Tuesday, 1 September 2015

Cara Mengabstraksi Teks Anekdot yang Benar

Mengabstraksi teks anekdot memang artinya hampir sama dengan meringkas teks anekdot. Bedanya sangat tipis sekali. Jika meeringkas itu dibuat terakhir setelah teks anekdot tersebut ada, sedangkan jika mengabstraksi dapat dibuat setelah teks itu terbentuk atau bahkan sebelum teks itu terbentuk. Mungkin dalam benak anda timbul pertanyaan, apakah perlu mengabstraksi teks anekdot? Maka jawabanya adalah mengabstraksi teks anekdot perlu dilakukan untuk mendapatkan dan memudahkan penafsiran teks anekdot yang telah dibuat. 

Ringkasan untuk menelaah kembali apakah unsur-unsur cerita yang dibuat sudah memenuhi kriteria anekdot di sebut abstraksi. Kriteria teks anekdot berupa alur, penokohan, latar, majas, dan nilai didik. Cara mengabstraksi teks anekdot adalah sebagai berikut:

1.       Pengguanaan Alur

Alur merupakan jalan cerita. Alur itu ada alur maju dan ada pula alur mundur. Biasanya dalam teks anekdot itu banyak yang menggunakan alur maju, tetapi kadang-kadang juga ada teks anekdot yang menggunakan alur mundur. Jika anda ingin mengabstraksi teks anekdot maka harus diperhatikan penggunaan alur ini. Maksudnya apakah teks anekdot itu sudah menggunakan alur yang jelas atau menggunakan alur yang tidak jelas. Teks anekdot yang baik biasanya alurnya jelas. Jadi si pembaca teks anekdot itu lebih mudah memahami teks anekdot tersebut. Penulis dulu pernah mengabstraksi teks anekdot, penulis pernah menemukan teks anekdot yang alurnya sangat jelas sekali. Sehingga penulis sangat senang karena teks anekdot tersebut alurnya begitu jelas dan mudah dipahami.

2.       Penokohan


Penokohan maksudnya tokoh yang ada dalam cerita teks anekdot tersebut. Teks anekdot yang baik biasanya penokohannya dilakukan oleh orang penting. Sekarang pertanyaanya kenapa penokoan yang baik itu dilakukan oleh orang penting, karena orang penting itu pengaruhnya besar sekali terhadap masyarakat umum. Penokohan didalam teks anekdot bisa juga dilakukan dengan orang yang ditokohkan. Tetapi kadang juga penokohan didalam teks anekdot itu dilakukan oleh orang biasa saja. Jadi intinya jika ingin mengabstraksi teks anekdot, penokohan harus dicermati dengan sebaik-baiknya.

3.       Latar

Latar artinya tempat terjadinya peristiwa. Jika anda ingin mengabstraksi teks anekdot maka hal yang harus diperhatikan berikutnya adalah latar. Di dalam mengabstraksi teks anekdot apakah latar sudah dipaparkan dengan lengkap atau belum? Jika dalam teks anekdot latarnya sudah lengkap maka teks anekdot tersebut sudah dikatakan baik. Latar sebuah teks anekdot itu beranekaragam. Kadang ada teks anekdot yang latarnya berada di rumah, sekolah, musholah, masjid, hutan, atau yang lainnya. Dengan adanya latar maka teks cerita pendek itu akan jelas ceritanya.

4.       Menggunakan Majas

Majas adalah bahasa kiasan. Jika kita ingin mengabstraksi teks anekdot maka kita wajib memperhatikan majas. Teks anekdot yang baik apabila teks anekdot tersebut menggunakan majas sehingga ceritanya tidak menyinggung perasaan orang lain. Majas itu sangat banyak sekali macamnya. Misalnya majas metafora, majas personofikasi, majas hiperbola, majas ironi, majas paralelisme, majas simile, majas litotes, dan majas yang lainnya.

5.       Terdapat Nilai Didik


Nilai didik atau amanat adalah sesuatu yang ingin di dampaikan kepada seseorang. Jika anda ingin mengabstraksi teks anekdot maka nilai didik atau amanat wajib diperhatikan. Teks anekdot yang baik tedapat nilai didik yang diharapkan memberi pengetahuan dan keteladanan bagi pembaca. Contoh teks anekdot yang terdapat nilai didik memberi pengetahuan misalnya, budayakan membaca buku, buku adalah jendela dunia, dan lain-lainnya. Contoh nilai didik yang bernuansa kewirausahaan, misalnya, cara menggoreng kripik singkong, cara membudidayakan ayam, dan lain-lain.

No comments:

Post a Comment