Monday, 28 November 2016

Kesalahan Sistematis dalam Fisika


Kesalahan Sistematis dalam Fisika adalah sebuah judul artikel kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Ketidakpastian pada Pengungukuran.
 
Kesalahan Sistematis dalam Fisika
Kesalahan Sistematis dalam Fisika
Kesalahan sistematis dapat menyebabkan kumpulan acak bacaan suatu hasil pengukuran didistribusikan secara tetap disekitar nilai rata-rata yang cukup tidak sama dengan nilai yang sebenarnya. Kesalahan sistematis bisa diperkirakan dan bisa dihilangkan.

Kesalahan acak dan sistematis dalam pengukuran disebabkan oleh beberapa kesalahan antara lain berikut ini:

Yang pertama ialah kesalahan kalibrasi. Kesalahan kalibrasi ialah penyesuaian pembubuhan nilai pada garis skala pada saat pembuatannya. Kesalahan tersebut dapat diatasi dengan cara mengkalibrasi ulang instrument terhadap instrument yang standar.

Yang kedua ialah kesalahan titik nol. Kesalahan titik nol, seperti titik nol skala yang tidak berimpit dengan titik nol jarum penunjuk atau kegagalan dalam mengembalikan jarum penunjuk ke arah nol sebelum melakukan kegiatan pengukuran. Kesalahan titik nol dapat diatasi dengan melakukan koreksi pada penulisan hasil pengukuran.

Yang ketiga ialah kesalahan komponen lain. Kesalahan komponen lain misalnya melemahnya pada pegas yang digunakan atau terjadinya gesekan antara jarum dengan bidang skala.

Sunday, 27 November 2016

Ketidakpastian pada Pengukuran


Ketidakpastian pada Pengukuran maksudnya dalam pengukuran suatu besaran selalu terdapat kesalahan. Kesalahan itu bisa dilakukan oleh orang yang mengukur ataupun alat ukur itu sendiri.
 
Ketidakpastian pada Pengukuran
Ketidakpastian pada Pengukuran
Dengan hal tersebut maka dalam melakukan pengukuran suatu besaran itu tidak mungkin memperoleh nilai benar Xo, melainkan selalu terdapat ketidakpastian dalam melakukan pengukuran itu. Ketidakpastian itu dikarenakan oleh kesalahan pengukuran. Kesalahan atau error ialah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar Xo. Kesalahan pengukuran ada tiga macam, yaitu: yang pertama ialah kesalahan umum (keteledoran), yang kedua ialah kesalahan acak, dan yang ketiga ialah kesalahan sisitematis.

Baiklah kita akan membahas yang pertama yaitu kesalahan umum atau keteledoran. Kesalahan umum atau keteledoran ini pada umumnya dikarenakan oleh keterbatasan pengamat. Misalnya pengamat kurang terampil menggunakan alat ukur, terutama yang digunakan oleh pengamat itu ialah alat ukur yang canggih yang melibatkan banyak sekali komponen-komponen yang harus diatur. Selain itu keteledoran juga bisa disebabkan oleh kekeliruan dalam melakukan kegiatan membaca pada skala yang sangat kecil.

Kesalahan dalam pengukuran yang kedua yaitu kesalahan acak. Penyebab dari kesalahan acak ini ialah dikarenakan terdapat fluktuasi-fluktuasi yang halus pada kondisi-kondisi pengukuran. Penyebab dari fluktuasi-fluktuasi halus ialah adanya gerak brown molekul udara, bising, landasan yang bergetar, dan fluktuasi tegangan listrik PLN atau baterai.

Kesalahn acak atau random error akan menghasilkan simpangan yang tidak bisa diperkirakan terhadap nialai benar Xo, sehingga tiap bacaan mempunyai peluang untuk berada di atas atau dibawah nilai yang benar. Kesalahan acak tidak bisa dihilangkan tetapi bisa dikurangi dengan mengambil rata-rata dari semua bacaan hasil pengukuran.

Saturday, 26 November 2016

Alat Ukur Waktu dan Ketelitiannya dalam Ilmu Fisika


Alat Ukur Waktu dan Ketelitiannya dalam Ilmu Fisika adalah sebuah judul artikel yang baik untuk dibaca bagi yang ingin mendalami fisika. Alat untuk mengukur waktu itu pada umumnya kita pergunakan dalam suatu percobaan ilmu fisika ialah stopwatch.
 
