Saturday, 29 October 2016

Memahami Kerikil dalam Ilmu Bangunan


Memahami Kerikil dalam Ilmu Bangunan sangat penting sekali bagi siapa saja yang ingin memahami tentang Kerikil. Kerikil dalam ilmu bangunan ternyata di pelajari secara rinci.
 
Memahami Kerikil dalam Ilmu Bangunan
Memahami Kerikil dalam Ilmu Bangunan
Contoh kerikil itu banyak macamnya. Misalnya kerikil gunung. Butir-butir kerikil gunung terjadi oleh pelepasan dan runtuhan dari bongkah-bongkah batu besar. Di jaman es butir-butir ini diangkut oleh es, di antaranya ke tanah rendah Negeri Belanda. Kerikil gunung dapat kita temukan di Veluwe dan daerah lain yang terletak agak tinggi. Selain itu kerikil dihanyutkan pula oleh sungai-sungai.


Contoh berikutnya adalah kerikil sungai. Butir-butir pada kerikil sungai ini licin dan bulat oleh gesekan sepanjang dasar sungai. Kerikil yang dikeruk dari sungai Maas kita sebut kerikil maas, dan kerikil yang dikeruk dari sungai Rijn kita sebut kerikil Rijn. Kedua jenis tersebut tersedia dalam perdagangan.

Kerikil yang ditemukan di dasar laut kita sebut kerikil laut. Kerikil yang bercampur dengan pasir kita sebut pasir kerikil. Kerikil terutama terdiri dari: butir-butir kwarsa, batu api, dan batu pasir.

Kalau kita cermati ternyata ukuran kerikil itu berfariasi. Kerikil kita golongkan bubuk batu yang berukuran 2-64 mm. Kerikil kasar berukuran 16-63 mm besar butir. Kerikil halus berukuran 2-16 mm besar butir.      


No comments:

Post a Comment