Farah datang menghampiriku “Hai ozza, nanti sore ada acara gak?” Tanya Farah padaku. “Hai juga Farah nanti sore aku free kok gak ada acara, memangnya ada apa tumben nanya begitu?” Sahutku. “Gini loh za, nanti sore aku mau beli buku di toko buku, kalau kamu gak keberatan, kamu mau gak nemenin aku? Denger-denger kamu kan suka baca buku, jadi siapa tau ntar bisa bantu cari buku yang bagus buat aku, itu ya kalo kamu gak keberatan sihh?”. Dalam hatiku berkata, seakan tidak percaya “Hahh?? Farah ngajakin aku jalan, badanku udah kaya di samber geledek, tentu saja aku nggak nyia nyiain kesempatan ini. Aku pun menjawab “Aku ngga keberatan kok Far, ya udah nanti sore jam 16.00 aku jemput kamu yaa di taman deket rumahmu” Kataku sambil tersenyum dan melambaikan tangan.

Hari ini aku benar-benar bahagia, aku tak lupa menceritakan kebahagiaan ku ini pada Leo sahabatku, tapi seperti biasa, Leo hanya tersenyum mendengar ceritaku dan berusaha mengalihkan pembicaraan. Tak terasa sudah pukul 15.30, aku langsung mandi dan bersiap untuk menjemput Farah di taman dekat rumah nya. Sesampaiya di sana ku lihat Farah sudah menunggu. “Hai Far maaf yaa.. baru sampai tadi bantu ibu dulu di rumah” sapa ku padanya. “ohh iya gak papa kok za, lagi pula aku juga baru saja menunggu, ayo kita langsung jalan” jawab Farah dengan senyum manisnya

Sesampainya di toko buku, Aku dan Farah pun langsung memilih-milih buku yang telah tersusun rapi di rak buku di toko tersebut. Nah ini buku yang ingin ku cari fikirku, langsung saja ku ambil bukunya. Tapi tanpa sengaja Farah juga mengambil buku itu secara bersamaan dengan ku. “Ozza maaf ya, aku ngga sengaja pegang tangan kamu” ucap Farah sambil tersipu malu. “Oh iyaa gak papa Far lagi pula aku juga ingin mengambilkan buku ini untukmu” jawabku sambil tersenyum. “Makasih ya Ozza” jawabnya. Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 kami pun pulang ke rumah.

Malam ini terasa sangat spesial buatku, Pasalnya hari ini sangat membuat hatiku bahagia. Pikiranku tak pernah lepas dari sosok Farah. Dari pada hatiku bimbang tak tentu seperti ini, mendingan ku ungkapkan saja perasaan ku kepada Farah. Langsung saja ku ambil telefon genggam ku. Ku buka telefonku dan mulailah mencari kontak telefon Farah, tak berapa lama akhirnya kutemukan kontaknya, Lalu ku telefon dia. “Halo Far selamat malem” kumulai bicara. “Halo Ozza selamat malem juga, ada apa ya za? Tumben  sudah malem begini telefon” jawabnya penasaran. “Jadi begini Far, mungkin ini terlalu cepat buat kamu, namun aku pikir ini waktu yang tepat Far, jujur aku sayang sama kamu, aku suka sama kamu Far, kamu mau ngga jadi pacarku?” Farah pun terdengar kaget mendengar ucapanku itu. “Bisa ngga za aku minta waktu buat jawab, besok sepulang sekolah kita ketemu ya di taman sekolah, gimana za? aku ngga bisa jawab sekarang”. Jawab Farah. “ya udah deh kita besok bertemu di taman sekolah, aku harap kamu menjawab dengan kejujuran hati kamu. Ya udah.. aku mau belajar dulu “... Selamat malam farah” Jawabku mengakhiri pembicaraanku dengan Farah.

Friday, 15 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “SEKOLAH SANGAT MENYENANGKAN”



Namaku Billy amara gana vaozi,biasa dipanggil billy. Aku merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan berasal dari keluarga yang sederhana umurku sekarang 16 th. Sekarang aku bersekolah di SMK NEGERI 2 KEBUMEN, Kelas sebelas TKBB 2.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “SEKOLAH SANGAT MENYENANGKAN”
CERITA PENDEK (CERPEN) “SEKOLAH SANGAT MENYENANGKAN”
Setelah lulus dari SMP pasti akan melanjutkan sekolah ke sekolah yang lebih tinggi bukan?, begitu juga dengan saya,setelah lulus dari smp saya mendaftar sekiolah di smk n 2 kebumen, aku mendaftar di jurusan bangunan.

Hari pertama saya mendaftar saat itu aku bersama ibu saya, saat pertama kali melihat sekolah yang begitu besar aku terkejut,karena belum pernah melihat sekolah yang besar, pendaftaran dimulai pada pikul 08.00. Aku dan ibuku mengantri di paling depan, untuk melakukan tes fisik di suatu ruangan, dan aku di tes dari tinggi badan, berat badan, bertato atau tidak, bertindik atau tidak. Alhamdulillah saya lulus uji dari tes fisik. Kemudian lanjut untuk mengumpulkan data data dari ijasah sementara, kartu keluarga dan lain-lain. Lalu ke wawancara siswa dan wali murid disana di tanya banyak hal. Akhirnya hari pertama mendaftar selesai.

Mendaftar sudah tinggal memantau jurnal, tergusur atau tidak. Aku mendaftar di smk n 2 mengambil jurusan teknik konstruksi batu dan beton karena di suruh dari orangtuaku. Banyak teman ku dari smp yang juga mendaftar di sekolah itu. Setelah menunggu beberapa hari akhirnya pengumuman penerimaan peserta didik baru di smk n 2 kebumen di umumkan, dan alhamdulilah saya di terima.

Setelah di terima di smk n 2 kebumen yaitu mengukuti masa orientasi siswa. Hari pertama MOS di suruh berangkat lebih awal pukul 06.30 harus sudah ada di sekolah. Saat itu aku berangkat masih di antar oleh orangtua dan pulang juga sore sekitar pukul 04.00, Hari pertama terasa sangat lelah,karena belum terbiasa. Begitu terus sampai empat hari. Ditambah dengan Latian dasar kedisiplinan yang di latih oleh TNI langsung selama tujuh hari yang isinya latiah peraturan baris berbaris dan melatih kedisiplinan.

