Thursday, 7 January 2016

Memahami Struktur dan Kaidah Teks Eksplanasi

Memahami Struktur dan Kaidah Teks Eksplanasi sangat penting untuk kita pelajari jika kita ingin lebih tahu tentang teks esplanasi. Sebelum kita membahas lebih jauh, alangkah baiknya jika kita tahu pengertian dari teks eksplanasi. Teks eksplanasi ialah teks yang menerangkan tentang proses terbentuknya atau terjadinya suatu fenomena sosial atau fenomena alam. Di dalam teks eksplanasi, sebuah kejadian muncul karena ada kejadian lain sebelumnya dan kejadian itu mengakibatkan kejadian yang lain lagi sesudahnya.

Struktur Teks Eksplanasi


Struktur teks eksplanasi dibagi menjadi tiga yaitu:

1.  Pernyataan umum
a.  Pernyataan umum berisi satu statemen umum tentang satu topik, yang akan diterangkan proses keberadaannya, proses terbentuknya, proses terjadinya, dan lain sebagainya.
b.  Pernyataan umum harus bersifat ringkas, menarik, dan jelas, yang dapat mampu membangkitkan minat pembaca untuk membaca secara detail.

2.  Deret Penjelas
a.  Deret penjelas isinya tentang detail penjelasan proses keberadaan, proses terjadinya.
b.  Deret penjelas untuk menjawab pertanyaan bagaimana sangat relatif, yang jawabannya berupa statemen atau yang jawabannya berupa pernyataan.
c.  Deret penjelas dapat dimungkinkan mengingat perlu diterangkan bertahap, pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya, atau pertama, berikutnya terakhir.

3.  Interpretasi/Penutup
Penutup berisikan simpulan atau pernyataan tentang suatu topik / proses yang dijelaskan.

Kaidah Teks Eksplanasi

Kaidah teks eksplanasi dibagi menjadi:

1.  Ejaan
Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dan sebagainya) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna.
Ejaan memiliki tiga aspek yaitu:
a.  Aspek sintaksis yaitu aspek yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.
b.  Aspek fonologis yaitu aspek yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad.
c.  Aspek morfologis yaitu aspek yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis.

2.  Tanda Baca
Tanda baca ialah lambang yang tidak saling berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, tetapi berperan untuk menunjukkan struktur dan oerganisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Dalam aturan tanda baca berbeda antar bahasa, waktu, lokasi, dan terus berkembang. Suatu gaya spesifik yang karenannya tergantung pada pilihan penulis.


3.  Diksi
Ketepatan pilihan kata untuk menyatakan sesuatu ialah pengertian dari diksi. Pilihan kata atau diksi pada dasarnya ialah hasil upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, atau wacana. Pilihan kata atau diksi ialah satu unsur ialah satu unsur yang sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang ataupun didalam dunia tutur setiap hari.

Diksi atau pilihan kata ialah pemilihan kata-kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Pilihan kata atau diksi melingkupi pengertian kata-kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan, gaya mana yang paling bagus diterapkan dalam situasi.

4.  Kalimat Efektif
Kalimat efektif ialah kalimat yang terdiri dari kata-kata yang memiliki unsur S-P-O-K atau kalimat yang memiliki ide atau gagasan penulis/pembicara. Kejelasan kalimat itu terjamin jika kalimat sangat mengutamakan keutamaan informasi itu.

Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.  Kalimat efektif mempunyai unsur pokok atau penting, minimal unsur subjek dan predikat.
b.  Kalimat efektif patuh terhadap tata aturan ejaan yang berlaku.
c.  Kalimat efetif menggunakan diksi yang tepat.
d.  Kalimat efektif menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
e.  Kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai harus digunakan dalam kalimat efektif.
f.  Penekanan ide pokok harus dilakukan dalam kalimat efektif.
g.  Kehematan penggunaan kata itu hal yang diacu dalam kalimat efektif.
h.  variasi struktur kalimat digunakan dalam kalimat efektif.

5.  Kohesi dan koherensi dalam suatu paragraf

a.  Kohesi
Kohesi nama lainnya adalah keterpaduan bentuk. Kohesi berkaitan dengan kata-kata yang digunakannya.

b.  Koherensi
Koherensi nama lainnya adalah keterpaduan makna. Jika suatu paragraf dikatakan koheren yaitu apabila ada keterpaduan antara gagasan yang diutarakan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya.


1 comment:

  1. kalau tulisannya tidak bisa di copy, jangan buat weblah komandan, itu namanya kagak ihklas

    ReplyDelete