Saturday, 13 February 2016

Memahami Usus Kecil (Small Intestine)

Bagian terpanjang dari saluran pencernaan adalah usus kecil. Pada orang dewasa yang masih hidup untuk panjang usus kecilnya sekitar 3 meter. Kalau pada orang dewasa yang sudah meninggal, usus kecil ini akan mengendur dan memanjang hingga mencapai panjangnya sekitar 7 meter. Pada usus kecil itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu yang pertama adalah duodenum. Duodenum ini yang berhubungan langsung dengan lambung. Panjang dari duodenum sekitar 25 cm. Kemudian bagian yang kedua yaitu jejunum. Sedangkan untuk bagian ketiga yaitu ileum. Panjang dari jejunum dan ileum sekitar 2,75 meter. Pada bagian terakhir dari usus kecil ini bersambungan langsung dengan usus besar yang panjangnya sekitar 1,5 meter.


Pada usus kecil melakukan sebagian besar tugas pencernaan makanan, kemudian menyerapnya untuk disebarkan ke seluruh tubuh dengan dibantu oleh darah. Untuk bisa melakukan fungsinya dengan baik dan maksimal, usus kecil ini dilengkapi dengan:
1.  dua lapisan otot (otot lapisan  dalam dan lapisan luar).
2.  Aneka ragam zat pencerna yang dihasilkan dari berbagai kelenjar.
3.  Satu sistem struktural yang dapat melipatgandakan luas permukaannya.

Makanan terlebih dahulu diaduk dengan zat pencerna lambung hingga merata sampai menjadi bubur encer sebelum makanan itu masuk ke usus kecil. Setelah sampai diusus kecil, bubur encer ini akan melakukan proses yang bisa dikatakan lebih rumit. Di usus kecil ini bubur makanan ini akan dikocok-kocok dan akan dicampur aduk dengan berbagai aneka ragam zat pencerna. Pada gerakan mengocok ini akan dilakukan oleh otot lapisan luar jumlahnya sebanyak 10-15 kali per menit. Sedangkan pada otot lapisan dalam akan melakukan aktivitas yaitu mendorong isi usus kecil menuju ke arah usus besar sebanyak 8-12 kali per menit seperti memijat isi tuba pasta gigi keluar.

Gerakan makanan yang ada didalam usus kecil itu terjadi secara perlahan-lahan dan tidak teratur. Kenapa makanan dalam usus kecil lama? Karena supaya makanan dapat tinggal cukup lama untuk bisa dicerna dan diserap dengan tuntas dan maksimal.


Seandainya makanan yang masuk ke usus kecil itu mengandung penyakit atau racun, maka menyebabkan otot pada lapisan dalam usus akan melakukan kerja lebih capat dan kuat, supaya makanan yang mengandung racun itu dapat dengan cepat digeser dan akan dibuang ke luar sebelum masuk dan merusak tubuh. Hal semacam ini dapat ditandai dengan keluarnya makanan yang belum tuntas diolah dalam bentuk bubuk cair atau diare (mencret).

Untuk  proses pencernaan yang sempurna, dalam satu hari mulut akan memproduksi 2 liter air liur. Pada lambung akan memproduksi 2 liter cairan getah pencerna. Pada usus kecil akan memproduksi 2,5 liter cairan pencerna, dan akan ditambah 1,5 liter yang berasal dari hati dan kandung empedu. Keseluruhan itu semua dapat mencapai 8 liter cairan pencerna yang akan digunakan untuk mengolah makanan yang ada didalam tubuh kita.


Di dalam usus kecil, ada sekelompok bakteri yang sifatnya baik. Bakteri yang sifatnya baik ini yang ada didalam usus kecil akan menolong proses pencernaan makanan serta akan mencegah masuknya bakteri yang jahat yang berasal dari usus besar. Dengan adanya bakteri yang baik ini maka usus kecil kita akan terjaga dari serangan bakteri jahat. Kita sebaiknya makan makanan yang tidak mengandung penyakit atau racun atau bakteri jahat. Karena kalau kita makan makanan yang mengandung penyakit atau racun atau bakteri jahat maka usus kesil kita akan cepat rusak. Kalau usus kecil kita rusak maka pencernaan makanan di dalam tubuh kita akan terganggu. Oleh karena itu kita sebaiknya makan makanan yang sehat dan bergizi, supaya tubuh kita selalu sehat.  

No comments:

Post a Comment