Thursday, 25 February 2016

Kegagalan Dunia Kedokteran Modern

Kegagalan dunia kedokteran modern diakibatkan pendekatan pada penyakit dan obat menjadi prioritas utama daripada pendekatan pada pola hidup dan pola makan. Kesehatan Optimal dicapai melalui nutrisi yang seimbang, cukup gerak, dan keharmonisan pikiran.


Ada sebuah pepatah yang harus kita pahami, pepatah itu yaitu, masa depan tubuh kita sangat ditentukan oleh apa yang kita makan. Kualitas tubuh kita itu sangat ditentukan oleh makanan yang kita makan. Karena itu kalau yang kita berikan ke tubuh kita ialah makanan yang asal enak dan mengenyangkan tanpa peduli dengan kepentingan tubuh kita, itu dapat diibaratkan sebagai sebuah mobil yang baru yang sangat bagus dan mahal, tetapi oli dan bensin yang diberikan ialah oli campur dan bensin dua tak yang kualitasnya jelek. Maka hasilnya, sebagus apapun mobil itu, mobil itu akan cepat rusak dengan karburator yang cepat kotor dan akan mempercepat mobil itu turun mesin.

Sekarang coba kita melihat mobil yang antik yang sangat tua dan dirawat oleh pemiliknya dengan sangat baik dan diberikan oli super terbaik dan bensin yang super. Meskipun mobil itu sudah tua, tetapi berkat perawatan yang sangat baik, maka kualitasnya akan lebih baik dibandingkan dengan mobil super mewah yang tidak terawat. Dan kalau kita menjual mobil itu maka harga mobil antik tua yang terawat akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

“Hipocrates” the father of medicine, mengatakan “let thy food be yout medicine”, yang artinya, jadikan makanan utamamu sebagai obat utamamu.

Pada saat zamannya Hipocrates dahulu kala, bahwa seorang dokter harus dituntut menjadi ahli gizi, yaitu yang membuat atau memberikan resep makanan langsung untuk pasiennya secara rutin. Tapi kalau kita lihat di era yang modern saat ini, kebiasaan yang baik itu sudah mulai hilang. Bahkan pada sekolah-sekolah kedokteran pun, pelajaran-pelajaran tentang gizi itu Cuma diberikan sangat sedikit. Maka dampaknya, para dokter di zaman sekarang ini sering melupakan dampak makanan terhadap penyakit dan pentingnya makanan yang seimbang di dalam mengobati permasalahan tubuh. Para doter lebih fokus pada obat dan penyakit si pasien daripada tubuh si pasien, atau dalam menghadapi berbagai persoalan tubuh yang kompleks.


Semua kita tahu bahwa berobat kadang memang diperlukan untuk membantu ketidakmampuan tubuh dalam menghadapi berbagai penyakit, tetapi harus kita ingat bahwa obat itu selamanya hanya untuk pemeran pembantu, bukan pemeran utama dalam perbaikan tubuh. Justru tubuh dan nutrisi makananlah yang mempunyai peranan inti dalam perbaikan kerusakan tubuh, seperti yang dikatakan kepala bagian pharmakologi rumah sakit Bridham Boston Amerika Serikat (The Head Of Pharmacology Bridham Hospital Boston). “No Drug Can Be Considered Safe”, yang artinya “hampir tidak ada satu jenis obat pun yang dianggap aman untuk tubuh”.

Semua kita tahu bahwa di dunia kedokteran semakin hari semakin ditunjang oleh peralatan modern yang super canggih. Tetapi herannya, kenapa orang yang sehat semakin langka di abad 21 ini. Saya melihat ada mata rantai yang hilang dalam dunia kedokteran modern sekarang, yaitu “pendekatan pada perbaikan pola hidup dan pola makan”.

Dunia kedokteran modern gagal terjadi karena pendekatan pada obat dan penyakit lebih diprioritaskan daripada pada perbaikan pola hidup dan pola makan yang menjadi sebab utama berbagai penyakit, khususnya penyakit-penyakit yang degeneratif. Seorang dokter yang seluruh hidupnya menghabiskan waktu untuk mempelajari keunikan dan kerumitan tubuh manusia, hanya bisa memahami tubuh kurang dari 10% nya saja.



No comments:

Post a Comment