Friday, 15 January 2016

Cara Memperbaiki Gangguan pada Karburator dengan Benar--Lanjutan 3

Sebelum membaca artikel ini sebaiknya anda membaca dulu artikel dengan judul: Cara Memperbaiki Gangguan pada Karburator dengan Benar--Lanjutan 2. Karena artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul “Cara Memperbaiki Gangguan pada Karburator dengan Benar--Lanjutan 2”. Baiklah kita akan langsung membahas mengenai Cara memperbaiki Gangguan pada Karburator dengan Benar.


Cara Memperbaiki Gangguan pada Karbrator dengan Benar yaitu:

14.  Bocor pada pelampung

Bocor pada pelampung disebabkan oleh:
a.  Pada permukaan pelampungnya tinggi.
b.  Terlalu tinggi pada tekanan pompa bahan bakar.
c.  Sudah aus atau rusak pada penyiram (nosel) pengatur utama.

15.  Pada karburator memberikan campuran bahan bakar gas yang terlalu pekat

Pada karburator memberikan campuran bahan bakar gas yang terlalu pekat disebabkan oleh:
a.  Dikarenakan kedudukan pengapung kurang tepat maka bisa mengakibatkan permukaan bensin didalam ruang pengapung/pelampung terlalu tinggi .
b.  Pada tombol cuk masih tertarik dan tidak kembali pada kedudukan seperti semula.
c.  Terlampau besar pada lubang dari pengabut (nosel).
d.  Pada lubang saluran udara terdapat kotoran atau pada pemasukan udara ke lubang saluran stasioner terhalang oleh baut pengatur stasioner.

Seandainya pada karburator memberikan campuran bahan bakar gas yang terlalu pekat ini akan mengakibatkan sesudah motor dihidupkan dan menjadi panas motor maka mendadak berhenti atau mati.

16.  Jika selama motor berputar tanpa beban (stasioner) jalannya tersendat-sendat

 Jika selama motor berputar tanpa beban (stasioner) jalannya tersendat-sendat disebabkan oleh:
a.  Lubang terlampau besar dari pengabut stasioner.
b.  Baut pengatur stasioner menghalangi pemasukan udara ke lubang saluran stasioner.
c.  Pada pengabut longgar atau terlepas.

17.  Jalannya tidak teratur pada waktu kendaraannya bergerak

Jalannya tidak teratur pada waktu kendaraannya bergerak disebabkan oleh:
a.  Sudah kotor pada saringan udara dari karburator.
b.  Terlampau besar pada lubang pengabut utama.
c.  Pengabut longgar atau terlepas dari kedudukannya.
d.  Terlalu tinggi pada permukaan bensin di dalam ruang pelampung.

18.  Tidak mencapai kecepatan putaran yang maksimum pada motor

Tidak mencapai kecepatan putaran yang maksimum pada motor disebabkan oleh:
a.  Tidak dapat terbuka dengan baik pada klep gas.
b.  Terlalu sempit pada ruang pengabut.

19.  Terlalu kasar bunyi mesinnya jika pada motor putaran tanpa beban/putaran rendah


Terlalu kasar bunyi mesinnya jika pada motor putaran tanpa beban/putaran rendah disebabkan oleh:
a.  Tidak sempurnanya pada penyetelan putaran tanpa beban (putaran idling).
b.  Sudah rusak pada sekerup pengatur putaran idling.
c.  Tersumbatnya saluran dan lubang idling.
d.  Tidak baik pada kedudukan nosel kecepatan rendah.
e.  Sudah rusak pada gasket flens.
f.  Sudah rusak pada katup maknetik.

20.  Terlalu boros pada pemakaian bensin

Terlalu boros pada pemakaian bensin disebabkan oleh:
a.  Terlalu tinggi pada kedudukan pelampung.
b.  Tersumbatnya saringan.
c.  Rusaknya pada katub tenaga.
d.  Rusaknya pada gasket.
e.  Pada vakum bocor berasal dari saluran vakum.
f.  Tidak sempurna membukanya pada katup cuk.
g.  Terjadi slip pada kopling.
h.  Pada rem menyeret.
i.   Pada ban terlalu kencang sekali.

21.  Terlalu kurus karburator memberikan campuran sehingga mengakibatkan motor sukar dihidupkan.

Terlalu kurus karburator memberikan campuran sehingga mengakibatkan motor sukar dihidupkan, ini disebabkan oleh:
a.  Tersumbatnya saluran dari pengabut stasioner.
b.  Terlampau kecil lubang dari saluran stasioner.
c.  Pada permukaan bensin di dalam ruang pelampung rendah.
d.  Karburator dalam keadaan bocor.

Untuk melanjutkan artikel ini sebaiknya anda membaca artikel dengan judul: Cara Memperbaiki Gangguan pada Karburator dengan Benar--Lanjutan 4.



No comments:

Post a Comment