Tuesday, 16 February 2016

Memahami Usus Besar (Large Intestine)

Usus besar atau Large Intestine adalah usus yang panjangnya 1,5 meter. Usus Besar fungsinya ibarat WC di rumah kita. Usus besar ini diibaratkan sebagai kebun binatang yang di dalam usus besar itu hidup sampai 50 jenis kuman dengan jumlahnya sampai mencapai triliunan.


Menyerap kembali cairan sisa-sisa makanan merupakan fungsi utama dari setengah bagian pertama usus besar. Seseorang akan menjadi kering bagaikan mumi dalam waktu singkat,   Seandainya cairan sisa-sisa makanan tidak diserap kembali. Pada usus besar juga ada bagian yang berguna sebagai gudang penyimpan kotoran yaitu di usus besar bagian tengah sampai bagian anus.

Jenis makanan yang dimakan sangat menentukan komposisi kotoran (feses). Jika kita makan makanan yang banyak mengandung serat, maka feses kita akan lebih banyak, sebab serat itu sulit dicerna. Pada umumnya feses itu terdiri dari 75 % air, dan sisanya adalah terdiri dari mineral, protein, serat tumbuhan, sisa-sisa zat pencerna, sel-sel mati yang mengelupas dari dinding saluran cerna, serta banyak sekali bakteri yang telah mati ataupun yang masih hidup. Pada usus besar ini dicampur aduk dan didorong ke arah luar oleh usus besar. Pergerakan itu disebut juga dengan “peristaltik usus”.

Usus seseorang dalam kondisi normal itu akan dihuni berbagai macam bakteri yang sifatnya menolong. Pada usus besar, bakteri tertentu sangat menguntungkan kita, misalnya salah satunya yaitu untuk membuat berbagai jenis vitamin B dan vitamin K. Selain itu, bakteri yang menguntungkan ini juga mencerna sisa-sisa protein sambil membentuk bau atau gas yang keluar dari dubur.

Bakteri yang hidup dalam usus besar itu akan menghasilkan sekitar dua liter gas dalam waktu satu hari. Sebagian besar dari gas ini adalah hasil dari fermentasi sisa-sisa makanan oleh bakteri yang terdapat diusus. Kalau dalam kondisi normal gas ini akan diserap oleh usus besar itu sendiri, dan yang terserap maka akan keluar melalui dubur. Makanan seperti ubi, kol, bawang dan kacang merah itu adalah beberapa contoh jenis makanan yang merangsang bakteri usus untuk memproduksi gas berlebihan.

Konstipasi atau sulit buang air besar adalah bagian dari penyakit. Buang air besar yang normal idealnya dua kali dalam satu hari, paling sedikit satu kali tanpa mengalami kelusitan dalam buang air besar (konstipasi). Di era sekarang memang banyak orang yang kurang menyadari pentingnya buang air besar tiap hari dan teratur. Padahal jika kita pelajari bahwa ternyata seseorang yang tidak bisa buang air besar setiap hari, maka seseorang itu akan menabung sampah kotoran di dalam usus besarnya. Sehingga hal ini adalah awal dari proses penumpukan toksik (racun) yang akan mengganggu keseimbangan sistem tubuhnya. Sulit buang air besar juga adalah sebagai lahan untuk berkembangnya kuman yang menjadi sumber utama berbagai jenis penyakit infeksi.

Dr. Bernard Jensen adalah seorang yang ahli dalam bidang diet therapy dan tissue cleansing, dia menyatakan bahwa hampir 50 % penyakit kanker itu terjadi pada mereka yang mempunyai masalah  sulit buang air besar dan hampir separuh wanita penduduk di dunia ini mempunyai masalah sulit buang air besar atau konstipasi. Untuk mencegah penyakit itu, maka sebaiknya kita minum air putih minimal 2 liter per hari, karena akan membantu untuk mengobati konstipasi (sulit buang air besar).


Sulit buang air besar itu diibaratkan WC dirumah kita macet dan tidak terawat. Seandainya kita  melihat rumah bagus, tapi apabila wc nya macet atau kotor, maka orang akan menganggap bahwa penghuni rumah itu jorok. Dan seandainya ada orang lain yang masuk ke dalam rumah itu pasti akan tidak merasa nyaman. Dan yang lebih parah lagi, wc yang macet maka akan membuat berbagai jenis kuman berkembang dengan suburnya. Dengan keadaan yang seperti ini maka berakibat penghuni seisi rumah akan dengan mudah terjangkit berbagai jenis penyakit infeksi ringan ataupun berat. Oleh karena itu kita sebagai makhluk hidup sebaiknya menjaga usus besar supaya tubuh kita tetap sehat.

No comments:

Post a Comment