Pada saat itu di akhir latian ada perlombaan yaitu perlombaan PBB dan yel-yel wajib dari smk n 2 kebumen. Pada saat lomba kami mendapat nomer undi yang terakhir jadi kami bosan menunggu di panggil. Agar tidak bosan kami melakukan latian apa yang akan di tampilkan. Latian dengan semangat. Tidak lama kemudian kami di panggil untuk menampilkan, saat dalam perlombaan kami ada salah sedikit karena mungkin kami kelelahan, dan akhirnya kami kalah dari perlombaan itu, tetapi bagi kami kalah menang itu biasa.

Banyak hal yang aku dapatkan dari latihan dasar kedisiplinan, menjadi lebih disiplin dan menghormati orang yang lebih tua, dan masih banyak lagi hal yang aku dapat. Kelas di bagi aku mendapat kelas di bangunan dua, teman baru semua baru, tetapi kami sudah akrab seperti sudah berteman sudah lama, bercanda, tertawa bersama.

Setelah kegiatan latihan dasar kedisiplinan selesai, semua siswa masuk sekolah seperti biasa mengikuti pelajaran seperti biasa. Aku berangkat sendiri saat itu menggunakan sepeda motor, saat itu hari senin dan upacara bendera aku agak telat saat berangkat. Aku hampir saja telat untung saja aku cepat sedikit kalao tidak mungkin aku sudah di hukum lari lapangan karena telat masuk sekolah.aku berlari kelapangan. Untuk mengikuti upacara bendera.setelah selesai semua masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran,pada saat pertama belajar mengajar yaitu perkenalan. Selama satu minggu dan pembentukan pengurus kelas. Saat pemilihan ketua kelas aku terpilih menjadi calon ketua kelas, tetapi saya tidak terpilih menjadi ketus kelas, teman saya lah yang akhirnya menjadi ketua kelas dia bernama Adi kurniawan.

Bersekolah sudah lebih dari satu bulan, dan ekstra kulikurer pramuka sudah mulai. Bagi kami pramuka sangatlah malas untuk mengikuti kegiatan tersebut, tetapi apabila tidak berangkat pramuka bisa tidak naik kelas karena nilai pramuka kurang. Pertama berangkat pramuka masih bersemangat, semua siswa berangakat, pukul 14.00 semua siswa kelas sepuluh di ambil alih utuk berbaris dan mengikuti apel,pada saat di bariskan kakak dewan menendangi kami karena baris kami lama. Kami merasa jengkel karena di tendang tendang tetapi kami tidak berani melawan. Pramuka di smk n 2 kebumen sangat lah bagus karena sangat lah keras pendidikannya makanan sehari harinya yaitu push up dan lari keliling lapangan, sangat bagus untuk melatih fisik dan mental.

Wednesday, 13 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Hari Pertama Sekolah”


Hari itu ialah hari dimana saya masuk sekolah. Saya merasa bingung karena teman dari SMP saya tidak sekelas dengan saya, mereka TP 2 dan lainnya. Sedangkan aku ada di TP 1 sendirian. Otomatis saya tidak ada lawan bicara. Jadi saya terasa planga-plongo. Hari pertama sekolah seperti biasa pasti ada MOS. Tapi di SMK N 2 Kebumen ditambah LDDS. Waktu itu saya hanya tau kepanjangannya, belum tahu apa yg dilakukan ketika LDDS. Dan ternyata LDDS itu hanya baris berbaris dari habis duhur hingga jam 4 lebih sore. Dan waktu pagi dilakukan MOS antara jam 7 sampai duhur. MOS di SMK N 2 Kebumen itu sangat membosankan. Selama 5 hari dari jam 8 pagi sampai duhur hanya duduk di aula mendengarkan orang berbicara. Sehingga banyak siswa yg ngantuk termasuk saya juga.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Hari Pertama Sekolah”
Cerita Pendek (Cerpen) “Hari Pertama Sekolah”
Pada waktu siangnya LDDS pun segera dimulai. Saya segera pergi ke WC untuk ganti pakaian olah raga dengan salah seorang teman saya. Akan tetapi di WC banyak sekali yg ngantri, sambil berfikir jika saya menunggu pasti saya akan terlambat mengikuti LDDS. Sehingga waktu itu saya dan teman saya mencari WC yg lain, akan tetapi kami hanya menemukan WC guru. Saya terus berfikir lagi “ganti di WC guru tidak ya?”. jika saya berganti di sini otomatis jika ketahuan akan dimarahi. Dengan sangat terpaksa kami pun masuk ke WC guru tersebut walaupun resikonya sudah saya fikirkan akan dimarahi jika ketahuan. Eh setelah beberapa saat, akhirnya benar-benar ketahuan oleh seorang pak guru entah itu guru apa saya belum tahu. Dia pun menasehati kami agar tidak melakukannya lagi.

Ketika kami sudah berganti, kami terus bergegas menuju ke aula untuk meletakan tas. Kemudian kami menuju lapangan. Sesampai dilapangan kami pun dibariskan oleh osis sesuai kelas masing masing. Waktu itu saya memang lagi tidak enak badan, badan saya merasa panas akan tetapi yang dirasakan saya bukan panas tetapi dingin. Kami dipanaskan terlebih dahulu beberapa menit. Setelah lama kemudian saya merasa tidak kuat, saya merasa dingin sekali padahal waktu itu cuaca sedang panas sekali. Pandangan saya lama kelamaan mulai memudar. Saya tidak dapat melihat dengan jelas. Yang ada hanya seperti sorotan cahaya semuannya putih dan ditambah kepala serasa bergoyang-goyang. Saya masih menahannya akan tetapi lama kelamaan saya tidak kuat. Saya masih dalam keadaan sedikit sadar. Dan saya meminta tolong kepada teman didekat saya, namanya Dakir untuk menuntun saya ke belakang. Akan tetapi saat menuju ke belakang saya pingsan. Tapi saya masih bisa merasakannya, saya dibawa pakai tandu ke bawah pohon. Setelah saya sadar saya diberi minyak kayu putih untuk dioleskan bagian badan tertentu. Dan saya duduk sambil menunggu tenagaku pulih. Sambil berfikir jadi seperti ini rasanya pingsan. 

