Saturday, 30 April 2016

PANTAI PETANAHAN KEBUMEN YANG INDAH

Dicerahnya hari pagi yang menyelimuti bumi dengan cahayanya yang indah bagai bunga yang telah mekar mengindahkan dunia dan seisinya. Pagi itu aku berjalan jalan ditepi pantai petanahan yang berpasir hitam dengan ombak yang bergulung-gulung saling berkejaran satu sama lain. Dengan begitu indahnya  aku pun terpesona melihat keindahan alam pantai petanahan . 

Ketika aku berjalan menyusuri pantai aku pun melihat seseorang sedang melamun sendirian tanpa seorang teman disisinya. Aku pun menghampirinya.
 Aku : ’’ haii pemuda apa yang kau lakukan ? ‘’ ( menepuk pundak sipemuda)
Pemuda : ‘’ tidakk apa apa , aku hanya sedang berfikir.’’(sambil tersentak )
Aku  : ‘’ memangnya apa yang sedang kau pikirkan ?’’
Pemuda : ‘’ aku cuma berfikir alangkah indahnya pantai petanahan ini .’’(sambil menunjuk ke ombak ombak yang bergulung gulung )
Aku : ” iya aku pun takjub melihat pesona keindahan pantai petanahan ini. ”
Pemuda : “ emmmm,,  menurutmu apa daya tarik keindahan pantai petanahan ini ? ”
Aku : “ hhemmm , menurutku semuanya indah . “
Pemuda : “ yaa.. memang begitu indah pantai ini alangkah indahnya sampai sampai aku tak sadar kalau aku melamun. “
Aku : “ ohhh... berarti tadi kamu melamun karna terpesona dengan keindahan pantai petanahan ini. ‘’
Pemuda : “ ya benar sekali. “

Sejenak, aku pun mengajak pemuda itu untuk berjalan jalan mengelilingi pantai petanahan ini, ketika berjalan jalan Aku pun tersendak melihat seekor hewan yang berwarna yang bergelembung dan tidak memiliki tulang. Sejenak aku berfikir apakah gerangan hewan itu karna pertama kali aku melihat hewan itu,
Aku : “ wooww... cantik dan unik sekali hewan ini. ”
Pemuda : ” ya, memang cantik dan unik hewan ini, ‘’
Aku : ‘’ apakah kau tahu hewan cantik dan unik ini, dan apakah berbahaya? ‘’
Pemuda : ‘’ ya, ini namanya ubur ubur, hewan ini sangat berbahaya, karena hewan memiliki sengatan yang berbahaya ‘’

Thursday, 28 April 2016

BERLIBUR KE PANTAI KARANG AGUNG KEBUMEN

Pada hari minggu Andi dan teman-temannya akan berencana berlibur  ke pantai karang agung yang terletak di kabupaten kebumen. Pada hari sabtu setelah pulang sekolah mereka berkumpul di kantin sekolah  untuk membahas rencana mereka pada esok hari.

Andi :“hay semua, apakah sudah kumpul semua ?”
Beni  : “belum, tinggal nunggu Ardi yg belum keluar dari kelas.”
Agus :“ya tadi katanya ardi ada pelajaran tambahan dari guru mapel matematika.”
Andi : “ya sudah kita mulai saja membahas rencana kita untuk berlibur esok hari.”
Beni :“kita mau berangkat pakai apa? Apakah mau menyewa mobil atau  menggunakan motor?”
Agus : “kalau menurut saya sebaiknya kita menggunakan motor saja agar mempermudah perjalanan.”
Beni :“kok gitu, bukananya  lebih enak menggunakan mobil?”
Agus :“memang lebih enak menggunakan mobil, tapi rute jalan yang akan kita lewati lebih mudah menempuhnya menggunkan motor karena mengingat kondisi jalan yang berkelok kelok dan naik turun.”
Andi : “ya, betul itu lagi pula jika kita menyewa mobil akan lebih besar  biaya nya .”
( tiba-tiba Ardi datang dari arah belakang  )
Ardi : “maaf ya aku telat, tadi ada pelajaran tambahan .”
(agus,beni&andi) :” ya nggak papa.”
Andi : “ya sudah kita putuskan saja,  besok kita berangkat menggunakan motor dan berkumpul di rumah sanya pada pukul 07.00 pagi.”
( setelah selesai mereka pun mereka pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan keberangkatan mereka esok hari.)

Keesokan harinya andi dan teman nya berkumpul di rumah andi dan siap untuk berangkat, tapi ternyaata ardi belum juga datang. Setelah lama menunggu ardi menghubungi andi dan mengatakan bahwa dia tidak bisa membawa  motor nya karena motornya rusak.
Andi : “gimana, kita mau nunggu ardi atau kita berangkat tanpa ardi?”
Beni : “lebih baik kita jemput ardi saja sambil kita berangkat.”
(andi&agus ): “ ya.”

