Monday, 25 January 2016

Sistem Rem Mobil dan Macam-macam Rem Mobil

Sistem rem berguna untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan. Selain itu sistem rem juga berguna untuk memberikan kemungkinan bisa memparkir kendaraan pada tempat yang dalam kondisi menurun.


Dasar kerja pada sistem rem hidrolik yaitu pengereman rem bekerja dengan dasar pemanfaatan gesek. Putaran roda tenaga gerak dirubah oleh proses gesekan menjadi tenaga panas. Setelah gesekan menjadi tenaga panas maka tenaga panas itu akan segera dibuang ke udara luar. Cara pengereman di roda dilakukan dengan langkah kita menekan sepatu rem yang tidak berputar terhadap tromolnya (brake drume) yang berputar dengan roda sehingga akan menghasilkam gesekan. Kendaraan mempunyai tenaga gerak yang akan dilawan oleh tenaga ini sehingga kendaraanya bisa berhenti.

Macam-macam Rem

Rem mobil bisa dikelompokan berdasarkan penggunaannya adalah sebagai berikut:

a.  Rem kaki
Rem kaki dipergunakan sebagai pengontrol kecepatan dan juga memberhentikan kendaraan.

b.  Rem parkir
Rem parkir dipergunakan yang utama sebagai memarkir kendaraan.

c.  Rem pembantu
Manfaat dari rem pembantu biasanya dipergunakan di kombinasi rem biasa (kaki) yang dipergunakan di truk. Selain  digunakan pada truk, rem pembantu juga digunakan pada kendaraan berat.

Kita sekarang akan membahas rem hidrolik. Pembahasan rem hidrolik adalah sebagai berikut:

Rem hidrolik

Pada mobil-mobil penumpang dan truk ringan biasanya paling banyak menggunakan rem hidrolik. Dibagian rem hidrolik ada bagian-bagiannya. Bagian-bagian yang ada pada rem hidrolik yaitu:

a.  Master silinder
Fungsi dari master silinder adalah untuk meneruskan tekanan dari pedal menjadi tekanan hidrolik minyak rem yang keguanaanya untuk menggerakan sepatu rem atau menekan pada rem.

Cara kerja Master silinder


Jika pedal rem kita tekan, pada batang piston akan mengatasi tekanan pegas pembalik dan piston akan digerakkan ke arah depan. Pada saat piston cup ada di ujung torak, maka pada compresating port akan tertutup. Jika piston maju lebih jauh lagi, maka tekanan minyak rem di dalam silinder akan bertambah dan mengatasi tegangan pegas outlet untuk membuka katup.

Jika pedal rem dibebaskan, maka piston akan mundur menuju ke arah belakang di posisi semula karena adanya desakan pegas pembalik. Pada waktu yang bersamaan katup outlet tertutup. Pada saat piston kembali, piston cup akan mengerut dan bisa menyebabkan minyak rem yang sudah ada yang ada disekeliling piston cup bisa mengalir dengan cepat pada sekeliling bagian luar cup akan masuk ke bagian silinder, samapai silinder selalu terisi penuh oleh minyak rem itu.

Pada saat seperti itu, tegangan pegas-pegas sepatu rem atau pad rem di roda akan bekerja membalikan tekanan di minyak rem yang ada pada pipa yang berfungsi untuk masuknya kembali ke bagian master silinder.

b.  Boster Rem
Boster rem salah satu alat tambahan disistem yang fungsinya melipatgandakan tenaga penekanan pedal. Di dalam boster rem ada istilah rem servo. Rem servo adalah rem yang dilengkapi dengan boster rem. Boster rem cara memasangnya berbeda-beda. Ada yang boster rem yang dipasang menjadi satu dengan master silinder, tetapi ada juga boster rem yang terpasang terpisah.

Cara Kerja boster rem

Jika pedal rem ditekan maka tekanan pada silinder hidrolik akan membuka sebuah katup, sehingga bagian dibelakang piston akan mengarah ke luar. Seandainya ada perbedaan tekanan antara bagian yang didepan dan bagian yang dibelakang piston maka akan mengakibatkan torak terdorong ke arah depan.

Pada bagian depan piston yang akan menghasilkan tekanan yang tinggi ini akan dihubungkan dengan torak di master silinder. Jika pedal dibebaskan, maka katup udara akan menutup dan berhubungan lagi dengan intake manifold. Dengan adanya peristiwa kevacum yang sama pada kedua sisi piston, maka tegangan pegas pembalik mendesak piston ke arah posisi seperti semula.





















No comments:

Post a Comment