Thursday, 14 April 2016

Bertamasya Ke Pantai Menganti

Pada liburan kemarin tanggal 25 januari 2016 lalu, Bagus Panji dan Sapto Aji Pamungkas 2 sahabat ini melakukan pejalanan menuju ke pantai Menganti di daerah Ayah kecamatan Ayah kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Tentunya kami juga mengajak gebetan masing masing. Gebetan kami yaitu Pevita Pearce milik Sapto dan Raisa milik Bagus Panji. Sebelumnya kami sudah merencanakan perjalanan ini dari malam tahun baru kemarin. Awalnya kami masih bingung mau pergi bersama ke daerah mana, tapi tiba tiba si Pevi berusul untuk pergi ke Pantai Menganti.


“Sapto sayang pergi yuk” rayu Pevi
“moh lah lagi kere, mboten gadhah arto” balas Sapto
Dengan lantang Bagus menyahut jawaban Pevi “Ayuk mau jalan jalan ke mana?”
“Hmm.. Sebentar aku pikirkan dahulu.” Jawab Pevi
SATU JAM KEMUDIAN……
“Ahaa.. Bagaimana kalau kita lanjutan perbincangan ini esok hari” balas Pevi sambil menguap
“Badak!!! Yawis yuh bali, wis wengi” Jawab Bagus
“Wis bae apa?” Sahut Sapto

Akhirnya tibalah hari yang dinantikan, mereka ber-empat pun sudah bersiap siap untuk berangkat ke Pantai Menganti. Dengan mengendarai Ferrari nya Sapto sudah bersiap siap bersama Pevi untuk berangkat. Berbeda dengan Sapto, Bagus lebih memilih mengendarai motor vespa kesayangannya bersama Raisa. Di tengah perjalanan Raisa coba menghibur Bagus dengan suara emasnya. Mereka berdua diibaratkan sebagai Romeo dan Juliet.

Sekitar 2,5 jam kemudian mereka berdua sampai di Pantai Menganti dan melihat Sapto sedang tertidur pulas di pangkuan Pevi. Bagus dan Raisa menghampiri mereka berdua dan membangunkan Sapto.

“Bro bangun bro! Bro bangun bro! Katanya mau tidur?” Perintah Bagus
“Hah ini dimana? Saya siapa? Kamu siapa?” Jawab Sapto
“Cepat bangun!!! Sudah di menganti ini..” Kata Bagus

Setelah Sapto terbangun, mereka ber empat melanjutkan piknik mereka bersama kekasih mereka masing masing. Mereka bercanda, bermain dan bermesraan bersama pasangan masing masing seolah olah dunia hanya milik mereka berempat dan yang lainnya ngontrak. Jam menunjukan sudah pukul 1 siang, mereka berempat beristirahat sejenak untuk makan siang. Raisa dan Pevi memasak bersama dan menghidangkan masakan istimewa untuk pasangan mereka. Setelah 40 menit berlalu, tibalah masakan spesial mereka berdua yaitu mie sedaap rebus. Apapun makanannya minumnya tetap teh botol sosro. Mereka berdua merasa puas dengan makanan mereka.


Sampai sore menjelang mereka berencana untuk melihat sunset bersama sama. Mereka menantikan sunset sambil duduk besimpuh di bawah rindangnya pohon cemara. Momen ini sungguh indah, dan sepertinya ini adalah momen terindah bagi Bagus dan Sapto. Angin bertiup sepoi-sepoi seolah olah alam merestui hubungan kami dengan pasangan kami masing masing. Lama menanti sunset, mereka terheran heran dan bertanya pada diri mereka sendiri. “Dimanakah sunsetnya?”. Tak sadar mereka ber empat ternyata menghadap ke arah Timur tempat matahari terbit. “Badak!! Yuk balik kanan” ucap Sapto.

Setelah membalik arah pandangan mereka, akhirnya mereka menemukan apa yang mereka cari.
“Pevi tau ngga perbedaan matahari sama kamu?’ Rayu gombal Sapto
“Engga” jawab manja Pevi
“Kalo matahari itu menyinari dunia, kalo kamu menyinari hatiku” Jawab manis Sapto
“Aaahh.. Maca cihh..” jawab manja Pevi

Sungguh indah momentum ini, sehingga dua sahabat ini merasa seperti terbang tinggi di angkasa. Tak terasa, sunset hampir tenggelam seutuhnya, mereka berempat masih duduk bersama di bawah rindangnya pohon cemara. Mereka merasa sangat terbuai dengan keindahan alam bawah sadar mereka sendiri seakan akan mereka ingin hidup di tempat yang sama 1000 tahun lagi. Sayangnya sunset sudah tenggelam sepenuhnya, dan akhirnya mereka bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing masing. Setelah selesai berkemas tiba tiba ombak pasang datang menghampiri mereka berempat dan menghempaskan mereka dengan kuatnya. Bagus dan Sapto berteriak sejadi-jadinya hingga terbangun dari tidur mereka, dan menyadari bahwa sesungguhnya mereka hanya bermimpi.

“Ohh ternyata, hanya mimpi dan genteng kamar kita bocor Gus” Gumam Sapto
“ Iya ini, lagi enak enak bermimpi tapi malah ketetesan air hujan” Jawab Bagus


Itulah tadi kisah 2 sahabat kost yang bermimpi bisa mempunyai kekasih cantik dan bisa berlibur bersama. 

No comments:

Post a Comment