Akhirnya mereka berangkat dan berhenti di rumah ardi untuk menjemput ardi.

Andi : “ardi kamu di bonceng sama beni saja ?”
Ardi : “ya.”

Tuesday, 26 April 2016

Berkunjung Ke Objek Wisata Dieng Wonosobo

Pada hari sabtu tanggal 23 April 2016, kami sekeluarga berkunjung ke Dieng, Kabupaten Wonosobo, Provinsi  Jawa Tengah. Kami berangkat dari rumah pada pagi hari pukul 07.00. Sebelum berangkat, kami menyiapkan barang-barang yang diperlukan, karena rencana kami akan bermalam di sana.


            Deni    :“Pak, kapan kita mau berangkat?” (rengek Deni)
            Bapak  : “Sabar nak, kita tunggu ibu dulu. Ibu sedang mempersiapkan barang-barang    
untuk kita menginap nanti.”
Deni    :“Cepat dong pak, aku udah gak sabar nih mau melihat keindahan dieng.”
Bapak  :“Iya nak...sebentar lagi kok.”

Tidak lama kemudian ibupun datang dengan membawa keperluan yang nantinya diperlukan pada saat menginap disana.

            Ibu       :“Deni, sini bantuin ibu bawa barang-barangnya!”
            Deni    :“Iya bu..Deni bantuin..”
            Bapak  :“Barangnya udah lengkap semua belum bu?”
            Ibu       :“Udah pak..Nanti tinggal beli cemilan di jalan..”
            Bapak :“Oke deh bu..Ayo kita berangkat..!”

Kami sekeluargapun bergegas untuk berangkat. Bapak segera menyiapkan mobil dan kemudian memasukan barang-barang yang akan di bawa ke dalam bagasi mobil.

Di perjalanan kami melihat pemandangan kabupaten Wonosobo yang sangat indah. Di pinggir jalan masih banyak terdapat pepohonan yang sangat asri, sehingga perjalanan kami yang jauh tidak terasa karena tergantikan dengan keindahan daerah sekitarnya. Jalan menuju ke dieng masih sangat sepi karena kebanyakan orang memilih melewati jalan utama. Sekitar 4 jam dari rumah akhirnya kami tiba di Dieng dengan melewati perjalanan-perjalanan yang berliku dan naik turun pegunungan. Sesampainya di sana kami memilih untuk istirahat sejenak lalu sholat dan makan siang.

            Deni    :“Pak, ayo kita jalan-jalan.”
            Bapak  :“Iya Den, kita makan dulu ya.”
            Deni    :“Iya pak. Tapi cepetan dong, aku udah gak sabar nih.”

Kemudian Sehabis makan siang kami langsung berangkat menuju tempat wisata yang pertama yaitu kawah sikidang. Di sana menyugukan pemandangan alam yang sangat indah yaitu hasil ledakan gunung berapi yang menyebabkan pucuk gunungnya terlempar dan menghasilkan kawah yang di dalamnya terdapat belerang dengan suhu yang sangat tinggi. Kami kemudian berfoto-foto disana untuk mengabadikan keindahan alam yang ada di kawah sikidang. Karena sudah sore kami bergegas untuk mencari penginapan. Akhirnya kami mendapat tempat peninapan yang letaknya tidak jauh dari kawah sikidang. Sambil menikmati malam di kota wonosobo yang masih sangat asri, kami memutuskan untuk membuat jagung bakar.

Sunday, 24 April 2016

BERLIBUR KE PANTAI BOCOR KEBUMEN YANG INDAH

Pada suatu hari saat liburan semester gasal, saya bersama teman-teman merencanakan ingin berekreasi ke suatu tempat. Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke suatu pantai. Pantai tersebut bernama pantai Bocor. Pantai tersebut terletak di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.


Pantai tersebut memiliki keindahan tersendiri yang cukup terkenal di kalangan masyarakat baik lokal mapun domestik. Pantai tersebut memiliki ciri khas ombak yang ideal, yaitu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Karena itu pantai tersebut di gunakan untuk mandi oleh para pengunjung yang datang ke pantai bocor tersebut. Akan tetapi walaupun memiliki ombak yang ideal dan boleh untuk mandi namun ada aturan yaitu anak kecil tidak boleh mandi di situ  dikarenakan daratan pantai yang menjorok ke arah laut maka dari itu sangat berbahaya bagi anak-anak bila ingin mandi di laut tersebut.

