Wednesday, 7 December 2016

Pengukuran Tunggal dengan Jangka Sorong


Pengukuran Tunggal dengan Jangka Sorong adalah sebuah judul artikel kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu Pengukuran Tunggal dalam Ilmu Fisika. Kalau dalam artikel sebelumnya telah kita bahas mengenai pengukuran tunggal dengan mistar. Pada kali ini kita akan membahas Pengukuran tunggal dengan jangka sorong.
 
Pengukuran Tunggal dengan Jangka Sorong
Pengukuran Tunggal dengan Jangka Sorong

Pengukuran Tunggal dengan Jangka Sorong sangat mudah dipelajari oleh siapa saja asalkan mau belajar dengan sungguh-sungguh. Sudah kita ketahui bersama bahwa ketidakpastian sebuah jangka sorong ialah ΔX  = 0,005 cm atau 0,05 mm.

Contohnya kita mengukur panjang suatu benda dengan menggunakan jangka sorong. Maka cara kita menentukan suatu hasil pengkuran panjang ialah berikut ini:

Langkah pertama adalah kita harus memperhatikan angka pada skala utama yang saling berdekatan dengan angka nol pada nonius. Misalnya angkanya ialah antara 2,1 cm dan 2,2 cm.

Langkah berikutnya ialah kita harus memperhatikan garis pada skala nonius yang tepat saling berimpit dengan garis pada skala utama pada jangka sorong tersebut. Garis pada skala utama yang tepat berimpit itu dengan garis nonius ialah garis ke lima. Maka ini dapat kita tuliskan sebagai berikut:

Xo = 2,1 cm  + 5 x 0,01 cm = 2,15 cm (dua desimal)

Dikarenakan ΔX = 0,005 cm (tiga desimal), maka Xo harus kita nyatakan dengan tiga desimal. Hal ini tidak sama seperti mistar, kalau pada jangka sorong yang mempunyai skala nonius kita tidak pernah menaksir angka yang ke empat. Tetapi kita cukup memberi angka nol, sehingga X = 2,150 cm. Dengan penjelasan di atas, jadi hasil pengukuran jangka sorong tersebut kita laporkan sebagai berikut:

Panjang      L = Xo ± ΔX
                   L = (2,150 ± 0,005) cm

Kita dapat melaporkan pengukuran jangka sorong seperti tersebut di atas. Hal lain yang perlu kita perhatikan yaitu bahwa banyak desimal hasil pengukuran itu harus sama dengan banyaknya desimal ktidakpastiannya. Oleh karena itu, panjang dapat ditulis sebagai (2,150 ± 0,005) cm dan bukan (2,15 ± 0,005) cm.


Untuk melanjutkan artikel ini silahkan membaca artikel PengukuranTunggal dengan Mikrometer Sekrup.



No comments:

Post a Comment