Monday, 7 November 2016

Mempelajari Tanah Liat dalam Ilmu Bangunan

Mempelajari Tanah Liat dalam Ilmu Bangunan adalah suatu hal yang penting jika kita ingin mendalami ilmu bangunan. Tanah liat itu merupakan sebuah produk dari bebatuan. Perbedaan tanah liat dengan pasir yaitu kalau pada tanah liat butir-butirnya lebih kecil dibanding butir-butir pada pasir. Besar butir tanah liat lebih kecil daripada 2 ┬Ám.
 
Mempelajari Tanah Liat dalam Ilmu Bangunan
Mempelajari Tanah Liat dalam Ilmu Bangunan
Dikarenakan ukuran kecil ini tanah liat memiliki butir-butir yang saling bergantung dan karenanya pula jenis tanah ini mengandung air sehingga dapat diremas. Tanah liat yang memiliki kadar air tinggi kita sebut tanah liat gemuk; tanah liat yang berkadar air rendah disebut tanah liat berat.

Jenis-jenis Tanah Liat adalah sebagai berikut:

a.  Tanah Liat Sungai
Jenis tanah liat sungai ini ditemukan dalam sungai-sungai. Tanah liat sungai dibawakan oleh sungai-sungai.

b.  Tanah Liat Laut
Jenis tanah liat laut ini ditemukan dalam laut. Seperti halnya pasir laut, tanah liat laut pun mengandung kapur.

c.  Slik
Slik merupakan campuran tanah napal dan tanah liat, yang seperti juga pasir sungai, dibawakan oleh sungai-sungai.

d.  Tanah Napal Batuan
Tanah napal batuan ini merupakan campuran tanah napal dan pasir. Tanah napal batuan ini dibawakan oleh es dari jaman es. Jenis tanah napal batuan ini seringkali mengandung batu-batu besar.


e.  Tanah Liat Lembut
Tanah liat lembut nama lainnya adalah loss. Tanah liat lembut ini merupakan jenis tanah liat yang sangat halus, yang dibawakan oleh angin. Dengan demikian tanah liat lembut merupakan tanah liat yang terhembus angin. Di Negeri Belanda jenis tanah liat ini ditemukan di Limburg; karenanya orang berbicara pula tentang tanah liat Limburg.

f.  Humus
Humus merupakan campura tanah liat dengan pasir dan lumpur. Di dalamnya terdapat banyak sisa-sisa tanaman yang membusuk. Jenis tanah ini disebut juga tanah hitam. Humus sangat baik untuk tanah kebun.


No comments:

Post a Comment