Friday, 6 May 2016

BERKUNJUNG KE PANTAI AMBAL KEBUMEN

Suatu hari ada seorang teman di daerah Kalijirek, kecamatan Alian. Dia bernama Kartotuying. Dia adalah anak dari seorang pengusaha pengolahan “Genteng Kkalijirek Makmur’’yang cukup sukses di Desanya yang sudah mendunia.


Dia merupakan anak yang baik dan tidak sombong, sehingga banyak orang yang ingin berteman denganya. Dimanapun Dia pergi Dia selalu pergi dengan teman-temanya. Kebetulan mereka sedang liburan sekolah karena ada kakak kelas yang sedang mengikuti ujian nasional tahun 2015/2016. Mereka sangat senang karena dapat bermain bersama-sama dan sedikitnya tugas yang diberikan oleh guru-guru mereka.

Suatu hari mereka akan bermain bersama dilapangan sepakbola, tetapi bola yang mereka punya sudah pecah karena tertlindas ban truk. Lalu mereka berpikir ingin bermain bola voli, tetapi sangat disayangkan bola voli baru saja hilang di ambil pemungut sampah, lalu salah seorang teman berkata:

Messi   : “oooyy teman-teman kita bingung nih mau main apa ?”
David  : “ya udah lah kita pulang kayaknya sebentar lagi hujan nih...”
Kartotuying : “ vid kamu jangan begitu dong ! masa, kita sudah jauh-jauh kesini langsung pulang lagi sih ? lagian dirumah pasti juga bingung mau ngapain!”
Messi   : “ya udah kita sekarang mau ngapain ?
Kartotuying: “bagaimana kalau kita pergi ke pantai Ambal Kebumen saja ?”
David  : ‘wah ide bagus tuh, tapi kan jauh, kita mau kesana pakai apa ?
Messi   : “ya pake sepeda lah ... masa pake gerobak bapak lu !,,,,
Dicky  : “hahahahahahahaaa  “ (tertawa terbahak-bahak)”
David : “oke lah kalo begitu tapi aku gak bawa sepeda, aku bonceng saja ya ?
Kartotuying : “ayo sama aku saja”.

Setelah itu mereka pun berangkat menuju pantai Ambal menggunakan sepeda, di tengah perjalanan mereka beristirahat karena salah satu orang merasa lapar dan melihat ada tukang sate di pinggir jalan. Lalu Kartotuying membelikan beberapa tusuk sate ke teman-temanya untuk di makan bersama-sama. Setalah teman-temanya kenyang mereka pun melanjutkan perjalanan dengan semangat pagi. Setelah beberapa jam akhirnya mereka pun sampai di pantai Ambal Kebumen. Mereka pun masuk ke pintu masuk dengan antre. Harga tiketnya pun cukup murah yaitu Rp. 1.000.

Disana mereka sangat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang maha Esa ini. Disana mereka berfoto-foto untuk mengabadikan momen-momen yang indah ini. Lalu mereka bermain pasir untuk membuat istana pasir. Messi terkejut ketika melihat hewan yang belum pernah di lihat sebelumnya .

Messi: “wow hewan apa ini ? aku belum pernah lihat.”
Kartotuying : “oooo yang warnanya merah ya ? itu namanya yutuk. Kalo di Ambal biasa di sebut Undur-undur.
David : “itu bisa dimakan apa tidak ?”
Kartotuying  : “bisa tapi kalo kebanyakan kepala kita bisa pusing.?
Messi   : “kalo begitu kita cari saja untuk di masak dirumah”
Kartotuying : “ oke”.

Lalu mereka pun bersama-sama mengumpulkan undur-undur tersebut untuk di bawa pulang. Setelah mereka puas bermain dan mendapat banyak yutuk. Mereka pun pulang dan mampir di warung pantai Ambal. Mereka membeli gorengan untuk mengganjal lapar karena waktu menunjukan jam 3 sore. Ternyata gorengan yang dimakan tersebut adalah peyek undur-undur. Setelah itu mereka mampir lagi ke pacuan kuda di dekat pantai Ambal. Sayang sekali uang mereka sudah habis sehingga mereka tidak bisa masuk. Karena mereka penasaran, David nekad memanjat pohon di dekatnya untuk melihat pacuan kuda tersebut. Setelah beberapa saat David dan teman-teman langsung pulang.

           


No comments:

Post a Comment