Thursday, 21 April 2016

BERKUNJUNG KE JEMUR ADVENTURE PARK KEBUMEN

Pada liburan akhir semester kemarin, saya dan teman-teman ingin berlibur ke suatu tempat wisata yang bisa menantang adrenaline kami dan bisa lebih mendekatkan kita dengan alam. Lalu kami medapat informasi dari media sosial dan dari teman teman bahwa di desa Jemur kecamatan Kebumen, kabupaten Kebumen telah ada objek wisata baru yang bernama Jemur Adventure Park. Setelah mendengar cerita dari teman-teman dan katanya tempat itu cocok untuk orang yang memacu adrenaline dan lebih dekat dengan alam, karena disana banyak sekali permainan yang bisa memacu adrenaline dan tempatnya terletak di pegungungan yang asri. Jadi menurut kami itu merupakan tempat yang cocok untuk kita kunjungi pada liburan tahun ini.


Pada malam harinya kamipun berunding dan akhirnya kamipun sepakat untuk berlibur kesana. Dan kami langsung mempersiapkan segala kebutuhan yang disekiranya diperlukan untuk kesana. Setelah selesai mempersiapkan semuanya, kami pun tidur lebih awal agar keesokan harinya kami bangun dengan segar. Keesokan harinya kamipun bangun lebih awal dan mempersiapkan semuanya, seperti kendaraan, peralatan, dan bahkan bekal makanan. Setelah semuanya siap, sekitar jam 07.00 wib kamipun berangkat ke sana dengan menggunkan sepeda motor dengan berboncengan.

Perjalanan kesana cukup mudah karena jalan yang dilewati cukup bagus dan tidak banyak belokan dan tidak terlalu naik turun. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, kami pun sampai di tempat tujuan kami, “Selamat Datang di Desa Wisata Jemur Adventure Park” begitulah tugu ucapan selamat datang ketika kita hampir memasuki pintu masuk tempat wisata itu. Lalu kami pun segera membeli tiket untuk masuk kesana. Biaya yang kami keluarkan untuk membeli tiket adalah Rp 10.000 per orang dan biaya parkir Rp 1000 per motor. Lalu kami pun segera masuk ke area permainan yang telah disediakan.

Kami pun tidak sabar untuk mencoba permainan disana. Ada beberapa wahana permainan yang bisa dicoba antara lain seperti, Flying Fox, Panjat tebing, Jembatan Tali dan masih banyak yang lainya. Tetapi rasa penasaran kami tertuju pada permainan Flying Fox yang menurut kami cukup bisa memacu adrenaline, karena disana kita akan di kaitkan dengan sebuah tali dan kita akan meluncur melewati sebuah perbukitan dengan ketinggian sekitar 15 meter dengan panjang tali sekitar 50 meter.


Setelah berunding beberapa saat untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan mencoba wahana tersebut, akhirnya rasa penasaran salah satu teman kami yang bernama Fandi dapat mengalahkan rasa takutnya, dan dengan rasa takut bercampur dengan penasaran akhirnya Fandi pun memberanikan diri untuk mencoba untuk pertama kali. Setelah Fandi bersiap di atas pos start lalu tali pengaman pun dikaitkan ditubuh Fandi, tetapi dia masih merasa takut dengan ketinggian, dan kakinya pun gemetar dengan keringat yang berkucur dan wajah manisnya pun menjadi pucat. Setelah melihat kejadian itu salah satu teman kami yang bernama Rusman pun menertawakan ketakutan yang di alami Fandi dan dia pun mengejek Fandi, “ whahaha fandi kecingan.. ajah kemrungsung nyuuk..“ begitu cara Rusman mengejek Fandi dengan wajah angkuh nya.

Lalu dengan penuh rasa takut, akhirnya Fandi pun bisa melewati dengan lancar walaupun dengan wajah pucatnya. Setelah giliran pertama selesai lalu giliran kedua pun segera mencoba. Rusman dengan gagah nya dia langsung berani untuk mencoba permainan itu. Dia langsung naik ke pos start dengan cepat dan meminta petugas untuk segera mengaitkan tali pengaman ke tubuhnya. Dan pada saat pemasangan tali pengaman yang terakhir dia pun tidak sabar untuk segera mencoba dan meminta petugas untuk tidak usah memasangnya karena menurut dia tali itu tidak terlalu berfungsi. Karena Rusman meminta dengan kekeh, lalu petugas pun dengan terpaksa meng iya kan permintaan Rusman itu. Dengan gagah nya, Rusman pun meluncur. Dan tanpa disangka tali pengait yang tidak di pasang tadi yang berfungsi sebagai pengait tali yang lain pun menjadi malapetaka bagi Rusman. Salah satu tali pengaman yang terpasang ditubuh Rusman tidak disengaja terkait dengan tali seluncur pokok dan akibatnya Rusman berhenti ditengah tengah tali dan tidak bisa bergerak. Kejadian ini membuat semua pengunjung panik.mDan tidak bisa di pungkiri Rusman pun juga panik karena dia tergantung di tengah tali yang berada di atas ketinggian. Dia pun berteriak “tuluuuung laaaaa yuunggg...”


Dengan sigap petugas pun segera menolong Rusman dan akhirnya Rusman pun bisa turun kembali walaupun dengan wajah pucat, kaki gemetar dan celana basah. Dan Fandi pun menenangkan Rusman dengan memberi minuman ke dia. Setalah Rusman sudah kembali pulih, Rusman pun menyadari ke angkuhan dan kesombonganya dan dia pun segera meminta maaf kepada Fandi atas segala kesalahanya yang telah mengejek Fandi. Dan dengan rendah hati Fandi pun memaafkan Rusman dan mereka beruda pun semakin menjadi sahabat yang erat. Lalu kami semua pun kembali pulang dengan gembira dan mendapat pengalaman hidup bagi kami.

No comments:

Post a Comment