Wednesday, 25 November 2015

Memahami Paragraf yang Baik dan Benar

Memahami paragraf yang baik dan benar adalah suatu materi dalam mata belajaran Bahasa Indonesia yang wajib dipahami. Kadang para siswa bertanya kepada bapak guru atau ibu guru tentang apasih arti paragraf itu. Biasanya siswa dalam satu kelas itu berjumlah 36 siswa. Dari 36 siswa itu mungkin yang tahu dari pengertian paragraf hanya beberapa saja. Jika ada siswa yang bertanya apa pengertian paragraf, maka seorang guru akan menjawab bahwa “paragrag/alinea adalah bagian dari wacana yang merupakan satu kesatuan.


Di dalam paragraf supaya disebut sebagai paragraf yang baik maka ada syaratnya. Syarat paragraf yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1).     Memiliki satu ide pokok atau satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas.
2).     Antarkalimat saling berkoherensi (bertautan) secara logis sehingga membentuk satu kesatuan.

Syarat paragraf yang baik adalah yang sudah disebutkan di atas. Sekarang untuk menjaga koherensi (kepaduan) antarkalimat dalam paragraf, maka perlu memperhatiakan hal-hal sebeagai berikut:

1).     Pengulangan kata / Frasa Kunci


Maksunya bahwa dalam paragraf supaya tetap terjaga kepaduannya maka pengulangan kata atau frasa kunci harus diperhatikan.

2).     Kata Ganti

Maksudnya bahwa dalam paragraf supaya tetap terjaga kepduannya maka penulisan kata ganti harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

3).     Konjungsi Antarkalimat

Maksudnya bahwa dalam paragraf supaya tetap terjaga kepaduannya maka penulisan konjungsi antarkalimat harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
Di bawah ini adalah beberapa contoh konjungsi / kata-kata yang biasanya digunakan antarkalimat dalam paragraf.

a.       Hubungan penguatan/tambahan

Contoh konjungsi dalam hubungan penguatan/tambahan yaitu: lebih dari itu, di samping itu, lagi pula, selain itu.

b.       Hubungan sebab-akibat (kausal)

Contoh konjungsi dalam hubungan sebab-akibat  (kausal) yaitu: sehingga, maka, akibatnya, oleh karena  itu, karena.

c.       Hubungan tujuan

Contoh konjungsi dalam hubungan tujuan yaitu: agar, untuk maksud tersebut, untuk itu.

d.      Hubungan konsekuensi logis dari suatu keadaan/peristiwa

Contoh konjungsi dalam hubungan konsekuensi logis dari suatu keadaan/peristiwa yaitu: kalau demikian, sudah barang tentu, tentu saja.

e.       Hubungan ringkasan/simpulan

Contoh konjungsi dalam hubungan ringkasan/simpulan yaitu: secara ringkas, singkatnya, dengan kata lain, degan demikian, pendek kata, memang, jadi.

f.       Hubungan contoh

Contoh konjungsi dalam hubungan contoh yaitu: misalnya, contohnya.

g.       Hubungan perurutan

Contoh konjungsi dalam hubungan perurutan yaitu: setelah itu, selanjutnya, kemudian.

h.       Hubungan waktu

Contoh konjungsi dalam hubungan waktu yaitu: pada masa itu, waktu itu, saat itu, ketika itu.

i.        Hubungan  perbandingan

Contoh konjungsi dalam hubungan perbandingan yaitu: paling, kurang, lebih, paling tidak, sementara itu, tidak seperti, seperti, berbeda dengan.

j.        Hunbungan pemilihan

Contoh konjungsi dalam hubungan pemilihan yaitu: bisa juga, atau.

k.       Hubungan persamaan

Contoh konjungsi dalam hubungan persamaan yaitu: sama dengan, seperti halnya, sama halnya, demikian pula.

4).     Situasi

Maksudnya situasi ini dapat menunjukan bahwa koherensi kalimat dalam suatu paragraf.

5).     Urutan yang Sistematis dan Logis (Sistematika dan Logika)

Kalimat dikatakan sebagai kalimat maupun pikiran dalam paragraf akan padu (koheren) jika urutannya sistematis dan logis. Untuk mengurutkan kalimat, caranya sebagai berikut:

a.       Tentukan kalimat-kalimat lanjutan yang tidak mungkin meduduki urutan pertama, penandanya antara lain:

-        terdapat kata ganti: mereka, tersebut, -nya, itu, ini, dan lain-lain.
-        diawali konjungsi seperti: namun, tetapi, sedangkan, adapun, oleh karena itu, maka dari itu, dengan demikian, sebab, dan sejenisnya.

b.       Tentukan yang pasti terakhir, cirinya: terdapat kata yang menandai simpulan, misalnya: jadi, kesimpulannya, akhirnya, dengan demikian, dan sebagainya.


c.       Kalau belum juga ditemukan, tntukan dua kalimat yang pasti membentuk urutan karena logikanya: proses-hasil, kronologis, umum-khusus, akibat-sebab, sebab-akibat, dan sebagainya.

No comments:

Post a Comment