Alat Ukur Waktu dan Ketelitiannya dalam Ilmu Fisika
Alat Ukur Waktu dan Ketelitiannya dalam Ilmu Fisika
Dengan kita menggunakan stopwatch digital maka kita langsung bisa membaca selang waktu yang diukur pada layar stopwatch. Selain stopwatch digital ada juga stopwatch analog. Stopwatch analog jarak antara dua gores panjang yang ada angkanya ialah dua sekon. Jarak dua sekon itu dibagi dengan dua puluh skala.

Friday, 25 November 2016

Teknik Pengukuran Panjang dalam Ilmu Fisika


Teknik Pengukuran Panjang dalam Ilmu Fisika memang perlu kita pelajari bagi kita pecinta ilmu-ilmu alam. Dengan kita mempelajari Teknik Pengukuran Panjang dalam Ilmu Fisika maka pengetahuan kita dalam pengukuran panjang akan bertambah.
 
Teknik Pengukuran Panjang dalam Ilmu Fisika
Teknik Pengukuran Panjang dalam Ilmu Fisika
Jika dibenak kita ada pertanyaan bagaimana seandainya kita ingin mengukur kedalaman laut, atau mengukur jari-jari bumi, atau mengukur jarak bumi dengan matahari, atau mengukur jarak bintang yang sangat jauh. Maka  bagi orang yang suka mempelajari fisika pasti akan mengetahui jawabannya. Yang digunakan untuk mengukur kedalaman laut, atau mengukur jari-jari bumi, atau mengukur jarak bumi dengan matahari, atau mengukur jarak bintang yang sangat jauh adalah dengan menggunakan teknik pantulan ultrasonik.

Seandainya kita ingin mengukur kedalaman laut maka kita bisa menggunkan teknik pantulan ultrasonik. Cara kerja pantulan ultrasonik itu adalah bahwa ada sebuah instrumen, intrumen itu bisa juga disebut dengan fathometer. Fathometer ini akan memancarkan pulsa ultrasonik. Pada saat pulsa ultrasonik ini menyentuh didasar laut, maka pulsa ultrasonik ini akan dipantulkan. Kemudian pulsa pantul ultrasonik ini akan diterima kembali oleh fathometer.

Kita akan mengambil contoh misalnya cepat rambat suatu bunyi di dalam air ialah v = 1500 m/s. jarak waktu antara pulsa pancar sampai dengan pulsa pantul diterima kembali oleh fathometer selang waktunya ialah Δt = 8 sekon. Jika kita di suruh menghitung kedalaman lautnya ialah=


Sekarang kita menengok kira-kira 2300 tahun yang lalu. Ada apa 2300 tahun yang lalu? Ternyata 2300 tahun yang lalu ada seseorang yang bernama Eratostenes. Eratostenes ini ternyata sudah menggunakan teknik sederhana untuk mengetahui jari-jari bumi. Jari-jari bumi secara sederhana itu bisa diukur dengan menggunakan teknik pengukuran sudut pusat yang dibentuk oleh sinar matahari di dua tempat pada permukaan bumi, yang jaraknya itu sudah diketahui.

Wednesday, 23 November 2016

Mikrometer Sekrup untuk Alat Mengukur Panjang


Mikrometer Sekrup untuk Alat Mengukur Panjang adalah sebuah judul artikel kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup untuk Alat Mengukur Panjang.
 
Mikrometer Sekrup untuk Alat Mengukur Panjang
Mikrometer Sekrup untuk Alat Mengukur Panjang
Baiklah kita akan langsung membahas tentang Mikrometer Sekrup untuk Alat Mengukur Panjang. Pada umumnya bahwa mikrometer sekrup itu skala noniusnya terlihat pada selubung luar dan skala utamanya terlihat pada selubung. Seandainya pada selubung luarnya kita putar lengkap satu kali maka pada rahang geser dan juga pada selubung luarnya akan maju atau akan mundur 0,5 mm. Hal itu dikarenakan pada selubung luar itu mempunyai 50 skala, sehingga jika satu skala pada selubung luar sama dengan jarak maju atau jarak mundur pada rahang geser sejauh 0,5 mm / 50 = 0,01 mm. Jadi,  kita dapat mengatakan bahwa skala terkecil pada mikrometer sekrup ialah 0,01 mm atau 0,001 cm.

Untuk ketelitian atau ketidakpastian mikrometer sekrup ialah setengah dari skala paling kecilnya. Sehingga ketidakpastian atau ketelitian mikrometer sekrup ialah
0,5 X 0,01 mm = 0,005 mm atau 0,0005 cm.

