Sunday, 27 November 2016

Ketidakpastian pada Pengukuran


Ketidakpastian pada Pengukuran maksudnya dalam pengukuran suatu besaran selalu terdapat kesalahan. Kesalahan itu bisa dilakukan oleh orang yang mengukur ataupun alat ukur itu sendiri.
 
Ketidakpastian pada Pengukuran
Ketidakpastian pada Pengukuran
Dengan hal tersebut maka dalam melakukan pengukuran suatu besaran itu tidak mungkin memperoleh nilai benar Xo, melainkan selalu terdapat ketidakpastian dalam melakukan pengukuran itu. Ketidakpastian itu dikarenakan oleh kesalahan pengukuran. Kesalahan atau error ialah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar Xo. Kesalahan pengukuran ada tiga macam, yaitu: yang pertama ialah kesalahan umum (keteledoran), yang kedua ialah kesalahan acak, dan yang ketiga ialah kesalahan sisitematis.

Baiklah kita akan membahas yang pertama yaitu kesalahan umum atau keteledoran. Kesalahan umum atau keteledoran ini pada umumnya dikarenakan oleh keterbatasan pengamat. Misalnya pengamat kurang terampil menggunakan alat ukur, terutama yang digunakan oleh pengamat itu ialah alat ukur yang canggih yang melibatkan banyak sekali komponen-komponen yang harus diatur. Selain itu keteledoran juga bisa disebabkan oleh kekeliruan dalam melakukan kegiatan membaca pada skala yang sangat kecil.

Kesalahan dalam pengukuran yang kedua yaitu kesalahan acak. Penyebab dari kesalahan acak ini ialah dikarenakan terdapat fluktuasi-fluktuasi yang halus pada kondisi-kondisi pengukuran. Penyebab dari fluktuasi-fluktuasi halus ialah adanya gerak brown molekul udara, bising, landasan yang bergetar, dan fluktuasi tegangan listrik PLN atau baterai.

Kesalahn acak atau random error akan menghasilkan simpangan yang tidak bisa diperkirakan terhadap nialai benar Xo, sehingga tiap bacaan mempunyai peluang untuk berada di atas atau dibawah nilai yang benar. Kesalahan acak tidak bisa dihilangkan tetapi bisa dikurangi dengan mengambil rata-rata dari semua bacaan hasil pengukuran.


Pada saat sekumpulan bacaan mempunyai kesalahan acak yang kecil, ialah bacaan-bacaan ini dipencar berdekatan dengan nilai rata-rata, sehingga pengukuran ialah presisi (tepat). Kebalikannya seandainya bacaan mempunyai kesalahan acak yang besar, ialah bacaan-bacaan dipencar jauh dari nilai rata-rata, sehingga pengukuran ialah tidak presisi atau tidak tepat.


Untuk melanjutkan artikel ini silahkan membaca artikel “Kesalahan Sistematis dalam Fisika.”

No comments:

Post a Comment