Sunday, 4 December 2016

Pengukuran Tunggal dalam Ilmu Fisika


Pengukuran Tunggal dalam Ilmu Fisika adalah artikel kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu yang membahas masalah melaporkan hasil pengukuran. Pengukuran Tunggal dalam Ilmu Fisika perlu kita pelajari jika kita ingin mendalami fisika. Arti dari Pengukuran tunggal ialah pengukuran yang dikerjakan satu kali saja. Ketidakpastian pada pengukuran tunggal ditetapkan sama dengan skala terkecilnya.
 
Pengukuran Tunggal dalam Ilmu Fisika
Pengukuran Tunggal dalam Ilmu Fisika
Pengukuran Tunggal dapat dituliskan sebagai berikut=

ΔX = 0,5 X skala terkecil

Sekarang kita akan membahas pengukuran tunggal dengan menggunakan mistar. Sudah kita ketahui bersama bahwa ketidakpastian pada mistar ialah ΔX = 0,05 cm atau 0,5 mm. Contohnya kita mengukur panjang suatu benda dengan menggunakan mistar. 

Misalkan ujung benda berada pada tanda 4,3 cm lebih sedikit. Sekarang kalau ada pertanyaan, berapa lebih sedikitnya itu? Untuk menjawab pertanyaan itu maka kita harus menjawab dengan teliti. Kita semua tahu bahwa ketidakpastian mistar ialah ΔX = 0,05 cm. ΔX = 0,05 cm itu ialah dua desimal, maka X pun itu harus dilaporkan dalam dua desimal juga. Kita juga dapat mengatakan dengan kata lain yaitu X harus kita laporkan dalam 3 angka.

Angka yang ke-3 itu harus kita taksir terlebih dahulu, akan tetapi taksirannya hanya diperbolehkan 0 atau 5. Dikarenakan pada ujung benda lebih sedikit dari garis 4,3 cm, sehingga taksiran angka ke-3 ialah 5. Sehingga, pengukuran mistar kita laporkan sebagai berikut:

Panjang      L = Xo ± ΔX
                   L = (4,35 ± 0,05) cm

Pengukuran panjang di atas artinya ialah bahwa kita tidak mengetahui nilai benar Xo. Tetapi, sesudah kita melakukan pengukuran satu kali, maka nilai dari Xo berada di sekitar ukuran 4,35 cm, yaitu diantara 4,30 cm (dari 4,35 – 0,05) dan 4,40 cm (dari 4,35 + 0,05).

Untuk melanjutkan artikel di atas maka silahkan membaca artikel Pengukuran Tunggal dengan Jangka Sorong.

    

No comments:

Post a Comment