Tuesday, 22 November 2016

Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup untuk Alat Mengukur Panjang

Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup untuk Alat Mengukur Panjang adalah sebuah judul artikel yang mana artikel ini adalah artikel kelanjutan dari artikel yang sebelumnya yang berjudul Alat Ukur Panjang dan Keteletiannya dalam Ilmu Fisika. Jadi sebaiknya anda membaca artikel sebelumnya yang judulya ini: “Alat Ukur Panjang dan Keteletiannya dalam Ilmu Fisika.”
 
Jangka Sorong untuk Alat Mengukur Panjang
Jangka Sorong untuk Alat Mengukur Panjang 
Baiklah sekarang kita akan membahas Jangka Sorong terlebih dahulu. Pada umumnya jangka sorong dipergunakan sebagai alat untuk mengukur diameter dalam sebuah benda, contohnya diameter pada cincin. Pada jangka sorong juga bisa digunakan untuk mengukur diameter luar pada sebuah benda, contohnya diameter pada kelereng.

Pada jangka sorong itu terdiri dari dua bagian yaitu rahang geser dan rahang tetap. Pada alat jangka sorong juga ternyata terdiri dari dua skala yaitu nonius atau vernier dan skala utama. Sepuluh skala nonius itu mempunyai panjang 0,9 cm, sedangkan sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm. Jadi, perbedaan antara skala utama dengan skala nonius ialah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01 cm atau 0,1 mm. Jadi ukuran skala paling kecil pada jangka sorong ialah 0,1 mm atau 0,01 cm.

Untuk ketelitian pada jangka sorong ialah setengah dari skala terkecilnya.  Jadi dapat kita tuliskan bahwa untuk ketelitian pada jangka sorong ialah
0,5 X 0,1 mm = 0,05 mm atau 0,005 cm.

Sunday, 20 November 2016

Alat Ukur Panjang dan Keteletiannya dalam Ilmu Fisika

Alat Ukur Panjang dan Keteletiannya dalam Ilmu Fisika sangat disarankan untuk dipelajari dan dipahami jika ingin mendalami ilmu fisika. Pada umumnya Alat Ukur Panjang dan Keteletiannya dalam Ilmu Fisika itu ada beberapa alat untuk mengukur panjang. Alat Ukur Panjang dan Keteletiannya dalam Ilmu Fisika misalnya mistar, jangka sorong, micrometer sekrup.
 
Mistar
Mistar
Baiklah kita akan langsung membahas Alat Ukur Panjang dan Keteletiannya dalam Ilmu Fisika yang pertama yaitu mistar. Jika kita menengok kebelakang ternyata kita sudah pernah menggunakan mistar pada waktu kita dulu duduk dibangku SMP.

Mistar yang yang kita gunakan dulu dengan panjang skalanya 30 cm. Mistar yang kita gunakan dulu itu adalah untuk mengukur besaran panjang. Kita kadang-kadang sekarang pun masih menggunakan mistar untuk mengukur panjang. 1 mm atau 0,1 cm adalah jarak antara dua gores pendek yang saling berdekatan yang ada pada mistar.

Thursday, 17 November 2016

Monster-monster Tanah dalam Ilmu Bangunan

Monster-monster tanah dalam Ilmu Bangunan perlu kita ketahuai supaya pengetahuan kita bertambah. Apalagi jika kita memang menekuni dalam hal ilmu bangunan.
 
Monster-monster Tanah dalam Ilmu Bangunan
Monster-monster Tanah dalam Ilmu Bangunan
Contoh-contoh tanah sangat banyak, Misalnya adalah tanah kebun, tanah liat sungai, tanah liat laut, tanah liat lembut, humus, dan lain-lain. Contoh-contoh tanah tersebut disimpan dalam gelas-gelas monster yang kemudian ditempatkan dalam sebuah kotak monster dalam urutan yang semestinya.

Wednesday, 16 November 2016

Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan

Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan sangat disarankan untuk diketahui bagi yang ingin mendalami tentang pemeriksaan tanah. Pada dasarnya pemeriksaan tanah mencakup penentuan perihal berikut ini:

a.  Jenis, ketebalan dan kedalaman dari berbagai lapisan tanah dengan jalan melakukan pemboran dan dewasa ini juga pensoderan.
b.  Sifat-sifat mekanis dengan jalan pensonderan.
 
Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan
Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan
Metode-metode pemeriksaan tanah yang dapat kita gunakan untuk penelitian dilahan pekerjaan, agak berbeda-beda. Cara yang paling sederhana adalah menggali sebuah sumur. Tergantung dari kedalaman dan jenis tanah, sumur ini harus diperkuat agar tidak runtuh. Melalui cara ini berbagai jenis tanah dapat diteliti dengan cermat. Setelah air tanah tercapai, penggalian lebih lanjut tidak banyak lagi mempunyai arti.

Penusukan sebatang logam ke dalam tanah dapat memberikan sedikit gambaran tentang kepadatan dan daya dukung dari lapisan atas. Dapat pula ditentukan jenis dan kedalaman dari lapisan-lapisan tanah melalui penggunaan berbagai bor tanah. Bor sendok atau bor Edelman dan bor tanah liat banyak digunakan untuk ini. Pemboran yang cukup dalam dimungkinkan dengan penggunaan batang bor. Begitu air tanah tercapai, tanah akan berjatuhan dari bor dan pemboran lebih dalam tidak dapat dilakukan. Terdapat pula kemungkinan besar bahwa dikarenakan air tanah, lubang boran akan runtuh.

Sebuah metode yang lebih adalah membuat boran puls (pemboran lewat suatu jatuhan). Puls terdiri dari sebuah pipa dengan sebuah tepi potong di satu sisi dan sebuah mata angkat disisi lain. Puls ini digantung dengan kabel pada kakitiga, dimasukkan ke dalam pipa pengarah dan dijatuhkan dengan tepi potong mengarah tanah.

Tuesday, 15 November 2016

Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan


Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan sangat bermanfaat sekali untuk mengetahui tanah yang diperiksa tersebut. Untuk mendapatkan suatu gambaran yang baik tentang struktur dan susunan tanah, di adakan penelitian, yang hanya dilakukan oleh orang yang memang sudah mempelajari ilmu bangunan tentang pemeriksaan tanah.
 
Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan
Pemeriksaan Tanah dalam Ilmu Bangunan
Untuk bangunan-bangunan yang bersifat normal, penelitian tanah dapat dikesampingkan. Untuk ini pada umumnya cukup diadakan pensonderan.

Pemeriksaan tanah antara lain penting untuk tujuan:
-    Penempatan tanah alas pada peninggian-peninggian dan/atau pengeringan-pengeringan.
-    Penentuan system pengeringan (pembuangan air), dan sebagainya.

Sebuah badan terkenal yang biasa menangani pekerjaan pemeriksaan tanah adalah Laboratorium voor Grondmechanica (Laboratorium untuk Mekanika Tanah) di Delft. Selanjutnya hanya haminte-haminte besar Rotterdam, Amsterdam dan Utrecht yang memiliki suatu dinas khusus untuk teknik dasar tanah.

Monday, 14 November 2016

Pengaruh Terhadap Kedudukan Air Tanah

Pengaruh Terhadap Kedudukan Air Tanah perlu kita ketahui bagi mereka siapa saja yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kedudukan air tanah. Kedudukan air tanah dipengaruhi oleh kedudukan air yang terdapat dalam sungai-sungai, kanal-kanal atau genangan-genangan yang ada disekitar.
 
Pengaruh Terhadap Kedudukan Air Tanah
Pengaruh Terhadap Kedudukan Air Tanah
Selain itu oleh curah hujan atau salju, oleh disedotnya air tanah dari dalam sumur fondasi yang berada tidak jauh dari lokasi bersangkutan dan ada kalanya pula oleh penyiraman lapisan-lapisan pasir untuk tujuan lahan-lahan kota baru.

Sungai yang dalam dan sungai yang tidak dalam mempunyai kedudukan air yang berbeda. Begitu juga daerah yang curah hujannya tinggi dan daerah yang curah hujannya rendah itu mempunyai kedudukan air tanah yang berbeda. Daerah yang sering turun salju dan daerah yang jarang turun salju maka kedudukan air tanahnya berbeda pula.

Sunday, 13 November 2016

Mempelajari Sains dalam Ilmu Fisika


Mempelajari Sains dalam Ilmu Fisika sangat penting bagi siapa saja yang ingin mendalami sains. Sebenarnya apa sih artinya sains itu. Sains ialah ilmu yang mempelajari gejala alam.
 
