Thursday, 10 November 2016

Mengukur Kedudukan Air Tanah dalam Ilmu Bangunan

Mengukur Kedudukan Air Tanah dalam Ilmu Bangunan memang diperlukan untuk mengetahui kedudukan air tanah tersebut. Untuk dapat mengukur kedudukan air tanah biasanya dimasukkan pipa-pipa ukur kedalam tanah.
 
Mengukur Kedudukan Air Tanah dalam Ilmu Bangunan
Mengukur Kedudukan Air Tanah dalam Ilmu Bangunan
Cara yang paling sederhana untuk mengukur kedudukan air tanah adalah dengan jalan menggali sebuah sumur. Syaratnya adalah bahwa air tanah hendaknya tidak berada terlampau dalam.

Pada waktu mengerjakan terowongan Daal di Utrecht, para pekerja memasang empat pipa ukur. Penempatan pipa-pipa ukur dipilih sedemikian rupa, sehingga terdapat suatu gambaran yang baik tentang kedudukan air tanah diseluruh lahan kerja.

Pipa ukur dibentuk dari sebuah pipa baja 25 mm yang digalvanisasikan atau dilabur aspal yang di bagian bawahnya dilengkapi sebuah pipa saringan. Dalam hal ini pipa saringan terdiri dari sebuah pipa plastik yang diberi alur-alur lubang sangat kecil.


Alur-alur kecil itu harus berukuran kecil karena untuk mencegah masuknya bagian-bagian kecil tanah kedalam pipa ukur, yang dapat mengakibatkan hilangnya fungsi alur-alur lubang tersebut. Ada kalanya pipa saringan dibalut dengan kasa kuningan yang sangat halus.

Untuk memasukkan pipa ukur ke dalam tanah dibuatlah sebuah lubang melalui pengetokan atau penyemprotan. Di sekeliling pipa saringan kita isi lubang dengan pasir yang kita tutup dengan lapisan tanah liat. Di atas lapisan tanah liat kita tutup lubang dengan pasir. Pipa ukur harus diberi penutup untuk menghindarkan masuknya air hujan, karena hal ini dapat menyebabkan terjadinya suatu gambaran yang tidak benar dari kedudukan air tanah.   


No comments:

Post a Comment