Monday, 11 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “MENGGAPAI MIMPI”


Semua orang pasti berharap cita-cita dapat terwujud. Cita-cita yang diraih pasti berbeda-beda. Salah satunya ingin menjadi pemain sepak bola professional, dia lah Aveiro. Aveiro ingin sekali menjadi pemain sepak bola profesional seperti sang idolanya, yaitu Cristiano Ronaldo. Mungkin di dunia ini tak heran lagi dengan nama Cristiano Ronaldo. Ronaldo juga dikenal dengan nama CR7. Kemahirannya dalam memainkan sepak bola memuat penggemar sepak bola di dunia mengidolakannya.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “MENGGAPAI MIMPI”
CERITA PENDEK (CERPEN) “MENGGAPAI MIMPI”
Aveiro pun rajin berlatih sepak bola, yaitu ketika pulang sekolah pada sore hari. Dia selalu ingin tahu tentang trik dalam sepak bola. Pada suatu sore hari, ketika sedang latihan dia bertanya kepada sang pelatih. “Apa yang harus dilakukan agar cita-cita kita tercapai.” Sang pelatih pun menjawab “Kamu harus giat berlatih dan sungguh-sungguh.” Aveiro pun dengan tegas menjawab “Gitu ya pak, kalau begitu saya akan lebih giat dalam berlatih sepak bola.” Aveiro dan rekan timnya sangat rajin berlatih. Tim Aveiro cukup tangguh, hingga disegani banyak tim musuh. Macan Kenap FC adalah nama timnya, atau sering dikenal MKFC. Pada suatu kompetisi yang bergengsi yaitu Piala Dunia Antar Klub, tim MKFC dipanggil untuk mewakili Negara Indonesia. Mereka semua tak menyangka dengan hal ini. Negara Indonesia pun ikut bangga dengan adanya tim yang mengikuti Piala Dunia tersebut.

Mereka harus berjuang keras, karena tim yang mengikuti Piala Dunia ini bukanlah tim yang biasa-biasa saja, tetapi tim yang sudah sangat bagus. Antara lain yaitu Real Madrid, Juventus, Manchester City, Bayern Munchen, dan yang lainnya. Mereka akan bermain pada tanggal 6 Juni mendatang. Mereka akan bertemu wakil dari Inggris, yaitu Liverpool FC. Semua orang siap dengan pertandingan pertama mereka. Pada 1 Juni kami semua, 18 pemain, 1 pelatih dan 1 asistennya, Langsung menaiki pesawat menuju Stadion Santiago Bernabeu, Spanyol. Di dalam pesawat, kami berdiskusi untuk pertandingan pertama kami. Kami berdiskusi tentang siapa kaptennya? Dan apa formasi yang akan diterapkan. Setelah selesai diskusi, akhirnya yang menjadi kapten adalah Santos, dan formasinya 4-4-2. Pada 4 Juni kami latihan teknik di daerah lapangan Santiago Bernabeu. Waktu pun tiba tanggal 6 Juni, para pemain inti Aveiro dan yang lainnya pun bersiap-siap untuk pertandingan pertamanya.

Sekitar 10.000 penonton menyaksikan pertandingan kami, yang membuat para pemain demam lapangan. Pertandingan berlangsung dengan seru. Pada menit ke 16 gawang kami hampir saja kemasukan. Untung saja keeper kami dapat menepis tendangan dari Firmino yang sangat keras dan menuju ke pojok kanan bawah. Tim kami tak mau kalah, menit ke 39 umpan tarik dari Santos, sang kapten, diumpan ke dekat tiang gawang, kemudian Namreh sang pemain tengah menyundul dengan arah yang akurat, keeper musuh tak mampu menahan bola tersebut. Tim kami menang 1-0. Babak pertama selesai. Babak kedua dimulai, Aveiro dan kawan-kawan lebih bersemangat. Kapten tim musuh melakukan hell kick flick pada Jhon bek MKFC yang langsung tergocek, dia langsung menendang rendah kearah kiri gawang menjebol gawang tim kami. Skor 1-1 pada menit ke-83. Pada menit 91, hanya tinggal 2 menit lagi, Aveiro melakukan el elastiso pada kapten tim musuh yang segera saja tergocek jatuh, gawang kosong, Aveiro pun dengan mudah memasukan bolanya ke gawang. Peluit bunyi, tanda berakhirnya babak kedua. Tim kami menang 2-1.

Pada pertandingan kedua kami melawan tim yang sudah banyak sekali piala diraih tim tersebut, yaitu Juventus. Ini pertandingan yang sulit bagi tim MKFC. Setelah kick off, tim Juventus dipermalukan tim kami dengan gol yang sangat cepat di Piala Dunia itu. Hanya 17 detik kami sudah lebih unggul. Yang mencetak adalah Achong yang di beri umpan oleh Lutfi. Pada menit ke 43, Azmii, keeper tim MKFC menepis bola yang melayang keras keatas gawangnya. Babak pertama selesai.

Babak kedua dimulai dengan kick off dari tim Kami. Andi berlari kencang, segera aku mengumpan bola kepadanya, langsung kuberikan bola passing tinggi kepaadanya. Lalu Andi melakukan volley kencang, membuat bola mengenai tiang atas dan masuk kedalam gawang. Pertandingan pun selesai.

