Wednesday, 16 November 2016

Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan

Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan sangat disarankan untuk diketahui bagi yang ingin mendalami tentang pemeriksaan tanah. Pada dasarnya pemeriksaan tanah mencakup penentuan perihal berikut ini:

a.  Jenis, ketebalan dan kedalaman dari berbagai lapisan tanah dengan jalan melakukan pemboran dan dewasa ini juga pensoderan.
b.  Sifat-sifat mekanis dengan jalan pensonderan.
 
Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan
Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan
Metode-metode pemeriksaan tanah yang dapat kita gunakan untuk penelitian dilahan pekerjaan, agak berbeda-beda. Cara yang paling sederhana adalah menggali sebuah sumur. Tergantung dari kedalaman dan jenis tanah, sumur ini harus diperkuat agar tidak runtuh. Melalui cara ini berbagai jenis tanah dapat diteliti dengan cermat. Setelah air tanah tercapai, penggalian lebih lanjut tidak banyak lagi mempunyai arti.

Penusukan sebatang logam ke dalam tanah dapat memberikan sedikit gambaran tentang kepadatan dan daya dukung dari lapisan atas. Dapat pula ditentukan jenis dan kedalaman dari lapisan-lapisan tanah melalui penggunaan berbagai bor tanah. Bor sendok atau bor Edelman dan bor tanah liat banyak digunakan untuk ini. Pemboran yang cukup dalam dimungkinkan dengan penggunaan batang bor. Begitu air tanah tercapai, tanah akan berjatuhan dari bor dan pemboran lebih dalam tidak dapat dilakukan. Terdapat pula kemungkinan besar bahwa dikarenakan air tanah, lubang boran akan runtuh.

Sebuah metode yang lebih adalah membuat boran puls (pemboran lewat suatu jatuhan). Puls terdiri dari sebuah pipa dengan sebuah tepi potong di satu sisi dan sebuah mata angkat disisi lain. Puls ini digantung dengan kabel pada kakitiga, dimasukkan ke dalam pipa pengarah dan dijatuhkan dengan tepi potong mengarah tanah.


Tergantung dari kondisi tanah dan tinggi jatuhan, puls akan cukup dalam atau kurang dalam menusuk tanah. Sewaktu diangkat, katup menjaga agar tidak ada tanah yang jatuh dari puls. Dengan semakin dalamnya lubah boran, pipa pembor akan turun oleh beratnya sendiri ke dalam tanah. Jika perlu, blok-blok penjepit diberi pemberat untuk lebih mempercepat proses penembusan. Pipa pembor mencegah runtuhnya lubang boran dan terdiri dari bagian-bagian yang dapat disekrupkan satu sama lain dengan ukuran panjang 1 sampai 3 m. Pada kabel dipasang sebuah penjepit untuk dapat mengetahui dari kedalaman berapa suatu monster tertentu berasal. 



No comments:

Post a Comment