Saya bersama teman-teman pergi kesana pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2015. Kami pergi kesana dengan menggunakan sepeda motor dan ada yang berboncengan dengan teman yang lainnya. Kami sepakat untuk berkumpul di daerah kembaran tepatnya di sekolah SMK Negeri 2 Kebumen Jalan Joko Sangkrip km 01 Sumberadi Kebumen. Kami berangkat mulai pukul 07.00 WIB.

Di perjalanan kami memakan waktu 30 menit untuk sampai di pantai bocor, tepatnya pukul 07.30 WIB. Sesampai disana kami di hadang oleh pemuda berbadan kekar berkacamata hitam. Kami mengira para pemuda itu adalah preman dan ingin memalak kita, namun ternyata mereka hanya seorang tukang parkir di tempat itu.

Tukang parkir  : “ hei stop stop stop !!!” (tukang parkir menghadang kami)

Azis : ( dengan perasaan panik ) “ada apa mas?”

Rian     : “aduh gawat ini jangan jangan kita mau di begal nih jok?” (tanya rian dengan perasaan cemas)

Joko     : “haduuhh gimana ini yah? Padahal niat kita kan Cuma mau main saja di pantai”

Tukang parkir  : “bayarnya dua ribu untuk setiap kendarasan mas”

Azis     : “oh iya pak, jadi semuanya berapa?”

Tukang parkir  : “ karena semuanya ada 5 kendaran jadi totalnya Rp 10.000,-“(jelas si tukang parkir)

Azis     : “baiklah pak, ini uangnya (sambal menyerahkan uang Rp 20.000)

Tukang parkir  : “ ada uang yang pas mas?”

Azis     : “ tidak ada pak”

Rian : “ kamu ada uang tidak jok?”

Joko     : “ ada sih, tapi uangku malah Rp 50.000an, emangya kamu tidak ada rian?”

Rian     : (sambil merogoh saku celananya) “ haduuuhhh aku malah lupa membawa dompetku, tadi sudah mau membawa tapi malah ketinggalan di meja”

Joko     : “baadaakkk,”

Slamet : “ ceelii,, bilang aja tidak punya uang.

Saturday, 23 April 2016

Berlibur ke pantai Ancol Jakarta

Pada liburan tahun baru kemarin aku dan keluargaku pergi ke Jakarta selain dalam rangka menghabiskan tahun baru aku dan keluargaku juga pergi dalam rangka mengunjungi kerabat jauh yang sudah lama tidak ku temui. Di sana aku bertemu dengan sepupu yang sudah sangat lama tidak aku temui. Disana aku dan sepupuku mrngunjungi tempat-tempat wisata yang populer di Jakarta, seperti Monas, Ragunan, dan pantai Ancol. Dari sekian banyak tempat wisata yang aku kunjungi, tempat wisata yang paling berkesan untuk aku adalah saat aku dan sepupuku menunjungi pantai Ancol. Berbeda dengan gambaranku yang berfikir bahwa pantai Ancol akan seperti pantai-pantai biasa, yang aku temui di pantai Ancol sangat jauh berbeda, ada hal yang baik dan hal yang kurang baik yang aku rasakan.


Untuk hal-hal yang baik atau positif dari pantai Ancol seperti pengelolaan pantai yang sangat modern, sarana dan prasarana yang memadai dan juga sistem penunjang keselamatan yang cukup mumpuni. Hal itu terbukti terdapat banyak tanda peringatan dan banyak rambu-rambu yang menjelasakan larangan apa saja yang tidak boleh di lakukan. Selain itu di sana juga ada penjaga pantai yang siap menolong siapa saja dalam kondisi darurat. Ini pertama kali aku melihat seorang penjaga pantai, bagi orang awam sepertiku yang tinggal di desa sosok penjaga pantai tidak terlihat dan tidak biasa. Dari pandanganku penjaga pantai terlihat seperti pekerjaan yang sangat mulia dimana pekerjaan ini adalah pekerjaan mempertaruhkan nyawa diri sendiri dan nyawa orang lain, itulah kesanku terhadap penjaga pantai.

Selain itu ada hal-hal yang kurang baik atau negativ yang aku rasakan seperti tingkat kebersihan dan juga ketertiban para pengunjung pantai.seperti yang kita tahu orang-orang Indonesia masih kurang peduli dengan lingkungan dan juga peraturan pertama kali aku sampai di Ancol. Aku sudah terkejut terlebih dahulu saat tiba di tempat parkir dimana banyak sekali kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir sembarangan dan tidak teratur. Berbeda sekali dengan suasana tempat parkir yang aku bayangkan. Selain itu Berjalan dari tempat parkir menuju pantai juga sangat miris di kiri dan kanan jalan banyak sekali sampah berserakan. Selain itu, juga kurangnya  sikap peduli dari orang orang sekitar yang sepertinya acuh tak acuh dengan keadaan yang seperti ini terlihat dengan jelas orang-orang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Thursday, 21 April 2016

