Thursday, 26 November 2015

Memahami Jenis-jenis Paragraf/Karangan dengan Baik

Memahami Jenis-jenis Paragraf/Karangan dengan Baik adalah suatu materi yang perlu dipelajari jika ingin mendalami ilmu bahasa. Kadang orang awam masih bingung jenis paragraf ada berapa sih? Pertanyaan itu muncul pada seseorang yang benar-benar ingin mempelajari masalah paragraf. Kalau kita menyebutkan paragaf maka disini nama lainya adalah karangan. Jadi kali ini kita akan menyamakan antara paragraf dengan karangan.


Menurut letak pikiran utamanya bahwa macam paragraf dibagi menjadi:

1.       Paragraf deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya di awal, diikuti kalimat-kalimat penjelas/informasi-informasi khusus/tambahan.

2.       Paragraf induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat-kalimat penjelas (informasi-informasi khusus/kecil), dan ditutup/diakhiri dengan kalimat utama.

3.       Paragraf campuran deduktif-induktif

Paragraf campuran deduktif-induktif adalah paragraf yang kalimat utama di awal, diikuti kalimat-kalimat penjelas, dan ditutup dengan penegasan kembali kalimat utama.

4.       Paragraf campuran induktif-deduktif

Paragraf campuran induktif-deduktif adalah paragraf yang diawali dengan hal-hal khusus, diikuti hal umum (informasi utama), dilanjutkan dengan hal-hal khusus lagi. Paragraf campuran induktif-ineratif disebut juga dengan paragraf inneratif.

5.       Paragraf yang pikiran utamanya menyebar di seluruh paragraf. Paragraf ini biasa kita dapati pada deskripsi, narasi, dan proses.


Tadi kita sudah belajar tentang macam paragraf menurut letak pikiran utamanya. Sekarang kita akan mempelajari karangan menurut tujuannya. Macam karangan menurut tujuannya adalah sebagai berikut:

1.       Karangan Narasi


Karangan Narasi adalah karangan yang berisi rangkaian kejadian yang dialami tokoh/pelaku sehingga membentuk suatu alur cerita.

Karangan Narasi dibagi atas dua jenis, yaitu:
v   Karangan narasi fiktif atau karangan narasi Imajinatif, Contohnya: dongeng, hikayat, novel, roman, cerpen, dan lain-lain.
v   Karangan narasi nonfiktif atau karangan narasi ekspositoris, Contohnya: sejarah, kisah perjalanan, otobiografi, biografi, dan lain-lain.

2.       Karangan Deskripsi

Karangan deskripsi adalah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu keadaan/hal sehingga pembaca seolah-olah mendengar, merasa, atau melihat hal tersebut. Contoh topik yang tepat misalnya:
-        Keindahan Candi Borobudur
-        Suasana memperingati hari pahlawan
-        Lalulintas di Jalan Tol Semarang
-        Kegiatan pasar Kebumen sehari-hari

Karangan deskripsi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

v   Karangan deskrisi faktual atau karangan deskripsi ekspositoris
Karangan deskrisi faktual atau karangan deskripsi ekspositoris adalah karangan yang mendeskripsikan objek nyata dan pelukisannya apa adanya.
Misalnya: Taman Laut Bunaken, Pantai Sanur, Danau Toba, Tentang Permukaan bulan, dan lain-lainnya.

v   Karangan deskripsi imajinatif atau karangan deskripsi fiktif
Karangan deskripsi imajinatif atau karangan deskripsi fiktif adalah karangan deskripsi yang objeknya merupakan imajinasi dari penulis. Misalnya terdapat pada roman, novel, cerpen, dan lain-lain.

Berdasarkan cara penyajiannya, karangan deskripsi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu:

v   Karangan deskripsi realis
Krangan deskripsi realis adalah karangan yang menunjukan objek apa adanya tanpa disertai unsur rasa.
v   Karangan deskripsi impresionis
Karangan deskripsi impresionis adalah karangan yang memasukkan unsur perasaan sehingga pembaca memperoleh kesan atau suasana tertentu.

3.       Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang berisi penjelasan/uraian tentang suatu topik dengan tujuan memberi pengetahuan atau informasi tambahan.

Contoh Topik yang tepat untuk Eksposisi, misalnya:
-        Manfaat buku di sekolah
-        Peranan guru di sekolah
-        Sekolah Menengah Kejuruan sebagai pencetak tenaga terampil

Karangan eksposisi juga kadang berisi uraian tentang petunjuk pemakaian, pedoman perawatan, petunjuk pembuatan, proses kerja, cara kerja, langkah kerja, dan lain-lain. Karangan eksposisi yang seperti ini biasanya disebut paparan proses. Contoh topik yang tepat untuk paparan proses misalnya:
-        Cara membuat bubur kacang ijo
-        Langkah membuat kaos olah raga
-        Cara mengoperasikan laptop

4.       Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan fakta/data/konsep sebagai alasan/dasar/bukti.

5.       Karangan Persuasi
Karangan  persuasi adalah karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan dari penulis.
Contoh karangan eksposisi: khotbah, kampanye, pidato, propaganda, iklan.







2 comments:

  1. gan saya juga belajar buat blog, saran saya templatenya cari yg lebih dinamis. semoga kita bisa sharing dan berhubungan baik sesama blogger ya gan. nih blog saya www.suekses.blogspot.co.id

    ReplyDelete