Friday, 29 January 2016

Gejala Penyakit Merupakan Sinyal Positif Tubuh

Sesudah kita dapat memahami dan mempelajari tubuh kita sendiri, maka syarat apa pun itu yang tubuh berikan kita akan dapat menanggapi sesegera mungkin dengan langkah dan pendekatan yang bijaksana. Mungkin kadang-kadang kita merasakan sakit kepala atau pusing. Tetapi seandainya kita bijaksana terhadap tubuh kita, maka kita mungkin tidak akan segera mencari-cari obat untuk mengobatinya, tetapi mungkin alangkah baiknya kita akan segera dan secepat mungkin untuk mencari sumber dan penyebab sakit kepala itu.


Pusing atau sakit kepala disebabkan tekanan darah tinggi yang naik, mungkin akan berbeda pendekatannya dengan  pusing atau sakit kepala yang penyebabnya adalah kadar gula darah yang turun drastis. Begitu pula jika pusing atau sakit kepala yang disebabkan karena kurang tidur, maka pendekatannya akan sangat berbeda sekali dengan pusing atau sakit kepala karena disebabkan oleh “utang uang banyak”, itu misalnya.  Seandainya pusing atau sakit kepala penyebabnya adalah kurang tidur, maka akan segera sembuh sakit kepala itu seandainya kita segera beristirahat dan tidur. Kalau pusing atau sakit kepala disebabkan karena “utang uang banyak” , ya mungkin dengan tidur pusingnya mungkin tidak hilang, atau kalau minum obat pun mungkin pusingnya belum hilang. Tetapi Pusing tersebut mungkin akan segera hilang seandainya kita secepat mungkin melunasi utang tersebut.

Hal yang perlu kita pahami bahwa pusing atau sakit kepala pada umumnya itu Cuma akibat dari penyakit yang lain. Bahkan sekitar hampir 75 % sakit kepala atau pusing itu dikarenakan oleh pencernaan yang terganggu. Pada hakikatnya sangatlah kurang baik jika kita hanya meredam rasa sakit kepala dengan berbagai obat dan bukan mengobati sumber dari sakit kepala itu.

Agar Seluruh Aktivitas Kita sesuai dengan yang Tubuh Inginkan maka Tubuh selalu Memberi Kita Sinyal, Contohnya adalah sebagai berikut:

1.    Rasa Lapar
Rasa lapar adalah Sinyal positif tubuh yang mengasih informasi kepada kita bahwa mesin pegolahan makanan kita telah kosong dan sudah siap untuk diisi lagi. Oleh sebab itu sebaiknya kita makan tidak dengan mengacu pada jam, akan tetapi dengan mengacu pada rasa lapar. Memang di era sekarang sangat banyak kebiasaan makan dengan patokan jam, kebiasaan makan sebelum lapar, dan banyak pula orang yang yang menunda-nunda waktu makan ketika sudah muncul Sinyalnya, yang itu semua dapat berefek terhadap meningkatnya asam lambung dan akan mengganggu keseimbangan pada sistem pencernaan pada diri kita. Dan akhirnya, maka akan memunculkan penyakit, misalnya radang atau luka tukak lambung (gastritis atau gastric ulcer).

2.    Rasa Haus
Rasa Haus ialah Sinyal positif tubuh. Kita diminta oleh tubuh supaya kita menambah cadangan air yang ada dalam tubuh kita. Sebagian besar kita tidak tahu kapan sebaiknya kita minum dan berapa banyak tubuh kita membutuhkan air dalam waktu satu hari.


3.    Rasa Ngantuk
Rasa ngantuk ialah Sinyal positif tubuh. Kita diminta oleh tubuh supaya kita segera mengistirahatkannya atau menidurkannya. Jika kita lihat sekarang, banyak orang yang memaksakan tubuhnya untuk tetap terjaga dengan berbagai obat-obatan dan tonik hanya untuk supaya tetap merasa segar terus, dikala Sinyal rasa ngantuk itu muncul. Padahal seandainya kita selalu memaksakan diri agar tetap terjaga terus maka itu akan memperbudak tubuhnya sendiri dengan memaksa proses alami pada tubuh kita.

4.    Rasa Lelah
Rasa Lelah adalah Sinyal positif tubuh. Sesudah kita berlebihan dalam  bekerja, maka itu akan menguras pikiran dan fisik. Kalau sudah demikian maka akan timbul rasa lelah. Sesudah kita merasa lelah, kita berharap supaya kita untuk beristirahat, kegunaannya supaya energi dapat segera pulih kembali seperti sedia kala. Apabila kita mengomsumsi yang banyak dipasaran, tujuanya supaya memaksa tubuh tetap segar sesaat maka dampaknya dapat berakibat terhadap terganggunya sistem keseimbangan tubuh dan dapat menimbulkan penyakit.

Untuk melanjutkan artikel ini silahkan anda baca artikel yang judulnya ini: Tubuh Selalu Memberi Kita Sinyal (Lanjutan).


No comments:

Post a Comment