BERKUNJUNG KE JEMUR ADVENTURE PARK KEBUMEN

Pada liburan akhir semester kemarin, saya dan teman-teman ingin berlibur ke suatu tempat wisata yang bisa menantang adrenaline kami dan bisa lebih mendekatkan kita dengan alam. Lalu kami medapat informasi dari media sosial dan dari teman teman bahwa di desa Jemur kecamatan Kebumen, kabupaten Kebumen telah ada objek wisata baru yang bernama Jemur Adventure Park. Setelah mendengar cerita dari teman-teman dan katanya tempat itu cocok untuk orang yang memacu adrenaline dan lebih dekat dengan alam, karena disana banyak sekali permainan yang bisa memacu adrenaline dan tempatnya terletak di pegungungan yang asri. Jadi menurut kami itu merupakan tempat yang cocok untuk kita kunjungi pada liburan tahun ini.


Pada malam harinya kamipun berunding dan akhirnya kamipun sepakat untuk berlibur kesana. Dan kami langsung mempersiapkan segala kebutuhan yang disekiranya diperlukan untuk kesana. Setelah selesai mempersiapkan semuanya, kami pun tidur lebih awal agar keesokan harinya kami bangun dengan segar. Keesokan harinya kamipun bangun lebih awal dan mempersiapkan semuanya, seperti kendaraan, peralatan, dan bahkan bekal makanan. Setelah semuanya siap, sekitar jam 07.00 wib kamipun berangkat ke sana dengan menggunkan sepeda motor dengan berboncengan.

Perjalanan kesana cukup mudah karena jalan yang dilewati cukup bagus dan tidak banyak belokan dan tidak terlalu naik turun. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, kami pun sampai di tempat tujuan kami, “Selamat Datang di Desa Wisata Jemur Adventure Park” begitulah tugu ucapan selamat datang ketika kita hampir memasuki pintu masuk tempat wisata itu. Lalu kami pun segera membeli tiket untuk masuk kesana. Biaya yang kami keluarkan untuk membeli tiket adalah Rp 10.000 per orang dan biaya parkir Rp 1000 per motor. Lalu kami pun segera masuk ke area permainan yang telah disediakan.

Kami pun tidak sabar untuk mencoba permainan disana. Ada beberapa wahana permainan yang bisa dicoba antara lain seperti, Flying Fox, Panjat tebing, Jembatan Tali dan masih banyak yang lainya. Tetapi rasa penasaran kami tertuju pada permainan Flying Fox yang menurut kami cukup bisa memacu adrenaline, karena disana kita akan di kaitkan dengan sebuah tali dan kita akan meluncur melewati sebuah perbukitan dengan ketinggian sekitar 15 meter dengan panjang tali sekitar 50 meter.

Monday, 18 April 2016

Berlibur ke Candi Borobudur

Hallo! Namaku Lintang. Sekarang saya sudah berada di bangku SMK, tepatnya bersekolah di SMK N 2 Kebumen tercinta. Saya sudah bersekolah disini sudah hampir satu tahun lamanya. Bisa dikatakan sekarang sudah masuk tahap akhir semester satu, yaitu di bulan Desember 2015. Saya masuk dijurusan Otomotif masih kelas X, dan senangnya saya bisa sekelas dengan teman yang dulunya juga se sekolahan pas lagi di SMP. Saya masuk di kelas X TKR 1 bersama lima teman yang dulunya se SMP, mereka adalah Nisa, Husnel, Nanda, dan Itba. Lucunya, di kelas ini perempuannya hanya ada tiga orang saja, hanya aku, Nisa sama Husnel. Dan kami memiliki banyak kisah bersama selama bersekolah disini. Kami sering bercerita bersama tentang selama bersekolah di SMP dulu, soalnya dulu tidak pernah satu kelas, dan tidak saling mengenal satu sama lain, tapi sekarang kami bertiga sekelas dan hanya ada tiga orang perempuan dikelas ini. Ini salah satu kisah kami saat kami bertiga berlibur ke Candi Borobudur.


Kami mulai merencanakan liburan ini saat kami akan menjalani UAS. Karena merasa lelah dan bosan dengan pelajaran yang terus dilakukan apalagi akan UAS. Kami pun mulai mencari tujuan-tujuan wisata yang menarik, akhirnya setelah beberapa hari kami memikirkannya kami memilih Candi Borobudur sebagai tujuan liburan kami. Kamipun mulai merencanakan harinya dan transportasi yang akan kami gunakan. Akhirnya kami memutuskan akan pergi berlibur seminggu setelah pembagian Rapor dan kami akan menggunakan sepeda motor sebagai kendaraannya.