Mempelajari Sains dalam Ilmu Fisika
Mempelajari Sains dalam Ilmu Fisika
Sains itu asalnya dari bahasa Latin yang mempunyai arti “mengetahui.” Sains memang banyak sekali cabang ilmunya, misalnya kita ambil contoh fisika. Sekarang dalam benak kita bertanya, sebenarnya apasih yang dipelajari dalam fisika itu. Yang dipelajari dalam fisika adalah gejala-gejala alam misalnya magnet, listrik, bunyi, cahaya, kalor, dan gerak. Seluruh gejala alam tersebut merupakan bentuk dari sebuah energi. Oleh karena itu kita dapat mengatakan bahwa fisika ialah ilmu yang utama mempelajari hubungan antara energi dan materi.

Di era global yang terus berubah dan berlangsung sangat cepat membuat fisika adalah ilmu pengetahuan yang dijadikan tulang punggung teknologi. Teknologi yang menjadikan fisika sebagai tulang punggung misalnya teknologi modern dan teknologi manufaktur. Contoh dari teknologi modern misalnya teknologi transportasi, teknologi informasi, teknologi elektronika, dan teknologi informasi. Contoh teknologi modern tadi itu sangat diperlukan pemahaman dan penguasaan fisika yang cukup dalam.

Saturday, 12 November 2016

Memahami Air Atas dalam Ilmu Bangunan


Memahami Air Atas dalam Ilmu Bangunan sangat bermanfaat jika kita pas kebetulan sedang belajar dibidang ilmu bangunan. Dengan kita mempelajari dan memahami air atas maka kita dapat lebih mudah untuk mendalami ilmu bangunan.
 
Memahami Air Atas dalam Ilmu Bangunan
Memahami Air Atas dalam Ilmu Bangunan
Di dalam tanah ada kalanya terdapat lapisan tanah liat, yang menghalangi turunnya air tanah.Air hujan yang masuk kedalam tanah, akan terhenti pada lapisan tanah liat tadi, sedangkan sebenarnya perukaan air tanah berada jauh lebih dalam. Air seperti ini yang tidak dapat melaju turun, kita namai air atas.

Pada sebuah pipa ukur air atas ini akan langsung memasuki kolom pasir dan sampai pada permukaan air tanah, sehingga permukaan air tanah yang diukur memberikan sebuah gambaran yang salah, karena pada titik-titik lainnya lapisan tanah liat tidak kita jamah. Dengan demikian, kita catat dengan cermat jenis-jenis tanah yang keluar dari lubang dan dari kedalaman berapa kesemua itu diperoleh. Bahan-bahan ini kita catat kemudian dalam sebuah daftar boran.

Bila kita mengukur kedudukan air tanah di dalam pipa-pipa ukur yang dipasang dalam tanah yang dengan baik dapat melewatkan air, kita akan mendapatkan sebuah gambaran yang baik dari kedudukan air tanah. Dalam lapisan-lapisan tanah yang tidak baik melewatkan air dapat kita temukan air tanah yang berada dibawah tekanan; keadaan ini dapat kita bandingkan dengan sebuah torak di atas kolom air dalam sebuah tabung. Oleh tenaga yang menekan torak, air dalam tabung akan berada di bawah tekanan.

Bila kita menempatkan sebuah pipa ukur dalam air tanah yang berada di bawah tekanan, ia akan naik demikian tinggi dalam tabung sampai terjadi suatu keadaan seimbang. Maka kedudukan air tanah yang diukur dalam pipa ukur akan merupakan sebuah petunjuk perihal tekanan di dalam air tanah.

Thursday, 10 November 2016

Mengukur Kedudukan Air Tanah dalam Ilmu Bangunan

Mengukur Kedudukan Air Tanah dalam Ilmu Bangunan memang diperlukan untuk mengetahui kedudukan air tanah tersebut. Untuk dapat mengukur kedudukan air tanah biasanya dimasukkan pipa-pipa ukur kedalam tanah.
 
Mengukur Kedudukan Air Tanah dalam Ilmu Bangunan
Mengukur Kedudukan Air Tanah dalam Ilmu Bangunan
Cara yang paling sederhana untuk mengukur kedudukan air tanah adalah dengan jalan menggali sebuah sumur. Syaratnya adalah bahwa air tanah hendaknya tidak berada terlampau dalam.

Pada waktu mengerjakan terowongan Daal di Utrecht, para pekerja memasang empat pipa ukur. Penempatan pipa-pipa ukur dipilih sedemikian rupa, sehingga terdapat suatu gambaran yang baik tentang kedudukan air tanah diseluruh lahan kerja.

