Sunday, 24 April 2016

BERLIBUR KE PANTAI BOCOR KEBUMEN YANG INDAH

Pada suatu hari saat liburan semester gasal, saya bersama teman-teman merencanakan ingin berekreasi ke suatu tempat. Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke suatu pantai. Pantai tersebut bernama pantai Bocor. Pantai tersebut terletak di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.


Pantai tersebut memiliki keindahan tersendiri yang cukup terkenal di kalangan masyarakat baik lokal mapun domestik. Pantai tersebut memiliki ciri khas ombak yang ideal, yaitu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Karena itu pantai tersebut di gunakan untuk mandi oleh para pengunjung yang datang ke pantai bocor tersebut. Akan tetapi walaupun memiliki ombak yang ideal dan boleh untuk mandi namun ada aturan yaitu anak kecil tidak boleh mandi di situ  dikarenakan daratan pantai yang menjorok ke arah laut maka dari itu sangat berbahaya bagi anak-anak bila ingin mandi di laut tersebut.

Saya bersama teman-teman pergi kesana pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2015. Kami pergi kesana dengan menggunakan sepeda motor dan ada yang berboncengan dengan teman yang lainnya. Kami sepakat untuk berkumpul di daerah kembaran tepatnya di sekolah SMK Negeri 2 Kebumen Jalan Joko Sangkrip km 01 Sumberadi Kebumen. Kami berangkat mulai pukul 07.00 WIB.

Di perjalanan kami memakan waktu 30 menit untuk sampai di pantai bocor, tepatnya pukul 07.30 WIB. Sesampai disana kami di hadang oleh pemuda berbadan kekar berkacamata hitam. Kami mengira para pemuda itu adalah preman dan ingin memalak kita, namun ternyata mereka hanya seorang tukang parkir di tempat itu.

Tukang parkir  : “ hei stop stop stop !!!” (tukang parkir menghadang kami)

Azis : ( dengan perasaan panik ) “ada apa mas?”

Rian     : “aduh gawat ini jangan jangan kita mau di begal nih jok?” (tanya rian dengan perasaan cemas)

Joko     : “haduuhh gimana ini yah? Padahal niat kita kan Cuma mau main saja di pantai”

Tukang parkir  : “bayarnya dua ribu untuk setiap kendarasan mas”

Azis     : “oh iya pak, jadi semuanya berapa?”

Tukang parkir  : “ karena semuanya ada 5 kendaran jadi totalnya Rp 10.000,-“(jelas si tukang parkir)

Azis     : “baiklah pak, ini uangnya (sambal menyerahkan uang Rp 20.000)

Tukang parkir  : “ ada uang yang pas mas?”

Azis     : “ tidak ada pak”

Rian : “ kamu ada uang tidak jok?”

Joko     : “ ada sih, tapi uangku malah Rp 50.000an, emangya kamu tidak ada rian?”

Rian     : (sambil merogoh saku celananya) “ haduuuhhh aku malah lupa membawa dompetku, tadi sudah mau membawa tapi malah ketinggalan di meja”

Joko     : “baadaakkk,”

Slamet : “ ceelii,, bilang aja tidak punya uang.


Septo   : “ njiirr dasar keree” (dengan gaya mengejek namun sambil bercanda)

Ngali   : “sudah – sudah ini pakai uang saya saja” (sambil membuka dompet)

Azis     : “ weeedeess weedeess biasanya loe juga ngutang, lagi banyak uang loe?” (dengan nada mengejek)

Ngali   : “ hehehehee iya nih, aku lagi punya uang , maklum habis COD hehee.

Azis     : “yah bagus lah, yuk kita masuk.

Setelah berdebat masalah uang kembalian tadi, akhirnya Kami semua masuk ke dalam pantai. Sesampai di sana kami beristirahat sejenak sebelum main di sana. kami mengobrol-ngobrol sejenak untuk memulihkan stamina kami. Setelah cukup beritirahat kami segera bergegas untuk mandi di laut, kamipun langsung melepas baju dan langsung mandi sampai puas.
           
Saat kita sedang asik bermain air di laut, tiba – tiba slamet hampir tenggelam.

Slamet : “woooii tolong tolong” ( teriak slamet pada kami)
( saat slamet berteriak meminta tolong bukannya langsung menolong kita malah tertawa berbahak bahak, dan setelah ombak berlalu kamipun berbincang).

Ngali   : “heh slamet kamu tadi kenapa? Hahaa” ( tanya ngali dengan nada ngledek).

Rian     : “haha iya tuh, kamu kenapa tadi, kita lagi asik main air kamu malah teriak-teriak sendiri.

Slamet : “njiiirr, aku tadi mau tenggelam terseret ombak kalian malah mentertawakanku” ( jelas slamet)

Azis     : “hahaa kirain loe tadi mau daftar jadi prajurit nyiroro kidul?”

Septo   : “hahaa mati loe”


Setelah puas main air dan berbincang-bincang kamipun dengan perasaan lelah namun menyenangkan kamipun bergegas pulang. Kami pulang dari sana pukul 04.00 dan langsung pulang kerumah masing-masing. Kami semua merasakan kesenangan dan kepuasan yang tiada tara.

No comments:

Post a Comment