Selang beberapa minggu, akhirnya hari yang dinantikan pun tiba. Karena kami hanya bertiga, kami memutuskan untuk mencari teman lain. Dan yang setuju ikut dengan kami hanya lima orang laki – laki dari kelas kami. Rencana awalnya kami tiba disekolah jam setengah tujuh pagi, tapi yaah.. seperti biasa, selalu saja ada yang molor jamnya, alias terlambat. Dua orang teman laki–laki kami baru sampai jam tujuh. Setelah semua berkumpul di depan sekolah kami mulai menyiapkan bekal bersama dan berdoa bersama juga. Kamipun berangkat dengan menggunakan empat sepeda motor dan berbonceng–boncengan. Waku tertera jam setengah delapan kami baru berangkat.

Dalam perjalanan kami menikmati pemandangan yang indah dan sesekali kami berhenti untuk beristirahat dan juga mengambil gambar alam sekitar. Dalam perjalanan kami sempat bingung mencari arah jalan namun akhirnya kami tiba di kawasan Candi Borobudur jam setengah duabelas. Dari kejauhan kami sudah dapat melihat pucuk menara Candi Borobudurnya. Namun kami ternyata salah masuk, kami malah masuk dari pintu keluar sehingga kami ditegur oleh petugas. Kami pun meminta maaf dan keluar kembali dan masuk melewati pintu masuk, serta membeli tiket.

Sunday, 17 April 2016

Macam-macam Kebutuhan Manusia

Kebutuhan manusia dituangkan tidak hanya dengan angan-angan atau minat saja. Tolak ukur suatu kebutuhan manusia sifatnya nyata, yaitu kemampuan untuk benar-benar membeli suatu barang ataupun jasa yang dibutuhkan. Misal ada seorang ibu rumah tangga yang kebetulan suka suatu alat masak listrik dikarenakan iklan di majalah atau iklan di TV, maka hal itu belum bisa disebut dengan kebutuhan. Sekarang kita lihat contoh yang  berikut ini, ketika seorang ibu menghitung-hitung berapa uang yang harus dibelanjakan, apakah kredit atau cash, dimana memperolehnya dan kapan, maka hal itu disebut sebagai kebutuhan.


Dengan kita melihat contoh di atas maka tampak sekali tolak ukur itu ada unsur pengorbanan (dalam hal ini jumlah uang yang harus dibelanjakan) dalam suatu kebutuhan. Dari tolak ukur tersebut pula bisa disimpulkan bahwa kebutuhan itu menjadi dasar dari semua kegiatan ekonomi.

Kebutuhan manusia yang jumlahnya sangat banyak itu pada dasarnya bisa dikelompokan ke dalam empat kelompok menurut tolak ukurnya, yaitu sebagai berikut:

A. Intensitas Kegunaan
Menurut tolak ukur intensitas kegunaan kebutuhan bisa dibedakan menjadi sebagai berikut:

1.  Kebutuhan Mutlak
Kebutuhan mutlak adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia dan tidak mungkin untuk ditinggalkan. Jika kebutuhan mutlak ini tidak dipenuhi, maka manusia akan bisa mati. Contoh kebutuan mutlak misalnya: makan, minum, dan udara.

2.  Kebutuhan Primer
Seandainya manusia yang ingin hidup layak maka kebutuhan primer ini harus dipenuhi. Primer itu adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu primus, yang artinya pertama. Oleh karena itu definisi kebutuhan primer yaitu kebutuhan pertama atau utama dan tingkatnya ialah sesudah kebutuhan mutlak dan sebelum kebutuhan sekunder. Contoh-contoh kebutuhan primer misalnya antara lan: makan, minum, pakaian, rumah, kesehatan, dan pendidikan.

3.  Kebutuhan Sekunder
Sekunder adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Latin yaitu secundus, yang berarti “kedua”. Kebutuhan sekunder ini muncul sesudah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan sekunder ini berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Misalnya sebagai contoh: Mobil bagi orang yang berpenghasilan tinggi merupakan kebutuhan sekunder, tapi bagi orang yang berpenghasilan rendah maka mobil ialah barang yang mewah.

4.  Kebutuhan Tersier
Kata Tersier berasal dari bahasa Latin yaitu tertius, yang berarti “ketiga”. Jadi, tingkat pemenuhannnya ialah sesudah kebutuhan primer dan sekunder tercukupi. Cara memperkirakan kebutuhan tersier ini sama seperti kebutuhan sekunder. Seseorang menganggap suatu barang tertentu adalah sebagai kebutuhan tersier sementara orang lain tidak menganggap barang itu sebagai kebutuhan tersier. Walaupun demikian, kebutuhan tersier ini lebih cenderung mengarah kepada barang-barang yang sangat mewah. Contoh kebutuhan tersier misalnya: berlian, kapal pesiar, rumah mewah, grand piano, lukisan van Gogh atau Rembrandt, dan lain sebagainya. Kebutuhan tersier ini biasanya lebih ditujukan untuk menunjukan prestise atau status sosial seseorang di mata masyarakat.