Semifinal pertandingan yang mengkhawatirkan, melawan Barcelona. Tim MKFC kejebol pada menit ke-40. Pada menit ke-80 tim kami mendapat hadiah penalti. Yang menendang adalah Namreh, sangat mudah baginya untuk mencetak goll. Sampai laga selesai skor tidak berubah 1—1. Tim kami pun harus menerima adu penalti. Tim kami akhirnya menang tipis dengan skor 5-4. Tim MKFC akhirnya masuk final. Final pada tanggal 7 Juli melawan sang tuan rumah, Real Madrid CF, tim yang legendaris. Kami senang sampai bisa masuk final. Apalagi saya bisa bertemu dengan sang idola, Cristiano Ronaldo, bisa bermain bareng, walaupun itu musuh. Kami menyiapkan pertandingan final tersebut semaksimal mungkin. Pertandingan pun segera dimulai. Jantung kami berdebar-debar dengan adanya teriakan penonton.Lebih dari 10.000 penonton berteriak.

Sunday, 10 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-Cita dengan Kerja Keras”


Namaku Rama putra biasa dipanggil Rama. Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan berasal dari keluarga sederhana. Pada saat aku berumur 7 tahun, aku selalu diajarkan oleh orang tuaku tentang arti kehidupan. Di dalam hatiku aku sering berkata “Betapa enaknya menjadi orang kaya, pasti aku akan senang sekali”, tapi orang tua selalu berkata “Bahwa dengan menuntut ilmu dan berusaha dengan sungguh-sungguh pasti apa yang kita inginkan tercapai”.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-Cita dengan Kerja Keras”
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-Cita dengan Kerja Keras”
Sewaktu ketika pada malam harinya aku diajak pamanku kerumahnya
Paman : “Rama besok minggu kamu ada kerjaan gak?”
Aku     :”tidak memang kenapa?”
Paman :”besok kamu kerumah paman ya?”
Aku     : “oke deh”

Keesokan harinya aku langsung pergi kerumah paman yang ada di jonggol. Tanpa pamit kepada orang tuaku pamanku langsung memintaku duduk di kursi, tanpa basa-basi paman langsung memberikan sebuah buku yang berjudul “Kisah Abu zar Al ghifari”. Didalam hatiku aku selalu bertanya untuk apa aku diberi buku ini? Setelah itu pamanku langsung menjelaskan bahwa Abu zar Al ghifari merupakan sahabat nabi Muhammad SAW yang memiliki ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki orang lain. Selain itu dia juga rajin dan soleh dan termasuk orang kaya dari para sahabat nabi Muhammad SAW. Dia dulunya orang yang sangat miskin tapi dia berusaha dengan sungguh untuk menjadi orang kaya dan sukses. Hartanya banyak sekali. Setelah pamanku cerita panjang lebar, bibiku datang.

“Rama! ibumu mencarimu kemana mana, dia naik pitam dan takut kalau kamu diculik orang” akupun langsung pamit pulang. Sebelum aku pulang, paman menyuruhku datang lagi besok setelah pulang sekolah.

Keesokan harinya setelah aku pulang aku langsung pamit kepada orang tuaku dan langsung ke rumah paman. Setelah sampai dirumah paman, aku langsung duduk disamping paman,

Paman : “kamu lulus smp kamu ingin melanjutkan dimana?”
Aku     : “aku ingin melanjutkan di SMA negeri 90 yang lebih dekat dengan rumah dan bisa menghemat biaya transportasi.”
Paman : “kau mau gak ngembala kambing?”
Aku     : “aku gak bias nggembala kambing, tapi aku akan berusaha”

Pada malam harinya setelah sholat magrib aku membaca buku Abu zar Al ghifari yang diberikan pamanku tempo hari. Setelah membaca buku itu aku merasa termotivasi, dalam hatiku aku berkata “memang betul pilihanku nggembala kambing pamanku kan nanti dikasih uang aku bisa nabung untuk keperluan sekolah”. Setelah seminggu atau sebulan bekerja aku diberi uang oleh pamanku dan uang itu aku langsung tabung untuk keperluan sekolah.

Saturday, 9 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Nasib Kota Yang Hancur”


Langit semakin mendung, awan meneteskan airnya, dan angin semakin kencang. Itu tanda bahwa badai akan datang. Semua orang di kota itupun kebingungan. Orang orang pada saat itu menuju ke Besmentnya masing masing, keluarga Salim salah satunya. Salim mempunyai adik bernama Pride. Mereka pun ketakutan dan menangis.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Nasib Kota Yang Hancur”
Cerita Pendek (Cerpen) “Nasib Kota Yang Hancur”
Salim dan Pride adalah anak dari seseorang pemimpin kota yang dermawan, dan suka menolong orang lain. Setelagh beberapa jam, ayah mereka yang bernama Bradley membuka pintu keluar sambil berkata kepada anak dan isterinya “Badai sudah reda.” Anak dan isterinya langsung segera keluar dari tempat itu. Mereka melihat bahwa gedung-gedung dan rumah-rumah termasuk rumahnnya hancur, hanya tersisa batang-batang kayu, dan atap rumah yang hanya pecahan-pecahanya. Banyak orang yang terluka dan juga tewas. Orang-orang merasa sedih, pada saat itu pula tim medis datang untuk mencari korban yang terluka dan hilang, dan juga memberi makan orang-orang yang kelaparan.

Pada saat itu Bapak Bradley sedang mengurusi kota dan isterinya karena terluka parah yang disebabkan karena ranting pohon yang jatuh dan menimpanya. Sebelum badai yang sangat besar datang, dan pada saat itu pula mereka menjadi miskin karena harta mereka yang hilang tersapu badai. Salim dan adiknya pun disuruh untuk mencari pamannya dan meneruskan sekolahnya bersama paman mereka yang disuruh oleh ayah mereka. Dan mereka pun bertemu dengan paman mereka yang bernama Paman Karim. Ia adalah adik dari Bapak Bradley. Saat bertemu dengan pamannya Salim berkata “Paman tolonglah aku, aku disuruh ayah untuk tinggal dan bersekolah bersama paman, Ayo kalian kerumahku, rumahku berada diseberang hutan sana.” Kata Paman Karim. Merekapun diajak menggunakan motor melalui hutan yang lebat tersebut.

