Thursday, 1 September 2016

RPP Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia Terbaru: Cerita Pendek (Pemodelan Teks)

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sumber: Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016

Sekolah
:
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran
:
BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester
:
XI / 1
Materi Pokok
:
Cerita Pendek (Pemodelan Teks)
Alokasi Waktu
:
8 jam pelajaran

A.                          Tujuan Pembelajaran
Pelajaran ini merupakan proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks cerita pendek (cerpen). Pembelajaran teks ini membantu peserta didik memperoleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta bertindak efektif menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata yang terkait erat dengan kewirausahaan. Permasalahan kewirausahaan dibahas kembali untuk menguatkan kapasitas peserta didik guna memanfaatkan keberadaan bahasa Indonesia dalam menempatkan diri sebagai cerminan sikap bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global.


B.                          Kompetensi Dasar
KD pada KI 3
3.1 Memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2 Membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, ceritaulang, eksplanasikompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
                           
C.                          Indikator Pencapaian Kompetensi *)
Indikator KD pada KI 3
3.1.1 Peserta didik mampu memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2.1  Peserta didik mampu membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3.1 Peserta didik mampu menganalisis teks cerita pendek, pantun, ceritaulang, eksplanasikompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan

D.                          Materi Pembelajaran
Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik halaman 2—23.

Pengertian cerpen
Cerita pendek atau yang lebih dikenal dengan cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Sebuah cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa, dan pengalaman. Tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib. Ceritanya pendek, alurnyatunggal (tidak ada alur cabang), tidak digresi seperti pada novel dan roman.
Adapun ciri-ciri sebuah cerpen adalah sebagai berikut:
1.         Bentuk tulisan singkat, padat, dan lebih pendek daripada novel.
2.         Tulisan kurang dari 10.000 kata
3.         Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari, baik pengalaman sendiri maupun orang lain.
4.         Tidak melukiskan seluruh kehidupan pelakunya karena mengangkat masalah tunggal atau sarinya saja.
5.         Habis dibaca sekali duduk dan hanya mengisahkan sesuatu yang berarti bagi pelakunya.
6.         Tokoh-tokohnya dilukiskan mengalami konflik sampai pada penyelesaiannya.
7.         Penggunaan kata-katanya sangat ekonomis dan mudah dikenal masyarakat.
8.         Meninggalkan kesan mendalam dan efek pada perasaan pembaca.
9.         Menceritakan satu kejadian dari terjadinya perkembanganjiwa dan krisis, tetapi tidak sampai meimbulkan perubahan nasib.
10.     Beralur tunggal dan lurus.
11.     Penokohannya sangat sederhana, singkat, dan tidak mendalam.
Unsur-unsur intrinsik disajikan dalam bentuk ppt.
Struktur teks cerpen
Cerpen sebagai sebuah teks dibangun atas beberapa strukturnya yaitu abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Struktur tersebut saling melengkapi dan saling berhubungan dalam mendukung kekuatan cerita.
Abstrak merupakan ringkasan atau inti cerita. Abstrak pada sebuah teks cerpen bersifat opsional. Artinya sebuah teks cerpen bisa saja tidak melalui tahapan ini.
Orientasi merupakan struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen.latar digunakan pengarang untuk menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, alatar merupakan sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis.
Komplikasi berisi urutan kejadian, yang dihubungkan lewat sebab akibat. Pada tahapan ini kalian akan mendapati karakter/ watak pelaku yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu. Hal itu diekspresikan dalam ucapan dan tindakan tokoh. Dalam komplikasi itulah berbagai kerumitan bermunculan. Kerumitan tersebut bisa saja terdiri lebih dari satu konfik. Berbagai konflik ini pada akhirnya akan mengarah pada klimaks, yaitu saat sebuah konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi. Klimaks ini merupakan keadaan yang mempertemukan berbagai konflik dan menentukan bagaimana konflik tersebut diselesaikan dalam sebuah cerita. Untuk mencapai sebuah selesaian atau leraian, diperlukan evaluasi. Pada tahapan evaluasi ini, konflik yang terjadi diarahkan pada pemecahannya sehingga mulai tampak penyelesaiannya. 
Setelah itu, kalian akan mengenal struktur berikutnya, yaitu resolusi. Pada resolusi, pengarang akan mengungkapkan solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh. Resolusi berkaitan dengan koda. Ada juga yang menyebut koda dengan istilah reorientasi. Koda merupakan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks. Sama halnya dengan tahapan abstrak, koda ini bersifat opsional. 
Sekarang kalian sudah memahami struktur sebuah teks cerita pendek. Struktur rangkaian kejadian dalam cerita pendek sering disebut dengan alur atau plot. Rangkaian kejadian ini disusun sebagai sebuah interrelasi fungsional yang sekaligus menandai urutan bagian dalam keseluruhan cerita. Dengan demikian, alur itu merupakan perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita. Dalam pengertian ini, alur merupakan suatu jalur tempat lewatnya rentetan peristiwa yang merupakan rangkaian pola tindak-tanduk yang berusaha memecahkan konflik yang terdapat di dalamnya.
Kaidah kebahasaan
   Selain struktur cerpen yang sudah kalian pahami, sekarang kalian harus mengenal aspek kebahasaan dalam sebuah cerpen. Berbicara tentang bahasa dalam karya sastra, tidak terlepas dari gaya atau stilistik. Akan tetapi, dalam perkembangannya, pengertian gaya juga dilihat di luar hubungan sastra. Paling tidak dibedakan dengan bahasa sastra dan bahasa nonsastra, misalnya bahasa teknik atau bahasa hukum. Gaya memang dihubungkan dengan pemakaian atau penggunaan bahasa dalam karya sastra.   Gaya bahasa merupakan bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta  membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Penggunaan gaya bahasa ini dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu. Gaya bahasa merupakan bentuk retorik, yaitu penggunaan kata dalam berbicara dan menulis untuk meyakinkan atau mempengaruhi penyimak dan pembaca. Terdapat sekitar 60 gaya bahasa. Namun, Gorys Keraf membaginya menjadi empat kelompok, yaitu gaya bahasa perbandingan (metafora, personifikasi, depersonifikasi, alegori, antitesis, dan sebagainya), gaya bahasa pertentangan (hiperbola, litotes, ironi, satire, paradoks, klimaks, antiklimaks, dan sebagainya), gaya bahasa pertautan (metonimis, sinekdoke, alusi, eufemisme, elipsis, dan sebagainya), dan gaya bahasa perulangan (aliterasi, asonansi, antanaklasis, anafora, simploke, dan sebagainya).