Saturday, 16 April 2016

Berlibur Ke Bukit Langit Kebumen

Ketika senja mulai menguning tetapi matahari masih terlihat dan semangat ini masih ada di dalam tubuh kami, sejenak untuk mengobati rasa lelah dan bosan setelah hampir  sehari  disibukan kesana kemari untuk mencari donatur  untuk kegiatan HUT SMK N 2 KEBUMEN KE 44. Dan pada hari ini juga kami semua memutuskan untuk meluruskan kaki sejenak tanpa ada tujuan dan arah kemana kami akan pergi, muncul sebuah ide dari teman kami untuk pergi ke sebuah tempat yang katanya baru di eksplor dan katanya surganya kebumen, tetapi walaupun sudah ada ide dari teman kami, itupun dia tidak tahu arah jalannya atau rutenya kemana.


Detik demi detik berjalan terus. Seakan tubuh ini sudah seperti kompas yang menunjukan arah kami pun tidak pikir panjang untuk benar-benar pergi ke tempat itu yang katanya sangat indah. Kami pun segara memacu kendaraan kami untuk berangkat kesana. Sebelum berangkat kami menunggu salah satu teman kami yang sedang mengambil kendaraan, di sela-sela waktu menunggu kami semua bercanda gurau agar waktu kami menunggu teman kami tidak terasa lama. Setelah dari kami  sudah kumpul semua, dengan mengucap do’a agar selamat di perjalanan kami pun berangkat bersama-sama. Di perjalanan kami pun terlihat seperti konvoi karena jumlah kita yang banyak. Kita bisa di ibaratkan seperti pelancong yang tidak tahu arah dan tujuan hanya dengan modal nekad dan kebersamaan. Di sepanjang jalan kami juga sempat bersenda gurau sampai-sampai teman kami ada yang mendapat teguran dari pengendaram lain karena ceroboh hal itu membuat kami lebih berhati-hati di perjalanan. Namanya juga anak muda walaupun sudah di tegur tidak lantas membuat kami jera untuk bersendau gurau di jalanan. Kami juga sempat berdialog tentang jalan yang akan kami lalui karena belum tahu sama sekali rute yang akan kami tempuh.

Terlontar dari ucapan seorang yang bernama Vicky “sebenarnya kamu tahu tidak jalan ke arah tempat itu ”.

“Belum, sebenarnya aku belum tahu jalan ke tempat itu .hehe, hanya dengar dari kata orang saja” kata Afif.

Dengan raut muka agak marah Vicky pun hampir putus asa dan memutuskan untuk kembali ke sekolah, tetapi dari salah satu teman kami membulatkan tekad Vicky agar pergi ke tempat itu.

“ Walaupun kita tidak tahu jalannya tetapi kita bisa menggunakan GPS yang ada di Hp Afif  “ kata Husna.

“ Tapi kan katanya tempat itu baru di eksplor mana mungkin di GPS sudah ada” kata Arul.

Semua berhenti di pinggir jalan dan terdiam apakah kami akan tetap malanjutkan perjalanan atau tidak....?

Dikarenakan waktu sudah hampir sore kami pun bergegas melanjutkan perjalanan ke tempat itu.

Friday, 15 April 2016

Berkunjung Ke Pantai Laguna Kebumen

Pada hari sabtu sore Aku, Ari dan Faiq sedang bercengkrama bersama di depan teras rumahku. Temanku yang bernama Ari tiba-tiba merasa kelaparan, karena itu Ari tanpa berfikir panjang langsung memetik buah jambu di depan rumahku. Beberapa saat kemudian, Ari kembali dan membawa jambu yang begitu banyak. Karena kita sama-sama lapar jambu yang Ari bawa langsung kita makan bersama. Faiq pun terlihat malu-malu saat makan bersama karena kebetulan sedang sakit gigi. Akhirnya jambu bagian Faiq pun diberikan kepada Ari yang sedang kelaparan.