Pada saat itu. Ada seorang penjahat yang mengikuti mereka dan menghadang mereka dijalan. Saat itulah mereka tidak tanggung-tanggung untuk mengeluarkan ilmu beladirinya untuk menjaga pamannya. Setelah beberapa lama mereka dapat menaklukan penjahat tersebut. Sang penjahat meminta ampunan dan makanan untuk  keluarganya yang kelaparan, karena pada saat itu paman membawa banyak makanan. Paman Karim pun mengampuninya dan memberi ia makanan, sambil berkata “Hai penjahat ambil makanan ini untuk keluargamu.” “Sunggu sangat mulia engkau tuan.” Kata penjahat tersebut dengan wajah yang muram.

Sesampainya dirumah Paman Karim. Disana mereka dibesarkan dan dirawat sampai lulus SMP. Setelah lulus SMP mereka didaftarkan di SMK terdekat, pada saat itu paman berkata. “Jadilah seperti buku pelajaran, jarang berbicara ataupun tidak pernah, tetapi menyimpan ilmu dan pengetahuan yang besar dan berguna untuk pembacanya. Kalian juga harus mempunyai teman yang hatinya lembut bukan penampilannya. Mereka pun langsung termotifasi setelah mendengar kan ucapan paman.

Pada hari pertama sekolah, salim dan adiknya bertemu dengan Alice. Ia adalah anak yang cantik nan pintar kata teman-temannya. Kata teman-temannya ia murid terpintar di Sekolah ini. Salim tidak tahu bahwa Alice itu anak yang pintar karena mereka berdua pada awal sekolah sampai minggu selanjutnya sakit demam yang cukup parah.

Friday, 8 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Pengalaman Sekolah Aku yang Mengesankan”



Pernahkah kamu pikirkan betapa indahnya masa-masa sekolah. Pastinya kamu pernah merasakan senang, sedih, kesal, dan marah bersama teman-temanmu. Tahun ini aku sangat bahagia sekali setelah 6 tahun bersekolah di Madrasah ibtidaiyah (MI) yang  ada dikampungku, akhirnya aku dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs). Berkat kerja keras dan selalu berdoa kepada Alloh dan juga ditambah doa dari orang tua serta orang-orang disekelilingku  aku dapat mengerjakan  ujian, dan alhamdulilah mendapatkan nilai ujian dengan hasil yang cukup memuaskan. Aku lulus dan dengan mudah dan dapat melanjutkan ke MTs.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Pengalaman Sekolah Aku yang Mengesankan”
Cerita Pendek (Cerpen) “Pengalaman Sekolah Aku yang Mengesankan”
Tapi sayangnya ada temanku yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ini dan ada juga yang tidak diterima di sekolah baru yang mereka impikan. Aku bersyukur sekali bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dengan sekolah yang aku impikan yaitu Madrasah Tsanawiyah negeri Kebumen 1. Pada saat aku mendaftar aku ditemani ayahku dan pada hari kedua aku bersama ayah juga melihat jurnal untuk memastikan apakah aku diterima disekolah itu.

Berangkat sekolah masih lama habis lebaran, aku memilih untuk dirumah saja agar bisa bantu bantu kedua orang tuaku. Akhirnya hari pertama masuk sekolah pun telah tiba, rasa takut campur senang pun aku rasakan. Pada pertama masuk sekolah aku melaksanakan MOS yang dibina oleh kakak-kakak seniorku yang ada disekolah itu. Rasa takut pun aku hilang setelah melihat teman baru dan berkenalan dengan mereka. Tapi setelah melihat kaka-kaka seniorku rasa takut itu muncul kembali  karena belum kenal  dengan kaka kelas. Saat melakukan MOS kira kira kami melakukannya dalam waktu 3 hari. Pada saat MOS terakhir itulah hari MOS yang paling menyenangkan, pada waktu itu tidak ada bentak-bentak dan juga marah-marah, dihari itu hanya ada lomba-lomba yang dilakukan antar kelas. Rasa senang pun tumbuh ketika hari itu kelas kami mendapatkan salah satu juara dari perlombaan yang dilombakan.

Pada saat masuk tahun ajaran baru, tenyata keadaan di MTs dan MI tidak terlalu berbeda jauh. Kita belajar seperti biasa, kadang dijelaskan guru, kadang disuruh mengerjakan tugas, ditanya oleh guru langsung, pokoknya tidak berbeda jauh lah. Yang berbeda hanya pelajarannya yang lebih banyak dan teman-teman baru, guru-guru baru yang menjadikan kita agar cepat beradaptasi terhadap kondisi dan tempat itu. Pada saat kelas tujuh hanya satu teman MI ku yang satu kelas denganku, temanku itu perempuan namanya nadia. Dikelas 7 itu penuh dengan lika liku, yang ada senang dan ada sedihnya juga. Singkat cerita akhirnya aku naik kelas 8 dan juga kelas 9.

Thursday, 7 September 2017

Cerita pendek (Cerpen) “Gara-Gara Game Online”


Pepno, seorang anak pintar yang gemar bermain game online. Ia tinggal disebuah perumahan dan mempunyai seorang adik bernama Lilan. Suatu saat setelah pulang sekolah.
 
Cerita pendek (Cerpen) “Gara-Gara Game Online”
Cerita pendek (Cerpen) “Gara-Gara Game Online”
“Bu, aku mau main.” Pepno melempar tasnya ke kamar dan segera keluar.
“Eh, makan dulu.” Ingat ibunya.
“Aku nggak laper.” Balas Pepno sembari berlari keluar.

Sejak sebuah warnet dibuka di perumahan tempat tinggal Pepno, ia kerap mendatanginya untuk main game online. Sebenarnya di rumah Pepno sudah ada internetnya dan bahkan lebih cepat. Tapi kata Pepno internet di rumahnya tidak kuat untuk main game online.

Seharusnya di usianya yang kelas Sembilan, ia harus fofus ke UN. Bukannya kerajinan main game online. Dulu saat SD kelas enam ia sering main playstation di dekat rumahnya. Orang tuanya sudah mengingatkannya untuk tidak main tapi tidak ia pedulikan. Beruntungnya umur playstation itu tidak lama. Dua bulan sebelum UN Pepno, playstation itu gulung tikar. Entah apa penyebabnya.