E.                          Kegiatan Pembelajaran


1.    Pertemuan pertama dan kedua
Langkah Pemebelajaran
Struktur Model Pembelajaran
Deskripsi
Alokasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan

1.      Berdoa sebelum mengawali pelajaran
2.      Apersepsi
3.      Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran
10 menit
Kegiatan Inti
Pemberian rangsangan (stimulation)
(mengamati)
1. Mengamati gambar dan membaca serta membicarakan isi profil pengusaha sukses atau bertanya  jawab  untuk membangun konteks
2. Membaca teks model teks cerita pendek dengan cermat  utuk melihat strukturnya
3. Membaca  teks  model  untuk  memahami  kaidah kebahasaan dalam teks cerita pendek dan isinya.
160 menit
Pernyataan/Identifikasi masalah
1.     Menanya tentang fungsi teks cerita pendek
2.     Menanya tentang struktur teks cerita pendek.
3.     Menanya tentang kaidah kebahasaan teks cerita pendek.
4.     Menanya tentang isi cerita pendek
Pengumpulan data
(Mengumpulkan Informasi)
1.      Mengidentifikasi bagian-bagian/strukturteks cerita pendek.
2.      Berdiskusi tentang struktur teks cerita pendek
3.      Berdiskusi tentang kaidah kebahasaan teks cerita pendek
4.      Berdiskusi tentang isi dan makna teks cerita pendek
Pengolahan data
(Mengasosiasikan)
1.      Mengurutkan/melengkapi isi  teks cerita pendek berdasarkan struktur teks untuk mempertajam  pemahaman   tentang  struktur teks cerita pendek
2.      Menggunakan kaidah kebahasaan untuk  kemahiran berbahasa dalam   mendukung pemahaman teks cerita pendek secara lisan dan tulisan
Pembuktian
Peserta didik memperbaiki teks cerita pendek yang menurutnya belum sesuai dengan kaidah.
Menarik kesimpulan
(Mengomunikasikan)
1.      Menyampaikan hasil pemahaman tentang struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita pendek secara lisan dan tulisan
2.      Menyampaikan isi dan makna teks cerita pendek
Kegiatan Penutup

1.      Guru menyimpulkan hasil belajar
2.      Penutup
10 Menit

F.                           Penilaian, Pembelajaran Remidial, dan Pengayaan
1. Penilaian Sikap
a. Teknik                 : Pengamatan sikap
b. Bentuk                : Lembar Pengamatan
2. Penilaian Pengetahuan
Pertemuan pertama
a. Teknik                 : Observasi (Pengamatan kerja kelompok)
b. Bentuk                : Lembar keaktifan siswa

Pertemuan kedua
a. Teknik                 : Penugasan
b. Bentuk                : Lembar nilai tugas

G.                         Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1.    Media
contoh teks cerita pendek dari buku siswa
2.    Alat/Bahan
Laptop dan LCD
3.    Sumber Belajar
a.    Maryanto; Nurhayati; Elvi Susanti; dan Anik Muslikah. 2014. Bahasa Indonesia. Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Politeknik Negeri Media Kreatif.

b.    KBBI

No comments:

Post a Comment