Sesaat setelah itu aku dan teman-teman sudah merasa kenyang dan melanjutkan cengkrama kita, tiba-tiba muncul ide dari si Ari, yang ia katakan “teman-teman bagaimana jika kita rencanakan untuk besok pagi kita isi waktu luang kita dengan liburan ke pantai, sekedar untuk refreshing dan menghilangkan penat kita bersama?”. Faiq pun menyahut ide Ari “setuju !!! Tapi kita mau ke pantai mana ?” Tanya Faiq kepadaku. Kemudian aku berpikir sejenak, “bagaimana jika kita isi liburan kita ke pantai Laguna saja”. Sahutku kepada Ari dan Faiq.”Tapi dimana tempatnya?”Tanya Ari kepadaku. Aku pun menjawab pertanyaan Ari “tempatnya dekat kok, di Lembupurwo, Mirit, Kebumen. Di sana banyak cemara-cemara nan indah mempesona yang menghiasi pesisir pantai Laguna”. Kemudian kita berdiskusi sebentar dan menghasilkan keputusan yang di sepakati bersama bahwa besok pagi kita bertiga akan berkunjung kesana. Tak terasa hari mulai petang Ari dan Faiq pamit pulang kepadaku dan orang tuaku.

Thursday, 14 April 2016

Bertamasya Ke Pantai Menganti

Pada liburan kemarin tanggal 25 januari 2016 lalu, Bagus Panji dan Sapto Aji Pamungkas 2 sahabat ini melakukan pejalanan menuju ke pantai Menganti di daerah Ayah kecamatan Ayah kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Tentunya kami juga mengajak gebetan masing masing. Gebetan kami yaitu Pevita Pearce milik Sapto dan Raisa milik Bagus Panji. Sebelumnya kami sudah merencanakan perjalanan ini dari malam tahun baru kemarin. Awalnya kami masih bingung mau pergi bersama ke daerah mana, tapi tiba tiba si Pevi berusul untuk pergi ke Pantai Menganti.


“Sapto sayang pergi yuk” rayu Pevi
“moh lah lagi kere, mboten gadhah arto” balas Sapto
Dengan lantang Bagus menyahut jawaban Pevi “Ayuk mau jalan jalan ke mana?”
“Hmm.. Sebentar aku pikirkan dahulu.” Jawab Pevi
SATU JAM KEMUDIAN……
“Ahaa.. Bagaimana kalau kita lanjutan perbincangan ini esok hari” balas Pevi sambil menguap
“Badak!!! Yawis yuh bali, wis wengi” Jawab Bagus
“Wis bae apa?” Sahut Sapto

Akhirnya tibalah hari yang dinantikan, mereka ber-empat pun sudah bersiap siap untuk berangkat ke Pantai Menganti. Dengan mengendarai Ferrari nya Sapto sudah bersiap siap bersama Pevi untuk berangkat. Berbeda dengan Sapto, Bagus lebih memilih mengendarai motor vespa kesayangannya bersama Raisa. Di tengah perjalanan Raisa coba menghibur Bagus dengan suara emasnya. Mereka berdua diibaratkan sebagai Romeo dan Juliet.

Sekitar 2,5 jam kemudian mereka berdua sampai di Pantai Menganti dan melihat Sapto sedang tertidur pulas di pangkuan Pevi. Bagus dan Raisa menghampiri mereka berdua dan membangunkan Sapto.

“Bro bangun bro! Bro bangun bro! Katanya mau tidur?” Perintah Bagus
“Hah ini dimana? Saya siapa? Kamu siapa?” Jawab Sapto
“Cepat bangun!!! Sudah di menganti ini..” Kata Bagus

Setelah Sapto terbangun, mereka ber empat melanjutkan piknik mereka bersama kekasih mereka masing masing. Mereka bercanda, bermain dan bermesraan bersama pasangan masing masing seolah olah dunia hanya milik mereka berempat dan yang lainnya ngontrak. Jam menunjukan sudah pukul 1 siang, mereka berempat beristirahat sejenak untuk makan siang. Raisa dan Pevi memasak bersama dan menghidangkan masakan istimewa untuk pasangan mereka. Setelah 40 menit berlalu, tibalah masakan spesial mereka berdua yaitu mie sedaap rebus. Apapun makanannya minumnya tetap teh botol sosro. Mereka berdua merasa puas dengan makanan mereka.

Wednesday, 13 April 2016

Kelangkaan dan Pengalokasian Sumber Daya

Ekonomi dan manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Silahkan anda mencoba memperhatikan lingkungan disekitar anda. Kalau anda perhatikan bahwa setiap pagi sampai malam orang-orang banyak yang melakukan berbagai macam aktivitas hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seandainya jika anda menyempatkan untuk membaca koran pada pagi hari atau anda menyempatkan untuk melihat televisi, anda pasti akan menemukan banyaknya berbagai masalah ekonomi yang sedang dihadapi oleh suatu negara.


Sebagai contoh masalah ekonomi dalam suatu negara misalnya, perdagangan bebas, inflasi, penurunan tingkat suku bunga dan lain-lain. Tentu saja tidak semua masalah yang dihadapi di dunia ini ialah masalah ekonomi saja. Akan tetapi, masalah yang bukan ekonomi itu juga memiliki sebuah dimensi ekonomi.

