Thursday, 4 February 2016

“Blood Is Life” Kenalilah Mesin Pengolahan Makanan Anda

Istilah blood is life mempunyai makna yang sangat dalam dan luas. Kalau kita lihat secara harfiah, arti dari blood is life yaitu darah yang merupakan sumber kehidupan; dan nyawa setiap makhluk hidup. Kita boleh mengatakan bahwa kehidupan seseorang itu sangat ditentukan oleh kualitas darahnya.


Tubuh manusia dibentuk dari sekelompok sel yang hidup dengan batas waktu tertentu, dan secara berkala dan berkelanjutan bila ada satu sel yang mati maka harus digati dengan sel yang baru. Kualitas darah pada makhluk hidup itu sangat berpengaruh sekali pada kualitas sel-sel hidup. Dan kualitas darah pada makhluk hidup sangat bergantung terhadap kualitas makanan yang dimakannya tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sehat atau tidaknya seseorang tergantung pada kualitas darah dalam tubuhnya.

Perlu kita ketahui bersama bahwa pada sistem pencernaan dimulai dari mulut dan akan berakhir di usus besar (anus). Makanan dari mulut sampai anus itu melewati usus yang pangjangnya kurang lebih 9 meter. Pertama-tama makanan kita kunyah dalam mulut, makanan itu kita kunyah untuk dilumatkan dengan bantuan air liur kita, kemudian ditelan dan dikirim ke lambung untuk selanjutnya diolah lebih lanjut. Makanan yang sudah berada dilambung ini akan dirubah dari yang tadinya padat menjadi semi cair seperti bubur encer dalam waktu kurang lebih dua jam samapai enam jam. Untuk lamanya makanan dan minuman yang berada pada lambung itu tergantung pada jenis makanan yang dimakan tersebut. Kalau makanan berjenis cair maka akan lebih cepat bergerak daripada makann berjenis padat. Seandainya kita mengunyah makanan dalam mulut lebih lumat maka akan melintasi lambung lebih cepat daripada yang kurang lumat.

Sifat lambung adalah lentur. Lambung itu dapat mengembung dan juga dapat mengecil. Seandainya lambung terisi makanan maka lambung akan mengembung dan seandainya lambung itu kosong maka lambung itu akan mengecil. Jika kita lihat lebih dalam ternyata lambung yang berukuran rata-rata dapat menampung hingga 1,5 liter makanan.


Faktor lain yang menentukan cepat atau lambatnya suatu proses pencernaan yaitu suhu dalam lambung. Jika kita makan makanan yang dingin maka akan memperlambat proses pencernaan. Contohnya, sesudah kita makan es krim dalam jumlah tertentu, maka suhu lambung dapat turun sampai 260C. Padahal kalau kita tahu bahwa suhu normal lambung adalah 370C. Jika terlalu rendah suhu lambungnya, maka dapat menghentikan semua kegiatan pencernaan yang ada didalam lambung selama kurang lebih 30 menit atau sampai suhu lambung naik kembali ke suhu normalnya.

Kejiwaan seseorang ternyata dapat mempengaruhi kegiatan dilambungnya (pencernaannya). Jika seseorang sedang dalam kondisi marah atau dalam kondisi takut, maka perasaan ini akan mempengaruhi langsung ke organ lambung. Kita ambil contoh, misalnya pada saat seseorang yang wajahnya merah dikarenakan marah, maka lambung pun akan ikut memerah dikarenakan darah yang mengalir menuju ke lambung lebih banyak. Contoh lain misalnya, pada saat seseorang pucat wajahnya dikarenakan takut, maka lambung pun akan ikut pucat pula disebabkan darah yang mengalir ke arah lambung berkurang. Contoh lain misalnya, pada saat kita mencium bau masakan sedap kesukaan kita saat lapar, maka lambung pun akan bereaksi memberikan signal bahwa dia telah lapar.

Supaya kita bisa lebih bijak merawat lambung maka kita harus belajar lebih tekun dalam memahami karakter lambung. Khususnya pada waktu-waktu tertentu ketika kita tidak bisa sejalan dengan lambung kita, misalnya pada waktu kita dalam kondisi sedih atau dalam kondisi tegang/stres, dalam kondisi seperti ini, lambung akan bereaksi secara berlebihan dengan memberikan lebih banyak asam lambung (asam hidroklorat / HCL) sampai tiga kali lipat dari jumlah normalnya. Jika asam lambung ini berlebihan maka dapat mengikis dinding lambung sampai memunculkan luka lambung atau penyakit maag (penyakit gastritis).




No comments:

Post a Comment