Sunday, 26 July 2015

Cerita Pendek (Cerpen) Jagung Bakar

Suatu senja dikala bulan tersenyum lebar di peraduannya. Anton tersipu malu melihat bulan yang menertawainya. Di sanubari Anton bertanya kepada diri sendiri, “Ada apa dengan bulan? Anton menjawab dalam hati sambil tertegun menelan ludah. “Ternyata bulan tersenyum melihat aku karena di malam yang sunyi ini aku berdiam hanya seorang diri di depan rumah, sambil memandang bintang-bintang yang bertaburan di atas”, Anton menjawab dalam hati sendiri. Anton memang orangnya pendiam dan agak sedikit pemalu. Anton sekarang berusia 22 tahun. Anton hobinya memang bermain gitar. Dia duduk di depan rumah biasanya sambil mendendangkan lagu-lagu. Musik apa saja Anton suka. Baik itu musik dangdut, musik pop, ataupun musik rock. 

Anton biasanya menyanyikan lagu dangdut. Lagu dangdut membuat hati yang mendengar terpesona, bahkan bisa menghibur di kala duka lara. 


Hati yang duka lara menjadi suka cita karena lagu dangdut yang membahana. Anton biasanya menyanyikan lagu dangdut ciptaan bang haji roma irama. Anton suka sekali dengan bang haji roma irama. Tidak hanya dangdut yang di lantunkan oleh Anton, tetapi lagu pop juga sering di lantunkan oleh Anton. Pas kebetulan  pada malam itu, gitar Anton rusak karena senar gitarnya putus dua. Jadi malam itu Anton hanya duduk sendiri melamun. Padahal jarum jam masih menunjukan Pukul setengah delapan. Waktu yang masih sore apabila dikatakan oleh anak muda seusia Anton. Daripada di rumah melamun, Anton memutuskan untuk mencari hiburan di tempat yang menyenangkan. Anton Akhirnya mengambil sepeda federalnya. Sepeda federalnya di kayuh Anton dengan kecepatan sedang. Sepeda federal Anton sudah lama sekali. Kira-kira sejak usia Anton dua belas tahun. Berarti usia sepeda Anton itu sudah sepuluh tahun. Walaupun usia sepeda Anton sudah sepuluh tahun, tetapi sepeda Anton masih nyaman sekali jika di naikinya. Anton mengayuh sepeda lima belas menit dan sampailah di alun-alun kota. Anton di situ mengelilingi alun-alun sambil mencari-cari makanan kesukaanya. Mata Anton tertuju pada asap yang menjulang ke atas. Anton melihat penjual jagung bakar. Hati Anton riang bukan kepalang melihat penjual jagung bakar itu. Anton sudah lama sekali tidak makan jagung bakar. Anton sampai terbawa mimpi karena ingin sekali makan jagung bakar. Akhirnya anton bisa mewujudkan mimpi Anton dua hari lau. Anton mendekati penjual jagung bakar itu, lalu Anton membeli jagung bakar tersebut. Anton mengantri karena pembelinya banyak sekali. Sambil menunggu jagung  bakar tersebut, Anton tidak sengaja berkenalan dengan cewek . Anton Tadinya tersimpu malu karena memang Anton itu orangnya agak pemalu. Akhirnya Anton memberanikan diri untuk bersalaman denga cewek itu dan mulailah terjadi perkenalan. Anton bertanya nama kepada cewek itu, ternyata cewek itu bernama Dita. Dita balik tanya nama kepada Anton. Anton pun menjawabnya. Lalu Anton bertanya alamat begitu juga dita juga tanya alamat. Terjadialah saling tanya antara Anton dan Dita sehingga membuat suasana menjadi nyaman. Mereka berdua saling ngobrol dan tidak terasa jagun bakarnya sudah jadi. Lalu Anton dan Dita menyantap jagung Bakarnya. Mereka berdua menikmati dengan perasaan senang dan gemilang. Anton tadi memesan jagung bakar dua, begitu juga dengan dita, dita juga memesan jagung bakar dua. Jagung yang pertama punya Anton yang pertama habis terus Anton menyantap jagung yang kedua. Dan jagung kedua pun habis. Jagung bakarnya Anton sudah habis semua tetapi punyanya dita satu jagung pun belum habis. Ketika Dita sudah menghabiskan jagung bakar yang pertama, dita sudah merasa kenyang. Jadi jagung bakar yang satu punya dita di kasihkan ke Anton. Anton pun sudah merasa kenyang, dan akhirnya di sepakati jagung yang tinggal satu itu di bagi menjadi dua. Lalu mereka menyantap Jagung bakar kembali dengan lahap. Ketika mereka sudah selese makan terus mereka memutuskan untuk pulang. Sebelum mereka pulang mereka tukeran nomor HP supaya bisa tetap komunikasi.

No comments:

Post a Comment