Kini ia kena virus game online. Kadang sampai lupa belajar dan menghabiskan uang sakunya. Virus game online sebenarnya juga mengenai Lilan, adik perempuannya. Lilan juga sering main game online di rumah. Namun ia masih sadar dan masih belajar untuk UN SD nya. Ia membatasi dirinya sendiri dengan tidak main game jika sudah maghrib kecuali saat hari Sabtu.

“Pepno, kamu sadar kan. Kamu sudah kelas Sembilan. Mbok ya dikurangi main gamenya.” Nasehat ibunya setelah Pepno pulang.
“Nanti aku belajar kok, Bu.” Elak Pepno.
“Iya, ibu tau. Kamu memang pandai, menurun dari ayahmu. Ndak belajar pun kamu bisa dapat nilai baik. Tapi kan boros, Nak. Uang sakumu selalu habis di hari Rabu.” Terang ibunya panjang.
Pepno terdiam mendengar nasehat ibunya. Ia berlalu meninggalkan ibunya tanpa sepatah kata. Ia menuju kamar dan membaca sekilas buku catatan biologinya.

Besok ada ulangan biologi. Tapi Pepno tidak belajar dengan sungguh-sungguh, seperti biasanya. Hanya membaca sekedarnya.
“Dapet berapa, Pep?” Tanya Ferdi teman sekelas Pepno seusai ulangan.
“Delapan setengah.” Balas Pepno cuek.
“Heran aku, kok kamu bisa dapat nilai baik padahal nggak belajar?” Pepno hanya mengangkat bahunya mendengar perkataan temannya itu.

Sepulang sekolah seperti biasa, Pepno langsung menuju warnet. Ia asyik tenggelam dalam gamenya. Saat pulang, ia berpapasan dengan ayahnya yang baru pulang mengajar.
“Darimana, Pep?” Tanya ayah di depan pagar rumah.
“Warnet.” Jawab Pepno singkat.
“Tuh, kan. Warnet lagi warnet lagi. Ayah harusnya prihatin dengan anak kita ini.” Sahut ibu dari teras.
“Biarkan saja, Bu.” Ayah mengedipkan sebelah matanya. Sepertinya dia memiliki rencana sendiri.

Tuesday, 5 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “HARGA SEBUAH KEJUJURAN”


Suara azan sudah terdengar dari tadi. Petanda waktu sholat subuh masuk. Seorang remaja masih saja membolak-balik badannya di tempat tidur. Gelisah, begitulah yang dia rasakan. Semenjak mendapat sms balasan dari operator dinas pendidikan di kotanya tengah malam tadi, badannya terasa lemas. Dadanya sesak, seperti dihimpit oleh batu besar. Dia dinyatakn tidak lulus Ujian Nasional (UN).
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “HARGA SEBUAH KEJUJURAN”
CERITA PENDEK (CERPEN) “HARGA SEBUAH KEJUJURAN”
Namanya Bagus Hidanyanto. Teman-teman sekolah biasa memanggil Bagus. Dia adalah sulung dari dua bersaudara. Ayahnya Bagus saat ini bekerja sebagai pegawai negeri sipil disalah satu dinas lingkungan pemerintah kota. Sedangkan Ibunya yang bernama Mutia adalah guru SD. Alfi adalah adik satu-satunya saat ini duduk di kelas dua SMP. Alfi Nur Latifah, demikian nama lengkapnya.

Bagus kembali memagut bantal guling dan menarik selimutnya. Empuknya spring bed dan hangatnya selimut tidak bisa membuatnya tidur nyenyak. Pikirannya selalu tertuju kepada balasan sms itu. Setiap buka sms itu, dadanya terasa sesak. Gelisah, cemas, tak enak hati, semua bercampur menjadi satu.

Dadanya semakin sesak ketika masuk sms dari kawan-kawannya yang menyatakan bahwa mereka lulus. Bagus hanya bisa tersenyum setiap sms yang masuk. Mereka juga bertanya bagaimana dengan dia.

Tak satupun sms dari kawan-kawannya yang dibalasnya. Termasuk sms dari Budi, kawan akrabnya semenjak SMP. Budi merupakan teman satu kelasnya di SMA. Setelah lulus dari SMP dulu, mereka barjanji untuk mendaftar di SMA yang sama. Meskipun mereka diterima di SMK yang sama, namun mereka berbeda kelas di kelas satu. Dan baru di kelas tiga mereka kembali satu kelas.

Perlahan Bagus bangkit dan duduk di samping tempat tidurnya. Pikirannya kembali berkecamuk. Bingung, apa yang harus ia katakan kepada orang tuanya. Bagaimana kalimat pertama yang harus diucapkannya. Takut, membayangkan kemarahan ayahnya. Sedih, membanyangkan wajah ibunya yang kecewa.

Dibukanya pintu kamarnya dan segera dia ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berwudu. Begitu lewat didepan kamar orang tuanya lagi-lagi pikirannya berkecamuk. Ahhh…wajah ibu yang sedih dan muka ayah yang merah menahan amarah, melintas di pikirannya.

Segera di tepisnya pikiran itu. Di dalam kamar Bagus memulai sholatnya. Berusaha untuk khusyuk. Namun sesekali itu terus mengganggu kekhusyukkan sholatnya. Setelah mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, Bagus pun menengadahkan kedua tangannya, berdoa kepada Alloh, terdengar lirih suaranya:

Ya Allah, Ya Rahman….
Di pagi ini, kembali ku hadapkan wajahku kepadaMU.
Telah Kau beri ketetapan atas diriku.
Meskipun Aku telah berusaha semaksimal mungkin.
Namun, Engkau sungguh mahakuasa atas segalanya.
Ketika Kau telah berucap Kun Fayakun.
Taka da seorangpun, atau sesuatu apapun yang mampu menghalanginya.
Ya Allah, Ya Rohim….
Aku hanya memohon kepadaMu, kuatkan hati ini untuk menerima ketetapanMu.
Sebagai mana Engkau kuatkan diriku untuk bersikap jujur dalam ujian.
Ku abaikan bantuan kawan-kawanku yang memberi contekan.
Ya….contekan jawaban…
Yang katanya berasal dari guru-guru kami.
Ya Allah, Ya Tuhanku….
Berikanlah kekuatan bagiku untuk menjelaskan semua ini kepada ayah dan ibuku.
Berikanlah kelapangan hati bagi mereka untuk menerima kegagalanku ini.
Perkenankanlah Ya Allah….
Amin….