Kita akan mengambil contoh misalnya tentang “Teknologi penyemaian awan untuk menghasilkan hujan”. Teknologi itu ialah salah satu keberhasilan dibidang ilmu dan teknologi. Walaupun demikian, hujan buatan tersebut akan menanggulangi kekeringan yang melanda disuatu daerah dan akan menghidupkan kembali dibidang sektor pertanian pada daerah tersebut. Dengan demikian sebenarnya apakah pengertian dari ekonomi dan apakah yang menyebabkan timbulnya ekonomi? Pertanyaan itu akan kita jawab di bawah ini.

Ekonomi ialah ilmu yang mempelajari tentang penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Setiap manusia memerlukan makanan, minuman, pakaian, hiburan, dan lain-lain.

Kebutuhan itu semua digunakan untuk dapat mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Tetapi, tidak semua kebutuhan manusia itu bisa dipenuhi semua. Hal itu terjadi dikarenakan bahwa sifat manusia itu yang tidak akan pernah puas dari segala sesuatu yang dimilikinya, dan sumber daya yang ada itu juga tidak akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan manusia itu.

Keterbatasan sumber daya itulah yang selanjutnya di kenal dengan nama kelangkaan, dan menuntut manusia untuk mengatasi masalah itu supaya segala kebutuhannya bisa tetap terpenuhi. Cara-cara manusia dalam mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan itulah yang pada akhirnya akan memunculkan sebuah ilmu baru. Ilmu itu yang diberi nama dengan nama “ilmu ekonomi”.

Memang kelangkaan itu ialah suatu hal yang tidak bisa dihindari dan akan menjadi masalah pokok dalam ekonomi. Konsep kelangkaan itu sangat terkait dengan dua hal, yaitu kebutuhan dan keinginan. Hal ini disebabkan dikarenakan pada dasarnya kebutuhan dan keinginanlah yang melahirkan adanya kelangkaan. Hal itulah kenapa sebelum memasuki ke dalam pembahasan mengenai kelangkaan, terlebih dahulu akan kita bicarakan masalah kebutuhan dan keinginan.

Tuesday, 12 April 2016

PERGI KE PANTAI SUWUK KEBUMEN


Pantai Suwuk berada di Desa Suwuk, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Banyak jalur alternatif yang bisa dilewati. Bila dari arah Gombong butuh waktu sekitar 45 menit, namun jika dari arah Kota Kebumen menbutuhkan waktu 1 jam. Begitu juga bila dari Pantai Petanahan. Jika dari Jalan Daendeles bisa langsung sampai Pantai Suwuk.

Wisata di Pantai Suwuk ini sebenarnya tidak jauh berbeda  dengan wisata pantai-pantai di daerah Kebumen lainnya. Pemandangan Pegunungan Kapur yang indah terbentang dari utara sampai selatan, dan menuju langsung perbatasan pegunungan dan Pantai Karang Bolong. Jika ingin memanjakan hati bisa menyewa kuda untuk mengelilingi Pantai Suwuk. Suasana senang setelah melihat pemandangan sekitar pantai, bisa juga dengan mencicipi makanan khas disepanjang Pantai Suwuk seperti: pecel, lontong, es kalapa ijo, peyek ubur-ubur dan lain-lain.

Para pengunjung bisa sambil memancing di batu-batuan yang tertata yang di buat untuk memecahkan ombak. Jika belum selesai bisa dilanjutkan menonton macam-macam hewan yang ada di kebun binatang mini Pantai Suwuk, seperti : macam-macam burung, reptil, dan hewan mamalia lainnya.

Diantara sekian banyak pengunjung, Sukron adalah salah satunya. Sudah berulang kali dia mengunjungi pantai ini. Kiranya tak bosan bosanya Ia. Terahir kalinya dia menapaki pasir ini, menyimpan kelam dan sayatan lara. Masih terbayang, bagaimana Dina mencampakanya, seolah binatang yang tak berhati. Cinta mungkin menyakitkan, dan itu adalah resiko yang ia terima, pantai suwuk ini menjadi saksi kenestapaanya. Dulu, ketika Dina masih menjadi kekasihnya, di pantai ini ia menyimpan seribu kasih, namun sekarang hanyalah kenangan yang merobek hati yang luka. Sakit dan sakit ketika Sukron mengenang kenangan itu. Semilir angin pantai dan debur ombak tak sanggup meredam luka yang telah menggores riwayat jejaknya. Kepiting  dan undur-undur pun lewat di depanya dengan acuh, seolah mengejek, betapa lemahnya dirinya. Ia bertanya pada pasir, namun pasir hanya diam membisu. Sepoi angin berlalu dan seolah membisikan sesuatu, “mengapa semua ini dapat terjadi?”