Tuesday, 26 January 2016

Pemeriksaan, Penyetelan dan Perawatan sistem Kemudi

Langkah-langkah dalam melakukan Pemeriksaan, Penyetelan dan Perawatan sistem Kemudi
Adalah sebagai berikut:


1.    Dongkrak pada bagian depan mobil dan pasang penyangga pada bagian yang aman. Dan jangan lupa roda-roda belakang diganjal.

2.    Pada joint, periksalah pemasangan pen pengunci. Pada pengerasan klem tuas penyanbung dan batang yang lainnya dipasang pada sambungan kemudi.

3.    Jika terjadi kerusakan pada karet penutup pada gigi kemudi jenis rack dan pinion harus digannti karena untuk mencegah masuknya air dan kotoran yang merusakan gigi kemudi.

4.    Pada lubang pengisi pelumas bautnya dibuka.

5.    Batas permukaannya diperiksa dengan menggunakan batang pengukur. Seandainya kedudukannya terlalu rendah maka bisa ditambahkan dengan pelumas khusus untuk transmisi. Seandainya permukaan pelumas terlalu tinggi maka sebaiknya kurangilah itu dengan menggunakan karet penghisap.

6.    Kebebasan kemudi diperiksa dengan cara menggerakkan roda kemudi ke kanan dan ke kiri. Pada saat lengan pitmennya bergerak itu harus diperhatikan.

7.    Sekarang kita menyetel dengan obeng baut penyetelannya sesuai dengan yang kita kehendaki. Pada saat kita menyetel harus dilakukan pada posisi roda depan lurus.

8.    Posisi roda kemudi juga harus disetel. Posisi roda kemudi yang tepat itu sesuai dengan tanda-tanda yang ada. Selain itu bahwa posisi roda kemudi yang tepat itu roda berada pada posisi lurus kedepan. Seandainya roda kemudi tidak lepas maka kita memasang kembali dengan menempatkan alur-alur yang ada pada lubang roda kemudi.

9.    Sekarang kita melakukan proses pelepasan poros utama (batang kemudi)
Hal-hal yang perlu diperiksa adalah sebagai berikut:

a.  Mungkin bengkok pada poros utama.
b.  Kemungkinan bengkok pada kolom utama batang kemudi.
c.  Pada bagian poros utama dan kolom batang kemudi itu diperlukan pelumasan.


Pemeriksaan dan Perawatan Penguat Kemudi Hidrolik

1.    Motor dihidupkan dulu setelah itu kita putar roda kemudi ke kanan dan ke kiri sampai beberapa kali. Kemudian matikan motor dan kita periksa ketinggian minyak penguat kemudi, seandainya ketinggiannya berkurang maka kita menambahkan minyak sampai batas maksimumnya.


2.    Semua rembesan saluran minyaknya kita harus membesihkannya, setelah dibersihkan kemudian periksalah apa ada tetesan atau rembesan minyak dari saluran minyak, sambungan dan tabung penampung minyak.

3.    Motor sekarang dihidupkan lagi, kemudian kita putar roda kemudi ke kanan dan ke kiri selanjutnya motor dimatikan lagi.

4.    Kita memeriksa sekali lagi apakah terdapat kebocoran di saluran dan tabung penampung minyak.

5.    Sekarang motor dihidupkan lagi. Selanjutnya kita memutar roda kemudi ke kiri dan ke kanan, setelah itu motor dimatikan lagi.

6.    Seakarang kita memeriksa sekali lagi, apakah terdapat kebocoran di saluran dan tabung penampung minyak, jika ada kebocoran maka kita segera memperbaiki atau mengganti komponennya dengan yang baru supaya normal kembali.

7.    Kita memeriksa itu apakah terdapat gelembung-gelembung udara di tabung penampung minyak, seandainya terdapat gelembung-gelembung udara di tabung maka akan dapat mengganggu kinerja pada sistem penguat kemudi seperti halnya pada sistem hidrolik.

8.    Udara yang terjebak di dalam sistem penguat kemudi itu harus dibuang. Cara membuang udara yang terjebak di dalam penguat kemudi adalah seperti di bawah ini:

a.  Bagian depan mobil di dongkrak dulu, setelah itu pasanglah penyagga dibagian yang aman.

b.  Sekarang kita memutar kemudi sampai habis ke kiri dan ke kanan.

c.  Seandainya minyak di dalam tabung penampung berkurang maka kita harus menambahkan minyak itu sampai batas maksimum.

d.  Kita melakukan ini harus berkali-kali sampai gelembung udara di sistem penguat kemudi benar-benar hilang.

e.  Sekarang kita menurunkan mobil dari penyangganya/dongkraknya dengan pelan-pelan. Periksalah sekali lagi jumlah minyak di tabung penampung. Jika berkurang maka kita harus menambahkan minyak itu secukupnya.


No comments:

Post a Comment