Bagus kembali duduk di samping tempat tidurnya. Sesekali dia mengintip keluar kamar untuk melihat apakah orang tuannya sudah bangun. Pikirannya kembali menerawang. Kali ini dia mengingat saat menghadapi ujian nasional. Dia mendapatkan bisikan dari kawan-kawannya bahwa ada kunci jawaban di dinding kamar mandi sekolah. Beberapa temannya sudah mendapatkan kunci jawaban tersebut.

Bagus tidak menggubris hal itu, ia terus saja menggerjakan soal-soal yang ada di depannya. Satu persatu soal mampu dikerjakannya. Ketika dia mendapatkan soal yang sulit, muncul kebimbangan dalam hatinya. Ingin rasanya meminta kunci jawaban tersebut. Namun teringat nasehat guru ngajinya dulu ketika masih belajar di madrasah, bahwa keberhasilan yang di dapat dengan kebohongan tidak akan berarti apa, membuatnya mengurungkan niatnya itu. Nilai kejujuran itu masih tertanam dalam dirinya hingga saat ini.

Sesaat kemudian, Bagus merebahkan dirinya ke atas tempat tidur. Di pagutnya kembali bantal gulungnya. Selimutpun di tarik menutupi kaki hingga dadanya. Bagus tersenyum sendiri mengingat suatu kejadian yang menarik perhatiannya. Saat itu, seorang panitia ujian memasuki ruangan ujian untuk mengambil absen pengawas ujian. Panitia ujian itu berusaha mengajak pengawas ujian untuk berbincang bincang. Kesempatan itu di manfaatkan oleh kawan-kawannya untuk saling memberi contekan. Keberadaan panitia ujian itu seolah-olah mengalihkan perhatian pengawas terhadap perserta ujian.

Monday, 4 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “ZAMAN SEKOLAH”


           
Adzan Maghrib pun berkumandang. Fikri segera melaksanakan sholat maghrib berjamaah bersama Ibunya. Setelah melaksanakan sholat maghrib ia meminta doa kepada Allah agar dia kelak saat dewasa nanti menjadi orang shaleh dan menjadi orang yang sukses. Dia juga tidak lupa untuk mendoakan ayahnya yang telah meinggal saat Fikri masih kecil. Karena sejak saat itu Ibunya Fikri menjadi tulang punggung dengan bekerja sebagai Guru matematika di SMK.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “ZAMAN SEKOLAH”
CERITA PENDEK (CERPEN) “ZAMAN SEKOLAH”

Keesokan harinya, Fikri dan teman temannya berjanji untuk bermain sepak bola di lapangan depan perumahan mereka. “Ibu, Fikri izin bermain sepak bola dulu ya bu?.” Izin Fikri kepada ibunya. “Iya, kamu boleh bermain sepak bola asalkan, sebelum maghrib sudah sampai di rumah.” Jawab ibu kepada Fikri. “Iya, Fikri janji bu.” sahut Fikri kepada ibunya.

Fikri pun langsung pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai sepedanya menyusuri jalan perumahan yang basah karena hujan baru saja mengguyur tempat itu. Saat tiba di lapangan ternyata teman-teman Fikri sudah menunggunya sejak tadi. ‘’Itu dia si Fikri.” Kata Badu sambil menunjuk ke arah Fikri. “Oh, iya itu dia baru datang.” Kata Doni sambil melihat ke arah Fikri. Fikri melihat teman-temannya dari kejauhan, Fikri berpikir pasti teman-temannya tak sabar untuk bermain sepak bola bersama. “Maaf, aku telat sudah membuat kalian menunggu lama.” Kata Fikri minta maaf kepada temannya. “Iya Fik, tidak apa-apa lagipula kita tidak buru-buru mau bermain sepak bola.” Sahut Badu kepada Fikri. “Iya, benar kata Badu.” Sahut Doni. “Jadi kan kita bermain sepak bola?” tanya Fikri kepada teman-temannya. “Jadi, ayo kita bermain sepak bola!” seru Doni kepada teman-temannya.

Permainan pun berlansung dengan seru. Tiba-tiba Doni tidak sengaja menyenggol kaki kanan Fikri sehingga dia terjatuh. “Kamu tidak apa – apa kan Fikri?” tanya doni sambil membantu Fikri untuk berdiri. “Nggak apa-apa.” Jawab Fikri sambil menahan rasa sakit di kaki kanannya. “Sudah lebih baik, kita berhenti saja bermain bolanya.” Kata Badu kepada teman-temannya. “Fik, bagaimana kalau aku mengantar kamu pulang?.” tanya Doni kepada Fikri. “Iya, boleh” jawab Fikri kepada Doni.

Akhirnya permainan mereka pun selesai. Fikri diantar pulang oleh Doni karena kaki kanan Fikri yang tidak bisa mengendarai sepeda sedangkan Badu pulang sendiri ke rumahnya. Sesampai tiba di depan rumah Fikri, dia langsung berterima kasih kepada Doni karena Doni telah mengantarkan Fikri ke rumahnya. “Don, maaf sudah membuat kamu repot mengantarkan aku ke rumah.” Permintaan maaf Fikri kepada Doni. “tidak apa-apa Fik lagi pula kan aku sudah membuat kaki kanan kamu terluka tadi saat bermain sepak bola seharusnya aku yang minta maaf bukan kamu.” Jawab Doni kepada Fikri. “Iya aku sudah maafin kamu kok, terima kasih Fik sudah antar aku ke rumah.” Sahut Fikri. “Iya, sudah ya Fik aku mau pulang ke rumah dulu nanti dimarahi oleh Ibu kalau pulang setelah maghrib.”Pamitnya kepada Fikri. “Iya, hati-hati di jalan. “Sahutnya Fikri pun masuk kerumah sambil menahan sakit kaki kanannya. “Assalamualaikum bu, Fikri pulang.”Salamnya sambil membuka pintu rumah. “Wallaikumsalam, akhirnya kamu pulang juga ibu sudah siapkan makanan buat makan malam.”Jawab Ibu kepada Fikri. “Iya bu.” Kata fikri sambil menahan rasa sakit pada kakinya. “Kaki kamu kenapa Fik?” tanya Ibu kepada Fikri. “Iya bu ini tadi Doni tidak sengaja menyenggol kaki Fikri sampai aku terjatuh.” Jawab Fikri kepada Ibunya. “Oh, ya sudah sana mandi setelah itu obati luka yang ada pada kakimu.” Jawab Ibu kepada Fikri. “Baik bu.”Sahut nya.