Pipa ukur dibentuk dari sebuah pipa baja 25 mm yang digalvanisasikan atau dilabur aspal yang di bagian bawahnya dilengkapi sebuah pipa saringan. Dalam hal ini pipa saringan terdiri dari sebuah pipa plastik yang diberi alur-alur lubang sangat kecil.

Wednesday, 9 November 2016

Mempelajari Air Tanah dalam Ilmu Bangunan

Mempelajari Air Tanah dalam Ilmu Bangunan adalah hal yang penting jika kita ingin lebih mengetahui air tanah lebih dalam. Yang dimaksud dengan air tanah adalah air yang ditemukan didalam tanah. Misalnya sewaktu kita menggali sebuah sumur.
 
Mempelajari Air Tanah dalam Ilmu Bangunan
Mempelajari Air Tanah dalam Ilmu Bangunan
Di dalam air tanah kita mengenal yang namanya permukaan air tanah. Permukaan air tanah atau disebut juga bidang freatis yaitu bidang atas dari air tanah. Kedalaman perrmukaan air tanah menentukan bagian atas fondasi yang terbuat dari tiang pancang. Soalnya tiang-tiang ini seluruhnya harus berada di bawah bidang freatis agar tidak membusuk. Karenanya kita pasang tiang-tiang tersebut 300 mm di bawah kedudukan air tanah paling rendah yang kita ketahui. Jika terdapat perkiraan bahwa mungkin akan terjadi penurunan kedudukan air, kita pergunakan tiang-tiang beton, atau tiang-tiang kayu yang disambung tiang-tiang beton.

Kedudukan air tanah sangat berpengaruh terhadap pembebasan air dari sumur-sumur fondasi. Karena alasan-alasan ini penting sekali kita kedudukan air tanah.

Tuesday, 8 November 2016

Jenis Tanah Yang Seperti Berserat Atau Veen

Jenis Tanah Yang Seperti Berserat Atau Veen adalah jenis tanah yang terdiri dari sisa-sisa tanaman yang seluruhnya atau untuk sebagian sudah membusuk. Jenis-jenis veen ini terdiri dari hoogveen (veen tinggi) dan laagveen (veen rendah).
 
Jenis Tanah Yang Seperti Berserat Atau Veen
Jenis Tanah Yang Seperti Berserat Atau Veen
a.       Lagveen
Laagveen terbentuk dari sisa-sisa tanaman di bawah genangan air. Air menghalangi pemasukan zat asam dari udara, sehingga sisa-sisa tanaman tadi tidak sepenuhnya dapat membusuk. Dengan demikian timbulah asam veen.

Monday, 7 November 2016

Mempelajari Tanah Liat dalam Ilmu Bangunan

Mempelajari Tanah Liat dalam Ilmu Bangunan adalah suatu hal yang penting jika kita ingin mendalami ilmu bangunan. Tanah liat itu merupakan sebuah produk dari bebatuan. Perbedaan tanah liat dengan pasir yaitu kalau pada tanah liat butir-butirnya lebih kecil dibanding butir-butir pada pasir. Besar butir tanah liat lebih kecil daripada 2 µm.
 
Mempelajari Tanah Liat dalam Ilmu Bangunan
Mempelajari Tanah Liat dalam Ilmu Bangunan
Dikarenakan ukuran kecil ini tanah liat memiliki butir-butir yang saling bergantung dan karenanya pula jenis tanah ini mengandung air sehingga dapat diremas. Tanah liat yang memiliki kadar air tinggi kita sebut tanah liat gemuk; tanah liat yang berkadar air rendah disebut tanah liat berat.

Jenis-jenis Tanah Liat adalah sebagai berikut:

a.  Tanah Liat Sungai
Jenis tanah liat sungai ini ditemukan dalam sungai-sungai. Tanah liat sungai dibawakan oleh sungai-sungai.

b.  Tanah Liat Laut
Jenis tanah liat laut ini ditemukan dalam laut. Seperti halnya pasir laut, tanah liat laut pun mengandung kapur.

c.  Slik
Slik merupakan campuran tanah napal dan tanah liat, yang seperti juga pasir sungai, dibawakan oleh sungai-sungai.

d.  Tanah Napal Batuan
Tanah napal batuan ini merupakan campuran tanah napal dan pasir. Tanah napal batuan ini dibawakan oleh es dari jaman es. Jenis tanah napal batuan ini seringkali mengandung batu-batu besar.