Saturday, 12 November 2016

Memahami Air Atas dalam Ilmu Bangunan


Memahami Air Atas dalam Ilmu Bangunan sangat bermanfaat jika kita pas kebetulan sedang belajar dibidang ilmu bangunan. Dengan kita mempelajari dan memahami air atas maka kita dapat lebih mudah untuk mendalami ilmu bangunan.
 
Memahami Air Atas dalam Ilmu Bangunan
Memahami Air Atas dalam Ilmu Bangunan
Di dalam tanah ada kalanya terdapat lapisan tanah liat, yang menghalangi turunnya air tanah.Air hujan yang masuk kedalam tanah, akan terhenti pada lapisan tanah liat tadi, sedangkan sebenarnya perukaan air tanah berada jauh lebih dalam. Air seperti ini yang tidak dapat melaju turun, kita namai air atas.

Pada sebuah pipa ukur air atas ini akan langsung memasuki kolom pasir dan sampai pada permukaan air tanah, sehingga permukaan air tanah yang diukur memberikan sebuah gambaran yang salah, karena pada titik-titik lainnya lapisan tanah liat tidak kita jamah. Dengan demikian, kita catat dengan cermat jenis-jenis tanah yang keluar dari lubang dan dari kedalaman berapa kesemua itu diperoleh. Bahan-bahan ini kita catat kemudian dalam sebuah daftar boran.

Bila kita mengukur kedudukan air tanah di dalam pipa-pipa ukur yang dipasang dalam tanah yang dengan baik dapat melewatkan air, kita akan mendapatkan sebuah gambaran yang baik dari kedudukan air tanah. Dalam lapisan-lapisan tanah yang tidak baik melewatkan air dapat kita temukan air tanah yang berada dibawah tekanan; keadaan ini dapat kita bandingkan dengan sebuah torak di atas kolom air dalam sebuah tabung. Oleh tenaga yang menekan torak, air dalam tabung akan berada di bawah tekanan.

Bila kita menempatkan sebuah pipa ukur dalam air tanah yang berada di bawah tekanan, ia akan naik demikian tinggi dalam tabung sampai terjadi suatu keadaan seimbang. Maka kedudukan air tanah yang diukur dalam pipa ukur akan merupakan sebuah petunjuk perihal tekanan di dalam air tanah.


Mengukur kedudukan air tanah dapat kita lakukan dengan bantuan sebuah batang tipis yang diolesi kapur, atau dengan sebuah genta yang membuat bunyi nyaring begitu ia menyentuh permukaan air. Metode terbaru adalah menurunkan sepotong timah yang berhubungan dengan sebuah lampu kecil. Begitu sepotong timah tadi menyentuh permukaan air, lampu yang kita pegang akan menyala. Kedudukan air tanah yang diukur dinyatakan dalam kaitan terhadap sebuah peil (ukuran ketinggian) yang tetap.

Pada umumnya untuk ini di negeri Belanda kita gunakan Normaal Amsterdams Peil, di singkat N.A.P. Bila pengukuran dilakukan secara teratur, hasilnya dapat kita cantumkan dalam sebuah grafik. Dengan demikian kita akan mendapatkan suatu gambaran perihal keadaan permukaan air tanah selama sebuah periode tertentu. Pada umumnya, peil di musim panas akan lebih rendah daripada peil dimusim hujan; namun hal ini tidak dapat sepenuhnya dijadikan pegangan.

  


No comments:

Post a Comment