Tuesday, 13 October 2015

Arus Listrik Penting untuk Kita Pahami

Arus listrik penting untuk kita pahami karena sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita ingin melakukan aktivitas sehari-hari hampir kita tidak lepas yang namanya arus listrik. Misalkan Kita mau memasak nasi memakai megic jar maka kita membutuhkan arus listrik. Kita mau mencuci memakai mesin cuci maka kita akan membutuhkan arus listrik. Kita mau memblender buah maka kita juga membutuhkan arus listrik. Arus listrik sangat kita butuhkan sekali dalam kehidupan sehari-hari.


Gerakan muatan secara langsung pada dasarnya itu merupakan arus listrik. Yang membawa muatan itu dapat berupa ion-ion atupun elektron-elektron. Arus listrik dapat mengalir kalau bahan yang akan dialiri arus listrik itu memenuhi syarat. Syarat bahan yang dapat dialiri arus listrik yaitu bahan yang didalamnya tersedia pembawa muatan dengan jumlah yang cukup dan bebas bergerak.


Penghantar adalah bahan yang memiliki banyak pembawa muatan yang bebas bergerak. Jika kita berbicara penghantar, maka kita mengenal yang namanya penghantar elektron. Penghantar elektron misalnya tembaga, aluminium, perak, emas, besi, dan juga arang. Penghantar elektron ini sangat baik menghantarkan arus listrik. Kita ambil contoh besi, besi merupakan bahan yang baik sekali untuk menghantarkan arus listrik. Jika ada seseorang yang tersetrum arus listrik dan kita ingin menolongnya maka kita tidak boleh melepaskan korban itu dengan besi. Jika anda melepaskan korban dengan besi maka yang terjadi adalah anda akan ikut terkena arus listrik tersebut. Saran saya jika anda mau menolong orang yang terkena arus listrik maka memakai bahan yang tidak dapat dialiri arus listrik.

Kita lanjutkan macam-macam penghatar. Tadi yang pertama adalah penghantar elektron, sekarang yang kedua adalah penghantar ion. Penghantar ion misalnya elektrolit, peleburan, dan ionisasi gas. Maksud dari elektrolit adalah zat cair yang menghantarkan arus. Peleburan disini contohnya adalah peleburan aluminium. Penghantar ion ini membawa muatan ion positif dan ion negatif. Pembawa muatan ion positif dan ion negatif disebut sebagai arus ion.

Penghantar yang nomor tiga adalah bukan penghantar. Bukan penghatar ini terdapat pada bahan yang sulit menghantarkan arus listrik atau bahkan tidak bisa menghantarkan arus listrik. Dengan kata lain bukan penghantar yaitu terdapat pada bahan yang hanya memiliki sedikit pembawa muatan dan terikat dalam molekul tersendiri. Contoh bukan penghantar yang terdapat pada bahan padat misalnya karet, kayu, kaca, kertas. Sedangkan contoh bahan zat cair bukan penghantar misalnya air murni, oli, dan fet.


Jenis penghantar yang nomor empat adalah semi penghantar. Semi penghantar ini maksudnya bahan yang setelah mendapat pengaruh dari penyebabnya elektron valensinya lepas sehingga mampu menghantarkan listrik. Atau dengan bahasa lain bahwa semi penghantar adalah suatu bahan yang kadang bisa mengalirkan arus listrik tetapi kadang-kadang juga tidak bisa menghantarkan arus listrik. Contoh bahan yang termasuk semi penghantar adalah silisium, selenium, germanium, dan karbon oksida. Semi penghantar ini bisa menjadi bahan bukan penghantar jika pada temperatur rendah maka elektron valensi bahan tersebut terikat sedemikian rupa sehingga tidak ada elektron bebas di dalam kisi-kisi. Sekarang semi penghantar itu bisa menjadi bahan penghantar jika melalui pemanasan maka sebagian elektron terlepas dari lintasannya dan menjadi elektron yang bergerak dengan bebas. Jadi jelas bahwa semi penghantar itu bersifat bukan penghantar arus listrik dan juga bisa bersifat penghantar arus listrik. Bagi anda yang mungkin mau mendalami tentang arus listrik maka dasar-dasar kelistrikan seperti ini harus dipahami dengan betul-betul, supaya nanti akan dapat menguasai teknik listrik dengan baik dan dapat digunakan untuk diri sendiri dan orang lain dengan sebaik-baiknya.

No comments:

Post a Comment