Setelah Fikri melaksanakan Sholat maghrib ia pun langsung bergegas menuju ke ruang makan dan menyantap makan malam itu. “Fik, bagaimana masakan ibu, enak tidak?.” Tanya ibu kepada Fikri. “Alhamdulillah, enak bu.” jawabnya. “Oh iya Fik ibu punya hadiah buat kamu.” Kata ibu. “Hadiah apa bu?” tanya Fikri kepada ibunya. Ibunya segera mengeluarkan sebungkus kotak yang masih terbungkus dengan rapih. “Ini ibu membelikan kamu sebuah ponsel kebetulan ibu dapet rejeki hari ini.” kata Ibu sambil memberikan ponsel kepada Fikri. “Terima kasih bu, Fikri berjanji setelah dibelikan ponsel Fikri akan lebih giat lagi dalam belajar.”Sahutnya. “Bagus Fikri Ibu suka kalau kamu akan lebih giat lagi setelah kamu diberikan ponsel baru.

Sunday, 3 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “PENGALAMAN DALAM HIDUP AKU”



Ini adalah kisahku dengan 2 sahabatku. Namaku Hendro, dan dua sahabatku yang bernama Faozi dan Martyansah. Waktu itu adalah liburan sekolah, yah… liburan sekolah yang sangat membosankan bagiku, karena tidak ada kegiatan yang dapat aku lakukan selama liburan itu. Selain itu selama liburan aku hanya menghabiskan waktu liburan hanya untuk nonton film di tv dan tidur. Waktu itu adalah hari sabtu siang, sedang bosan dengan film yang ada di tv. Tiba-tiba ponselku berbunyi, tapi nomornya tidak di ketahui.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “PENGALAMAN DALAM HIDUP AKU”
CERITA PENDEK (CERPEN) “PENGALAMAN DALAM HIDUP AKU”
            Aku                 : “ Hallo.. Assalamualaikum… siapa yah? ’’
            Martyansah     : “ Waalaikum salam, iki aku Martyansah Ndro
            Aku                 : “ Ooo kamu Sa… ada apa? ’’
                          Martyansah     : “ Ini Aku tadi di telfon dimas, katanya dia ngajak kita untuk ngisi liburan di
Yogyakarta, yahh bantu-bantu di restoran Bibinya.. bagaimana kamu mau atau tidak? Katanya kan kamu bosan di rumah
            Aku                 : “ Hmmm ya ayooo saja, kapan berangkatnya?
            Martyansah     : “ Hari Ini kalau bisa sekarang jangan sore-sore. Ooo iya Dimas tadi bilang
katanya kita di suruh kesananya cari satu teman lagi. Kamu ajak lah Faozi!
            Aku                 : “ Hah.. Mendadak banget.. Ya Ntar aku ijin dulu sama orang tuaku dulu!
Hmm ya nanti aku ke rumahnya Faozi!
            Martyansah     : “ Iya… Aku Tunggu kamu di terminal Petanahan jam 12 siang, karena
busnya berangkat jam setengah satu .
            Aku                 : Iya Sa, ya udah aku siap-siap dulu..  Assalamualaikum
            Martyansah     : “ Iya Ndro, wangalaikum salam

Setelah telfon di tutup aku lalu meminta izin pada orang tua untuk pergi ke Yogyakarta. Aku lalu menemui bapak dan mamaku yang lagi di dapur..

            Aku                 : “ Ma Aku di ajak Martyansah ke Yogyakarta, katanya tadi di kasih tau
Dimas di restoran Bibinya butuh tambahan bantu-bantu karena liburan lagi banyak pengunjungnya. Itung-itung cari pengalaman ma..
            Mama              : “ Hmmm sama siapa kamu ke Yogyakartanya dan kapan kamu kesana?
            Aku                 : “ Sama Martyansah dan Faozi ma
            Mama              : “ Kalau mama ya ngijinin tapi kamu pamit dulu sama bapak!
            Aku                 : “ Boleh Ya pak?
            Bapak              : “ Ya Boleh, tapi kamu di sana jangan macam - macam, niati untuk cari
penglaman di sana!
            Aku                 : “ Siap pak!

Setelah minta izin pada orang tua, aku lalu pergi ke rumahnya Faozi untuk mengajak dia. Di rumahnya aku menemui dia lalu mengajaknya dan diapun mau.Tapi aku di suruh nunngu karena dia mau jemput ibunya yang sedang bekerja di Kebumen.

Setelah dari rumahnya Faozi aku pulang untuk siap-siap. Setelah itu aku di antar ibu ke terminal. Sesampainya di sana aku bertemu dengan Martyansah sesuai jajian kami di telefon tadi.

            Aku                 : “ Sa! Faozi dah kesini belum?
            Martyansah     : “ Belum Ndro, kita tunggu saja paling bentar lagi dia kesini

Akhirnya kami menunngu Faozi. Sampai jam menunjukan pukul 12.25 siang dan bus sudah mau berangkat tapi Faozi masih belum datang juga. Lama kami menunngu Faozi sampai busnya berangkat. Tidak berselang lama busnya berangkat Faozi datang.

            Faozi               :Ehh Maaf broo tadi aku jemput ibuku terlebih dahulu di Kebumen, eh
mana busnya?