Friday, 8 January 2016

Sistem Pengapian pada Mobil Penting untuk Dipelajari

Sistem pengapian pada mobil penting untuk dipelajari bagi anda yang akan mendalami otomotif lebih dalam. Pada dasarnya sistem pengapian berguna untuk meninggikan tegangan baterai menjadi 10 kv atau lebih menggunakan ignition coil dan selanjutnya membagikan tegangan tinggi tersebut ke masing-masing busi melalui distributor dan kabel tegangan tinggi, seandainya menginginkan mendapatkan pengapian yang sempurna maka keadaan busi harus bagus (kumparan dibusi harus masih aktif) dan penyaluran ke pusat listrik (mesin) harus tepat pada kop silinder mesin, supaya percikan listrik dibusi menjadi lebih besar. Percikan pada busi terdapat elektroda yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian (ignition coil) di luar busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan api didalam silinder.


Dalam sistem pengapian pada mobil itu terdapat cara kerja injeksi. Fungsi cara kerja injeksi pada mobil sangat bermanfaat untuk dipelajari. Fungsi dan cara kerja komponen injeksi bahan bakar bensin elektronik terdiri dari dua sistem utama. Sistem utama dalam injeksi adalah sistem bahan bakar dan sistem induksi udara.

Kita sekarang akan membahas yang pertama yaitu fungsi cara kerja injeksi dengan sistem bahan bakar. Dalam sistem bahan bakar berguna untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke ruang bakar.

Komponen-komponen dalam sistem bahan bakar terdiri dari:

1.  Pompa bahan bakar
Dalam pompa bahan bakar berguna untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke injektor. Pompa bahan bakar yang digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke injektor yaitu pompa bahan bakar listrik.

2.  Fuel pulsation damper
Fuel pulsation damper berfungsi untuk penyerap perubahan tekanan di saluran tekanan sebab adanya injeksi. Tekanan bahan bakar di intake manifold dipertahankan oleh yang namanya pressure regulator.

3.  Pressure regulator
Pada pressure regulator fungsinya adalah untuk mengatur tekanan bahan bakar menuju ke injektor-injektor. Jumlahnya bahan bakar yang di injeksikan itu diatur oleh sinyal yang dikasihkan kepada injektor, dengan demikian tekanan harus tetap di tiap-tiap injektor itu. Sebagai cara untuk mendapatkan jumlah penyemprotan yang tepat, pada tekanan bahan bakar itu harus dipertahankan kurang lebih 2,55 kg/  

4.  Injektor
Pengertian dari injektor ialah sebuah nozzle elektromagnetik yang cara kerjanya dikontrol dari computer. Pada injektor dilengkapi dengan heat insulator disaluran masuk atau di kepala slinder yang dekat dengan lubang pemasukan.

5.  Cold start injektor
Cold start injektor berfungsi untuk mensuplai bahan-bahan di saat suhu motor masih rendah. Pada injektor ini dipasangkan pada bagian tengah ruangan udara masuk. Injektor ini kerjanya hanya di saat start jika temperature air pendinginnya di bawah Celsius.

Tadi di atas kita telah mempelajari tentang fungsi cara kerja injeksi dengan sistem bahan bakar. Sekarang kita akan membahas fungsi cara kerja injeksi dengan sistem yang kedua. Sistem yang kedua ini adalah sistem induksi udara. Fungsi cara kerja injeksi dengan sistem induksi udara adalah untuk menyediakan sejumlah uadara yang dibutuhkan untuk pembakaran.


Sistem induksi udara terdiri dari:

1.  Therottle body
Pada Therottle body itu terdiri dari katup therottle sebagai pengontrol udara masuk, sebuah sistem by pass udara yang fungsinya mengatur aliran udara di putaran idle dan sebuah therottle position sensor untuk menyensor kondisi terbukanya katup therottle.

2 . Katup Udara
Katup udara berfungsi untuk fast idle yang kerjanya dilakukan oleh bimetal dan heat coil motor pada keadaan dingin. Pada katup udara itu di pasangkan pada permukaan yang samping kanan slinder. Seandainya putaran fast idle selama pemanasan tidak stabil atau rendah maka hal ini antara lain dikarenakan oleh kesalahan pembukaan pada katup udara.

3.  Air flow meter
Pada air flow meter fungsinya mendeteksi jumlah udara yang masuk dan mengirimkan sinyal pada computer yang menentukan dasar jumlah injeksi. Air flow meter terdiri dari plat pengukur, baut penyekat campuran idle, pegas kembali, sensor udara masuk dan switch pompa bahan bakar.

4.  Sistem Kontrol Elektronik
Pada sistem kontrol elektronik memiliki bermacam-macam sensor yang terdiri dari air flow meter, sensor udara masuk, sensor posisi katup gas, sensor air pendingin, sensor gas tekan dan sensor tekanan mesin. Komponen ini akan menentukan lama kerja injektor. Kelengkapan yang lain pada sistem kontrol elektronik yaitu main relay yang menyediakan sumber arus listrik ke komputer. Circuit opening relay fungsinya untuk mengontrol kerja pompa bahan bakar dan sebuah resistor yang bisa menstabilkan kerja injektor. 






No comments:

Post a Comment