Saturday, 29 August 2015

Menyunting Teks Anekdot dengan Baik dan Benar

Ada seorang siswa bertanya kepada gurunya, “Apakah yang dimaksud menyunting teks anekdot pak?” lalu pak guru menjawab, “Menyunting teks anekdot adalah menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat).” Lalu siswa mengucapkan terimakasih kepada pak guru tersebut.

Dari penggalan ilustrasi tersebut memang jelas bahwa yang dimaksud menyunting teks anekdot adalah menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat). Sedangkan kalau ada pertanyaan, tugas penyunting naskah itu apa? Maka jawabannya sangat mudah, tugas penyunting naskah adalah menyunting naskah dari segi kebahasaan (ejaan, diksi, dan struktur kalimat) serta memperbaiki naskah dengan persetujuan penulis atau pengarang. Disamping itu tugas lain dari penyunting naskah adalah membuat naskah mudah dibaca oleh pembaca.



Dalam menyunting naskah, hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

1.       Sebelum mulai menyunting naskah, penyunting naskah wajib mencari informasi mengenai penulisan naskah,
2.       Penulis naskah bukanlah penyunting naskah,
3.       Gaya penulis naskah wajib dihormati oleh penyunting naskah,
4.       Di dalam naskah yang disunting, penyunting naskah wajib merahasiakan informasi yang terdapat di dalam nya,
5.       Hal-hal yang mungkin akan diubah dalam naskah oleh penyunting naskah wajib dikonsultasikan dengan penulis naskah,
6.       Dalam kegiatan menyunting naskah bahwa punyunting naskah tidak boleh menghilangkan naskah yang akan, sedang, atau telah disuntingnya.


Langkah-langkah dalam proses penyuntingan adalah sebagai berikut:

1.       Naskah harus dibaca ulang secara keseluruhan.

Bagi anda yang akan menyunting teks anekdot, maka sebaiknya membaca ulang naskah anekdot tersebut secara keseluruhan. Hal itu bermanfaat untuk lebih memahami apa isi teks anekdot tersebut.

2.       Di dalam penulisan jika terdapat kesalahan harus dibetulkan.

Dalam teks anekdot biasanya dalam menulis terdapat kesalahan. Maka tugas penyunting adalah membetulkan tulisan yang salah tersebut sehingga menjadi tulisan yang benar. Contoh: “Adi mkn bakso.” Tulisan tersebut salah, maka wajib dibetulkan. Tulisan yang benar adalah sebagai berikut: “Adi makan bakso.”

3.       Jika pemilihan katanya tidak sesuai maka wajib diganti dengan kata-kata yang tepat.

Dalam menyunting teks anekdot jika terdapat pemilihan kata yang tidak sesuai maka wajib diganti dengan kata-kata yang tepat. Contoh: “Budi minum sate.” Kata-kata minum dalam kalimat “Budi minum sate” adalah salah. Maka cara membetulkannya adalah dengan cara mengganti kata “minum” di ganti dengan kata “makan”. Kalimat yang betul adalah: “Budi makan sate.”
         
4.       Di dalam proses penyuntingan menambah dan mengurangi bagian sesuai dengan draf yang disiapkan sebelumya.

Jika anda melakukan proses penyuntingan, maka menambah dan mengurangi bagian sesuai draf yang disiapkan sebelumnya wajib anda lakukan. Dengan anda menambah atau mengurangi bagian yang disunting tersebut maka hasil suntingannya akan menjadi teks anekdot yang sesuai dengan drafnya.

Di dalam penyuntingan teks anekdot meliputi:

1.       Sistematika penyajian

Yang dimaksud sistematika penyajian adalah sesuai struktur anekdot. Struktur anekdot antara lain abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Jadi kelima unsur tadi harus benar-benar disunting. Mungkin anda pernah melakukan kegiatan penyuntingan tek anekdot, tapi mungkin anda bingung apa yang harus disunting dalam teks anekdot. Hal yang petama yang disunting dalam teks anekdot adalah sistematika penyajiannya. Sekarang anda sudah dapat solusinya.

2.       Isi

Yang dimaksud isi adalah hal-hal yang disampaikan baik mengenai kelucuan ataupun substansi kelucuan. Jadi didalam teks anekdot pasti ada hal yang lucu atau unik.

3.       Bahasa

Di dalam penyuntingan teks anekdot, hal yang perlu disunting adalah bahasa. Bahasa mencakup ejaan, isi, dan struktur kalimat. Dalam proses penyuntingan teks anekdot, keefektifan kalimat dan ketepatan pilihan kata sangat membantu proses penyuntingan teks anekdot tersebut. Selain dari ejaan, isi, dan struktur kalimat, hal yang lain yang perlu di perhatikan dalam menyunting teks anekdot adalah penulisan huruf kapital, penggunaan tanda baca, dan ketepatan kalimat.






No comments:

Post a Comment