Saturday, 30 April 2016

PANTAI PETANAHAN KEBUMEN YANG INDAH

Dicerahnya hari pagi yang menyelimuti bumi dengan cahayanya yang indah bagai bunga yang telah mekar mengindahkan dunia dan seisinya. Pagi itu aku berjalan jalan ditepi pantai petanahan yang berpasir hitam dengan ombak yang bergulung-gulung saling berkejaran satu sama lain. Dengan begitu indahnya  aku pun terpesona melihat keindahan alam pantai petanahan . 

Ketika aku berjalan menyusuri pantai aku pun melihat seseorang sedang melamun sendirian tanpa seorang teman disisinya. Aku pun menghampirinya.
 Aku : ’’ haii pemuda apa yang kau lakukan ? ‘’ ( menepuk pundak sipemuda)
Pemuda : ‘’ tidakk apa apa , aku hanya sedang berfikir.’’(sambil tersentak )
Aku  : ‘’ memangnya apa yang sedang kau pikirkan ?’’
Pemuda : ‘’ aku cuma berfikir alangkah indahnya pantai petanahan ini .’’(sambil menunjuk ke ombak ombak yang bergulung gulung )
Aku : ” iya aku pun takjub melihat pesona keindahan pantai petanahan ini. ”
Pemuda : “ emmmm,,  menurutmu apa daya tarik keindahan pantai petanahan ini ? ”
Aku : “ hhemmm , menurutku semuanya indah . “
Pemuda : “ yaa.. memang begitu indah pantai ini alangkah indahnya sampai sampai aku tak sadar kalau aku melamun. “
Aku : “ ohhh... berarti tadi kamu melamun karna terpesona dengan keindahan pantai petanahan ini. ‘’
Pemuda : “ ya benar sekali. “

Sejenak, aku pun mengajak pemuda itu untuk berjalan jalan mengelilingi pantai petanahan ini, ketika berjalan jalan Aku pun tersendak melihat seekor hewan yang berwarna yang bergelembung dan tidak memiliki tulang. Sejenak aku berfikir apakah gerangan hewan itu karna pertama kali aku melihat hewan itu,
Aku : “ wooww... cantik dan unik sekali hewan ini. ”
Pemuda : ” ya, memang cantik dan unik hewan ini, ‘’
Aku : ‘’ apakah kau tahu hewan cantik dan unik ini, dan apakah berbahaya? ‘’
Pemuda : ‘’ ya, ini namanya ubur ubur, hewan ini sangat berbahaya, karena hewan memiliki sengatan yang berbahaya ‘’


Kami melanjutkan perjalanan untuk melihat lihat pesona keindahan pantai petanahan ini. Hari rmenjelang siang, matahari pun mulai berada diatas kepalaku, seakan akan mengikuti ku kemanapun aku berjalan.

Dengan langkah yang mulai lemas, kami pun beristirahat dibawah pohon cemara yang besar. Dengan sejuknya angin laut yang menghembus seakan mengajakku menikmati semua keindahan yang ada di Pantai Petahanan ini.

Tak sadar kami pun terlalu di manjakan dengan kenikmatan yang ada. Tak berselang lama kami pun beranjak dan berjalan lagi, tidak begitu jauh kami melihat seorang pedagang . es yang menjajakan dagangannya. 

Pedagang : “ mas apakah kalian mau es.”(sambil menunjukkan es kearah kami)
Karena kami lelah maka kami pun membelinya
Aku : “ ya pak saya beli satu, ‘’                                                                                                    pemuda : “ saya juga pak satu. “
Penjual : “ ya ni es nya.”

Dengan begitu nikmatnya, kami melahap es yang kami beli tadi.  Alangkah senangnya hatiku yang bisa menikmati keindahan pantai petanahan yang begitu mempesona. Hari menjelang sore dan Aku pun berpamitan kepada pemuda itu.

Aku : “ terima kasih kamu telah menemaniku berjalan jalan mengelilingi pantai petanahan yang indah ini. “
Pemuda : “ ya sama sama aku juga senang bisa berteman dan menemanimu menikmati keindahan pantai petanahan yang indah ini . “
Aku : “ ya sampai jumpa lagi kawan , semoga kita bisa bertemu di lain hari .
Pemuda ; “ oke sama sama. “

Dengan kata itu aku pun beranjak pulang, hati ku pun senang dan riang bisa menikmati semua keindahan pantai petanahan ini.


No comments:

Post a Comment