Friday, 25 September 2015

Cara Mengabstraksi Teks cerita Pendek

Cara mengabstraksi Teks cerita pendek memang hal yang dicari-cari oleh orang yang membutuhkan. Dalam mengabstraksi teks cerita pendek sebenarnya sangatlah mudah jika sudah tau caranya. Bila kita mau melakukan sesuatu sebenarnya yang sangat dibutuhkan adalah bagaimana cara melakukan hal tersebut. Mengabstraksi sebenarnya artinya hampir sama dengan meringkas teks tersebut. Perbedaannya adalah kalau meringkas dibuat terakhir setelah teks dibuat, sedangkan mengabstraksi dapat dibuat sesudah atau bahkan sebelum teks tersebut dibuat. Mengabstrksi teks cerita pendek dilakukan supaya mendapatkan dan memudahkan penafsiran cerita pendek yang telah dibuat. Manfaat lain dengan kita mengabstraksi teks cerita pendek yaitu memudahkan untuk membuat analisisnya baik dari unsur intrinsik maupun dari kriteria yang lain.


Cara mengabsraksi teks cerita pendek sebenarnya banyak cara. Cara yang pertama adalah dengan mengambil pokok-pokok isi atau ide utama setiap paragraf. Seandainya teks cerita pendek terdiri dari 55 paragraf, maka kita dapat membuat sinopsisnya menjadi 55 kalimat utama. Kalimat-kalimat yang buat tadi selanjutnya dibuat menjadi paragraf, setelah itu kemudian akan menjadi sinopsis teks cerita pendek.

Cara mengabstraksi teks cerita pendek yang kedua adalah dengan membaca keseluruhan cerita pendek, selanjutnya dituliskannya kembali dalam bentuk ringkas. Kalau tadi sudah dilakukan maka akan menjadi sebuah sinopsis.

Cara mengabstraksi teks cerita pendek yang lain adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dan jawaban tersebut diutarakan dalam bentuk cerita yang ringkas. Pernyaan-pertanyaannya adalah sebagai berikut:

1.       Cerita pendek yang hendak diabstraksi judulnya apa?


Jadi pertanyaan pertama ini menanyakan tentang apakah judul cerita pendek yang akan diabstraksi. Jawabannya sangat mudah, yaitu menuliskan judul teks cerita pendek tersebut.

2.       Paragraf yang hendak diabstraksi ada berapa? Serta akan dijadikan hasil abstraksi berapa?

Pertanyaan yang kedua ini adalah ada berapa paragraf yang hendak diabstaksi selain itu akan dijadikan berapa hasil abstraksinya. Jawaban pertanyaan kedua ini sangat mudah yaitu jumlah paragraf yang hendak diabstraksi, serta jumlah hasil abstraksinya.

3.       Apakah konflik sudah ditunjukan dengan santun?

Pertanyaan nomor tiga ini menanyakan apakah konfik dalam teks cerita pendek itu sudah santun atau belum santun. Jawaban untuk pertanyaan nomor tiga ini sangat mudah yaitu tinggal dijawab santun atau belum santun. Cerita pendek yang baik sebaiknya konflik ditunjukan dengan santun.

4.       Apakah sudah menggunakan majas yang menarik atau belum?

Pertanyaan nomor empat ini adalah apakah sudah menggunakan majas yang menarik atau belum. Jika sudah menggunakan majas yang menarik maka teks cerita pendeknya tidak menyinggung perasaan. Tetapi jika tidak menggunakan majas maka cerita tersebut biasanya menyinggung perasaan orang. Jadi supaya tidak menyinggung perasaan orang maka sebaiknya menggunakan majas yang menarik.

5.      Apakah sudah  terdapat nilai didik yang diharapkan memberi pengetahuan dan keteladanan bagi pembaca atau belum?

Pertanyaan nomor lima ini adalah apakah sudah terdapat nilai didik yang diharapkan memberi pengetahuan dan keteladanan bagi pembaca atau belum. Sebaiknya teks cerita pendek yang baik mengandung nilai didik yang bermanfaat memberi pengetahuan, selain memberi pengetahuan diharapkan juga memberi keteladanan bagi pembaca. Sehingga yang membaca teks cerita pendek tersebut akan mendapatkan inspirasi baru untuk pengetahuan dalam kehidupan.

6.       Pengarang mengakhiri cerita bagaimana?


Pertanyaan nomor enam ini adalah bagaimana pengarang mengakhiri cerita. Jawabannya sangat mudah sekali, yaitu apakah diakhiri dengan kesenangan atau diakhiri dengan kesedihan. Cerita pendek yang disukai banyak orang biasanya cerita pendek yang akhir ceritanya diakhiri dengan keberhasilan atau kesenangan. Ada peribahasa berikut “berakit-rakit kehulu, berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Peribahasa itu artinya pertama-tama kerja keras dulu baru kemudian menikmati kesuksesannya. 

No comments:

Post a Comment