Tuesday, 1 March 2016

Garam Antara manfaat dan Bahayanya

Garam dapur sebenarnya telah dikenal sejak zaman dahulu kala. Garam dulu pernah dijadikan ukuran untuk mengetahui tingkat kesejahteraan suatu negara. Seandainya rakyat sudah tidak mampu lagi mengkonsumsi makanan yang mengandung garam, itu tandanya bahwa negara tersebut sudah dikatakan sangat miskin. Persahabatan dan keramah-tamahan pun pada jaman dahulu pernah disimbolkan dengan menyuguhkan garam atau makanan yang asin. Bahkan ada suatu negara tertentu yang masih melaksanakan tradisi menyajikan roti untuk tamu dengan garam. Garam di negara Romawi dimanfaatkan untuk mengawetkan ikan, buah zaitun, keju, dan daging. Makanan asin yang sudah diawetkan dengan garam ini kemudin diberikan untuk bekal bagi para prajurit Romawi atau untuk imbalan alias “gaji”.


Jika kita berbicara manfaat garam, maka manfaat garam ternyata banyak sekali. Didalam garam itu mengandung zat sodium atau natrium. Sodium atau Natrium ialah mineral yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan asam-basa dan mengontrol tekanan osmotik cairan, terutama dalam serum darah dan di luar sel. Keseimbangan asam-basa tingkat PH serum darah harus tetap terjaga supaya setiap organ tubuh bisa menjalankan tugasnya. Seandainya tingkat PH tidak seimbang, contohnya terlalu asam atau terlalu basa , maka mineral tertentu akan mudah mengendap. Hal ini bisa mengakibatkan terbentuknya batu ginjal dan endapan asam urat pada persendian.

Pada darah itu mengandung 0,9 persen NaCl. Kita setiap hari membutuhkan kurang lebih 200-500 miligram natrium setiap hari untuk menjaga kadar garam di dalam darah agar tetap normal supaya tubuh tetap sehat. Selain itu zat natrium juga sangat penting sebagai fungsi otot dan syaraf. Jika manusia kekurangan natrium maka sering dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan misalnya kram, lemas, sering merasa lelah, kehilangan selera makan, daya ingat menurun, daya tahan terhadap infeksi menurun, luka sukar sembuh, gangguan penglihatan, rambut tidak sehat, dan terbentuknya bercak-bercak putih di kuku.

Beberapa pemahaman tentang garam yaitu:

1.  Garam yang paling kita kenal selama ini ialah garam dapur (NaCl). NaCl ini merupakan hasil reaksi antara zat natrium (Na) dan zat klor (Cl). Di dalam bahasa Inggris, natrium lebih biasa disebut dengan sodium, sekalipun lambang kimianya tetap Na.


2.  Garam rakyat ialah garam dapur yang paling primitif, sebab merupakan hasil panen langsung dari ladang garam dan bentuknya masih mentah. Garamnya itu belum diolah sama sekali. Garam ini cara mendapatkanya ialah dengan cara menguapkan air laut yang tertampung dalam ladang garam. Air laut disetiap meter kubiknya menghasilkan kurang lebih 30 kg garam. Bentuk garam rakyat ini ialah berbentuk kristal-kristal besar dan kasar, berwarna putih keruh cenderung kelabu (coarse salt).

3.  Garam meja (table salt) ialah garam dapur yang telah dimurnikan, sehingga warnanya menjadi putih bersih berbentuk bubuk kasar. Garam meja ini kandungan mineralnya tidak sekaya garam rakyat, kecuali yang telah diperkaya atau difortikasi. Maksud dari diperkaya ialah dibubuhi mineral yang semula terkandung di dalamnya, tetapi hilang atau rusak dikarenakan proses pengolahan. Fortifikasi ialah penambahan mineral yang sebelumnya memang tidak terdapat dalam garam dapur contohnya yodium.


4.  Garam khusus untuk masak atau cooking salt di negara Indonesia belum terlalu memasyarakat. Mungkin disebabkan karena orang kita merasa lebih praktis memanfaatkan saja garam yang sudah ada, contohnya menggunakan garam meja untuk memasak. Atau sebaliknya, memanfaatkan saja garam “mentah” yang harganya jauh lebih murah.

No comments:

Post a Comment