Sunday, 26 July 2015

Cerita Pendek (Cerpen) Layang-layang Terbang

Ketika sang surya bangun dari peraduannya, tatkala itu pula joni si pemuda kreatif bangun dari tempat tidurnya. Joni anak dari pedagang baju di pasar. Joni mempunyai adik yang bernama Hendra. Joni usianya 23 tahun, dan adiknya usianya 17 tahun. Mereka berdua sangat akrab dan saling membantu. Joni hobinya main bulu tangkis, begitu juga adiknya yang bernama Hendra juga hobinya bermain bulu tangkis juga. Joni dan hendra biasanya bermain bulu tangkis pada waktu pagi hari. Joni dan hendra main bulu tangkis tujuanya adalah supaya untuk olahraga. Dengan olah raga badan menjadi berkeringat, dengan berkeringat sehingga tubuh menjadi sehat. Orang yang jarang olahraga biasanya jarang mengeluarkan keringat. 

Karena jarang mengeluarkan keringat sehingga seseorang kesehatanya terganggu. Joni dan Hendra berpikir minimal satu hari paling tidak di luangkan waktunya kurang lebih sepuluh menit untuk berolah raga. 


Sehari kan ada dua puluh empat jam, di luangkanlah paling tidak sepuluh menit untuk berolahraga. Joni dan Hendra jarang sakit, karena setiap hari berolahraga. Joni dan Hendra sering beli raket secara bersama-sama. Kemarin belum lama ini beli raket di toko olah raga. Harga raket Joni harganya tiga ratus ribu rupiah. Begitu juga harga raket Hendra harganya tiga ratus ribu rupiah. Joni hobinya makan roti donat, kalo hendra hobinya makan roti tawar. Joni dan Hendra sangat kreatif sekali. Pada saat itu musimnya adalah kemarau. Joni membuat layang-layang. Layang-layang yang di buat joni biasanya layang-layang bapangan atau layang-layang tanggalan. Layang-layang yang di buat joni biasanya terbang semua. Kalau membuat layang-layang itu yang di butuhkan adalah keseimbangan antara sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri. Joni membuat layang-layang memakai bambu. Bambu di oyoti sehingga menjadi seimbang dan pas. Setelah itu di kasih samak. Samaknya bisa memakai kertas atau memakai plastik. Joni biasanya menyamaki layanganya memakai plastik. Karena kalau memakai plastik layanganya akan awet. Kalau memakai kertas biasanya tidak awet. Kalau memakai kertas biasanya cepat sobek, atau kalau terkena embun akan basah dan akan mudah sobek sendiri jika di terbangkan. Henda meminta bantuan kepada Joni untuk membuatkan layang-layang. Hendra minta di buatkan layang-layang tanggalan. Layang-layang tanggalan memang sangat bagus sekali jika sudah terbang. Joni pun mau membuatkan layang-layang tanggalan untuk adiknya yang bernama Hendra. Joni membuatkan layang-layang untuk adiknya dengan sunggu-sungguh. Joni membuat layang-layang untuk adiknya hanya membutuhkan waktu dua jam. Setelah dua jam layang-layang tanggalan buatan joni untuk adiknya yang bernama Hendra pun sudah jadi. Setelah sudah membuatkan layangan tanggalan untuk adiknya, sekarang joni membuat sendiri layang-layang untuk dirinya sendiri. Layang-layang yang di buat joni untuk dirinya sendiri adalah layang-layang tanggalan juga. Joni pun membuat layang-layang tanggalan untuk dirinya sendiri dengan sungguh-sungguh. Setelah dua jam, layang-layang buatan joni untuk dirinya sendiri sudah jadi. Layang-layang joni di beri samak plastik yang berwarna merah. Sedangkan layang-layang untuk adiknya yang bernama Hendra di beri samak plastik yang berwarna hitam. Selain itu baik layang-layang Joni maupun layang layang Hendra di beri erengan supaya nanti ketika terbang berbunyi merdu. Setelah kedua layanganya jadi dan siap di terbangkan maka joni dan hendra segera pegi ke sawah. Waktu itu masih pukul satu siang sehingga waktu yang baik untuk menerbangkan layang-layang. Ketika sudah sampai di sawah, joni dan Hendra menerbangkan layang-layangnya. Hanya sekali coba layangan joni dan layanganya hendra sudah terbang ke atas. Ketika layanganya sudah terbang tinggi di atas maka hati joni dan hati Hendra sangat senang sekali.

No comments:

Post a Comment