Tuesday, 25 August 2015

Kaidah Teks Anekdot, Menginterpretasi Makna Teks Anekdot dan Contoh Teks Anekdot

Kaidah Teks Anekdot

Di dalam anekdot itu terdapat kaidah teks anekdot. Kaidah teks anekdot di dalam anekdot ini sangat penting sekali peranannya. Kaidah kebahasaan yang penting untuk dikaji agar teks anekdot yang disusun menjadi utuh adalah pengertian dari kaidah teks anekdot. Sekarang kita akan membahas kaidah-kaidah teks anekdot tersebut.

Kaidah-kaidah teks anekdot meliputi:

1.       Anekdot menggunakan waktu lampau


Dalam hal ini waktu lampau digunakan untuk membuat anekdot. Di dalam teks anekdot biasanya diawali dengan kata suatu hari, konon, sebermula, sejak dulu, kemarin dan sejenisnya.
Contoh penggunaan waktu lampau didalam teks anekdot berikut:
Kemarin ada anak remaja makan bakso di pasar. Remaja itu menikmati Bakso dengan penuh hati riang. Remaja itu memang sangat hobi makan bakso.

2.       Anekdot menggunakan pertanyaan retorik

Pertanyaan-pertanyaan retorik biasanya diguanakan untuk membuat anekdot. Maksudnya dari peranyaan retorik adalah pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Pertanyaan retorik ini fungsinya untuk memberikan kesan lucu cerita anekdot dapat dirasakan oleh pembaca teks anekdot.
Contoh pertanyaan retorik:
-          Maukah kita hidup terus dijajah?
-          Maukah kita hidup bahagia?
-          Anda ingin sukses?

3.       Anekdot menggunakan kata sambung atau konjungsi

Konjungsi atau kata sambung memang menjadi faktor penting dalam teks anekdot. Fungsi dari kata sambung sangat banyak sekali antara lain digunakan untuk menghubungkan kata-kata, frasa-frasa, kalimat-kalimat, kata dan frasa, frasa dan kalimat, atau kalimat dan paragraf. Seandainya teks anekdot tidak menggunakan kata sambung maka paragraf demi paragraf tidak tersusun secara sistematis.

4.       Anekdot menggunakan kata kerja

Kata kerja nama lainya adalah verba. Veba adalah faktor yang penting dalam teks anekdot. Fungsi kata kerja dalam tek anekdot maksudnya supaya aktivitas atau kegiatan terlihat dengan jelas.

5.       Anekdot menggunakan kalimat perintah

Kalimat perintah memegang peranan penting kalau kita membuat teks anekdot. Kalimat perintah dalam teks anekdot fungsinya untuk memudahkan pemahaman strukturnya. Kalimat perintah biasanya diakhiri denga tanda seru.


Menginterpretasi Makna Teks Anekdot

Suatu hal yang menyenangkan dikala kita menyaksikan atau membaca anekdot. Kalau kita membaca anekdot yang menarik atau mengesankan hati kita akan tambah semakin senang. Contoh anekdot yang megesankan dan meanarik seperti masalah yang sedang kita cari solusinya. Apabila kita menafsirkan anekdot sebagaimana adanya maka anekdot tersebut menjadi bermakna dan bermanfaat.

Banyak pertanyaan besar di dalam benak kita. Kira-kira apa yang menjadi pertanyaan besar dalam benak kita itu. Apakah yang dimaksud menginterpretasi teks anekdot? Menginterpretasi teks anekdot ialah upaya menggali dan memahami nilai didik atau makna yang terkandung dalam teks tersebut.





Contoh Teks anekdot:

Namanya Juga Kakek

Siang itu, Andi sedang asyik makan di sebuah warung makan. Tidak lama kemudian, seorang kakek datang ke warung makan tersebut berjalan dengan menggunakan tongkat. Kemudian, kakek itu memesan seporsi ayam bakar dan segelas jeruk hangat. Kakek itu duduknya tidak jauh dari meja tempat makan si Andi. Beberapa saat kemudian pesananpun datang, kakek tak segera makan ayam bakarnya. Minuman jeruk hangatnya pun belum juga disentuhnya. Kakek Cuma memandanginya.

Pada awalnya Andi mengira kakek tidak berselera melihat ayam bakarnya di depannya bahkan berlangsung sampai waktu menginjak jam lima sore. Andi lalu menduga si kakek itu sedang berpuasa. Kakek itu malah kelihatan asyik bermain telpon genggamnya. Andi yang masih terlihat lapar kemudian memesan satu porsi ayam bakar lagi. Waktu terus berjalan dan waktu sudah menunjukan jam setengah enam sore.  Kakek itu belum juga menyentuh ayam bakarnya dan minumanya. Andi berpikir bahwa kakek ini memang benar-benar berpuasa.

Selang beberapa saat tiba-tiba azan magrib berkumandang dari sebuah masjid di sebelah barat warung makan ayam bakar itu. Andi yang saat itu akan pulang terkejut melihat kakek itu masih belum juga menyentuh ayam bakarnya. Andi lalu mendekati kakek itu yang dikiranya tertidur, Kemudian berusaha membangunkannya.
“Kakek, bangun kek, sudah azan magrib kakek. Kakek puasa kan?” kata Andi
“Saya tidak puasa kok mas, saya juga tidak tertidur mas” kata kakek .
“Kenapa tidak dimakan makananya kek? Keburu dingin lho, rasanya kalau dingin tidak enak kek. Kata Andi.
“saya lupa tidak membawa gigi palsu saya mas, saya suruh isitri saya mengambilkan gigi palsu saya mas”, kata kakek.
“Sudah setengah jam istrinya kakek kok belum sampai juga sih kek? Memang rumahnya kakek jauh ya?” kata Andi.
“Rumah saya tidak jauh kok mas, hanya saja isitri saya bingung memncari gigi palsu saya. Masalahnya saya lupa menaruh gigi palsu saya di mana.” Kata kakek.

“Ada-ada si kakek ini, tetapi yang penting jangan lupa membayar makanannya ya kek.” Kata Andi.

No comments:

Post a Comment